Xiaomi Pamer Fast Charging Baru, Baterai 4.000mAh Bisa Penuh dalam 17 Menit

Xiaomi juga baru saja mengumumkan pencapaiannya sepanjang tahun fiskal 2018 yang berakhir pada 31 Desember. Berdasarkan laporan pendapatannya, bisnis smartphone di berbagai negara mengalami pertumbuhan, termasuk di Indonesia.

Untuk bisnis smartphone, Xiaomi membukukan pendapatan sekira RMB113,8 miliar, naik 41,3 persen pada tahun fiskal 2018. Pertumbuhan ini didorong jumlah penjualan smartphone dan rata-rata harga jual (ASP).

Bisnis smartphone Xiaomi memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan keseluruhan bisnis perusahaan. Meski pasar smartphone global mengalami penurunan 4,1 persen year-on-year, pengapalan smartphone Xiaomi justru mencapai 118,7 juta unit pada 2018, naik 29,8 persen dari tahun sebelumnya.

Tiongkok merupakan pasar terbesar Xiaomi dengan menyumbang 60 persen dari total penjualan. Penjualan smartphone Xiaomi di pasar internasional pun berlangsung baik.

Mengutip data Canalys, Xiaomi mengungkapkan pengapalan smartphone untuk wilayah Eropa Barat tumbuh 415,2 year-on-year. Perusahaan menempati posisi ke empat dalam hal pengapalan smartphone pada tahun lalu.

India dan Indonesia juga memainkan peran penting. Pengapalan smartphone di India terus mengalami pertumbuhan, dan menempati posisi nomor satu selama enam kuartal berturut-turut.

Di Indonesia, Xiaomi menduduki peringkat ke dua dalam hal pengapalan smartphone, dengan pertumbuhan 299,6 persen year-on-year.