WHO Resmi Putuskan Kecanduan Gim Sebagai Masalah Kesehatan Mental

Ilustrasi bermain gim (pixabay.com)

Keputusan WHO menggolongkan kecanduan gim ke dalam masalah mental pun mendapat sambutan dari Hilarie Cash, Pendiri reSTART. reSTART merupakan program rawat inap pertama di AS yang menangani pecandu video gim.

“Saya terkejut karena perlu lama bagi banyak orang mengetahui fakta ini. Saya juga mengerti, mereka (WHO) harus memiliki bukti kuat yang didasari penelitian sebelum menentukan jenis gangguan mental baru,” kata Cash.

Kendati begitu, tidak semua pakar kesehatan yakin, mengkarakterisasi waktu bermain di depan layar merupakan sebuah gangguan. Beberapa di antaranya mengingatkan, hal ini bisa menyebabkan kekhawatiran yang tidak perlu bagi orangtua.

“Orang harus memahami, tidak semua anak yang menghabiskan berjam-jam di depan layar merupakan seorang pecandu. Kalau tidak, ruang medis bakal dipenuhi banyak orangtua yang meminta bantuan,” ujar juru bicara British Psychological Society, Joan Harvey.

Sekadar diketahui, kecanduan gim belum diakui sebagai masalah kesehatan mental oleh American Psychiatric Association (APA). Sebelumnya, APA menyebut diperlukan banyak penelitian dan uji klinis sebelum mempertimbangkan kecanduan gim sebagai masalah kesehatan mental.