Video Deepfake Bos Facebook Viral di Instagram

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah video baru-baru ini muncul di linimasa Instagram. Video itu menampilkan bos Facebook, Mark Zuckerberg yang sedang memberikan pandangannya tentang kekuatan big data.

“Bayangkan hal ini sebentar saja: satu orang, dengan kendali penuh menguasai data, rahasia, hidup dan masa depan miliaran orang. Itu semua berkat Spectre. Spectre menunjukkan padaku siapa pun yang menguasai data akan menguasai masa depan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Tapi, bukan itu yang menarik perhatian warganet. Video yang memperlihatkan bos Facebook itu tidak memperlihatkan sosok aslinya, melainkan hanya video deepfake.

Dilansir CNET, Kamis (13/6/2019), deepfake adalah teknik AI (artificiall intelligence) untuk membuat video seseorang mengatakan sesuatu meski mereka tidak pernah mengatakannya.

Dengan kata lain, video deepfake punya banyak celah untuk disalahgunakan.

2 dari 3 halaman

Facebook Belum Menghapus Videonya

CEO Facebook Mark Zuckerberg (Foto: Wallpapers Web)

Meski begitu, pihak Facebook menyatakan tidak bakal menghapus video tersebut, namun akan mengurangi tingkat jangkauan (reach) dan memperlihatkan informasi dari fact-checkers.

Salah satu fact-checker Lead Stories mengatakan kalau video itu adalah seni yang satir dan tidak akan membahayakan distribusi video selama pengguna melihat label peringatan yang menyatakan video ini tidak nyata.

Dalam video juga terdapat logo CBSN, salah satu kantor berita Amerika Serikat. Pihak CBSN meminta Facebook untuk segera menghilangkan video yang menyalahgunakan logo tersebut.

3 dari 3 halaman

Siapa yang Membuat Video Itu?

Sementara, pembuat video tersebut adalah seniman bernama Bill Posters dan Daniel Howe, yang bekerjasama dengan perusahaan Canny.

Canny sebelumnya pernah bekerjasama dengan Posters untuk membuat video fake Donald Trump dan Kim Kardashian.

Kejadian ini bukan sekali saja menimpa sang bos Facebook. Tahun lalu, Andrew Oleck mem-posting video di Facebook yang menunjukkan sosok Mark Zuckerberg berbicara bahwa dia akan menghapus Facebook.

Video yang sempat heboh itu berhasil ditonton 32 juta kali.

(Tik/Isk)