Tidak Sekadar Promo, DANA Ingin Bangun Budaya Cashless di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Tak dimungkiri, promo yang diberikan merupakan salah satu cara aplikasi pembayaran digital untuk menarik pengguna, tak terkecuali DANA.

Namun aplikasi dompet digital tersebut tidak hanya menggunakan promo sebagai cara menggaet pengguna, tapi membangun budaya cashless.

Menurut Chief Communication Officer DANA, Chrisma Albandjar, beragam promo yang ditawarkan DANA tidak sekadar menarik pengguna, melainkan juga bagian pembelajaran untuk para pengguna.

“Menjadi penting promo itu lebih dari sekadar promo. Jadi, mereka memiliki pengalaman menggunakan DANA, lalu ketika mendapatkan voucher lagi, dia akan memakainya, sehingga orang menjadi terbiasa,” tuturnya saat bertemu awak media di Jakarta, Jumat (12/4/2019), kemarin.

Setelah terbiasa, menurut Chrisma, secara tidak langsung hal itu akan mendorong jumlah pengguna. Begitu jumlah pengguna naik, secara bersamaan jumlah merchant yang tertarik untuk memakai DANA akan ikut naik.

“Kalau DANA memang bukan dari jumlah merchant yang ada di mana-mana, tapi jumlah pengguna. Dengan orang lebih banyak yang memakai, merchant yang akan memakainya pun akan lebih banyak,” ujar Chrisma menjelaskan.

Dengan begitu, budaya nontunai lambat laun akan terus terbangun di Indonesia. Terlebih, DANA memiliki fitur untuk menyimpan kartu debet atau kredit di aplikasi dan dapat langsung digunakan.

“Fitur ini jelas membuka kesempatan bagi pemilik merchant agar tidak kehilangan pemasukan. Maksudnya, saat pembeli kehabisan uang tunai, mereka dapat langsung menggunakan aplikasi DANA untuk pembayaran, tanpa perlu mesin EDC atau menarik uang tunai di ATM,” tuturnya.

Konsep pembayaran ini juga berlaku tidak hanya untuk transaksi dalam toko besar. Chrisma menuturkan dengan konsep DANA yang terbuka, pelaku usaha kecil pun dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk mempermudah transaksi.