Huawei Bakal PHK Ratusan Karyawan di AS

Liputan6.com, Jakarta – Huawei dilaporkan akan merumahkan ratusan karyawannya di Amerika Serikat (AS). Penyebab utama Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini disebut karena pemblokiran bisnis Huawei di negara tersebut.

Dilansir Softpedia, Minggu (21/7/2019), The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, PHK ini akan menimpa ratusan karyawan di Futurewei Technologies. Ini merupakan perusahaan riset milik Huawei yang berada di AS.

Sejauh ini belum diketahui jumlah pasti karyawan yang terkena dampak PHK. Futurewei sendiri memiliki sekira 850 pekerja, yang berarti sebagian tenaga kerjanya terancam dirumahkan.

WSJ mencatat, [Huawei]( 4014136 “”) telah memberitahu beberapa karyawan tentang keputusannya tersebut. Perusahaan juga menawarkan pekerja Tiongkok untuk pindah, dan terus bekerja untuk Huawei di sebuah fasilitas domestik.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Huawei tentang masalah PHK tersebut.

2 dari 2 halaman

Perusahaan AS Segera Dapat Lampu Hijau Kembali Berbisnis dengan Huawei

Huawei (Foto: Huawei)

Kendati isu PHK berhembus, beberapa hari lalu muncul laporan yang menyebutkan perusahaan-perusahaan AS akan segera mendapatkan izin untuk kembali berbisnis dengan Huawei.

Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan, perusahaan-perusahaan di negara tersebut kemungkinan akan kembali bisa berbisnis dengan Huawei. AS disebut akan menyetujui lisensi untuk perusahaan-perusahaan itu dalam dua hingga empat pekan lagi.

Dilansir Reuters, pemberian lisensi itu merupakan upaya baru Presiden AS, Donald Trump, untuk mengurangi pembatasan terhadap Huawei. Sebelumnya, Sekretaris Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan lisensi tersebut akan dikeluarkan ketika dipastikan tidak ada ancaman terhadap keamanan nasional.

Menanggapi pernyataan Ross, dua produsen chip yang merupakan mitra penyuplai Huawei mengatakan, mereka akan mengajukan lebih banyak lisensi yang dibutuhkan. Namun, kedua perusahaan enggan disebutkan namanya.

Mantan pejabat Departemen Perdagangan AS, Kevin Wolf, meyakini akan banyak perusahaan yang ingin mendapatkan lisensi tersebut. “Karena tidak ada kerugian, perusahaan-perusahaan akan mengajukan permohonannya, seperti yang dipersyaratkan oleh peraturan,” ungkap Wolf.

Juru bicara Huawei mengatakan, pembatasan entity list harus benar-benar dihapus ketimbang memberikan lisensi sementara yang diterapkan kepada para vendor AS. Huawei sendiri berulang kali menegaskan tidak ada ancaman bagi keamanan siber negara mana pun.

Huawei pada Mei lalu, ditambahkan ke dalam daftar hitam perdagangan AS. Kebijakan ini membuat perusahaan-perusahaan AS tidak bisa menyuplai barang dan jasa baru buatan negara itu, kecuali mereka mendapatkan lisensi yang kemungkinan akan ditolak.

Trump setelah bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada bulan lalu, mengumumkan perusahaan-perusahaan AS akan bisa kembali menjual produk mereka ke Huawei.

(Din/Ysl)

BMW Gandeng Tencent Buka Pusat Komputasi di Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan otomotif Jerman BMW dan perusahaan teknologi Tiongkok Tencent menjalin kemitraan untuk meluncurkan pusat komputasi di Tiongkok. Hal ini merupakan salah satu upaya guna mengembangkan mobil otonomos di pasar Tiongkok.

Diperkirakan pusat komputasi ini akan mulai beroperasi akhir 2019 ini dan merupakan tindak lanjut atas pembukaan fasilitas serupa di Munich, Jerman pada awal tahun ini.

Fitur yang tersedia di fasilitas ini meliputi pengolahan data yang disuplai dari Tencent, yang memungkinkan mobil untuk melaju secara semiotonomos dan kemudian secara otonomos.

“[Pusat komputasi ini] akan mendukung pengembangan dan inovasi mobil otonomos BMW di Tiongkok,” tutur Jochen Goller, kepala operasi BMW di Tiongkok dalam sebuah pernyataan, sebagaimana diutip dari Reuters, Minggu (21/7/2019).

Oleh sebab itu, lanjut Jochen, “BMW dapat mengembangkan solusi mengemudi otonomos yang lebih sesuai dengan kondisi berkendara spesifik di Tiongkok”.

2 dari 2 halaman

BMW Akan Rilis Mobil Semiotonomos di Tiongkok pada 2021

Meski tidak disebutkan di mana fasilitas itu akan berlokasi, sumber yang mengetahui kemitraan ini mengatakan pusat komputasi itu akan dibangun di kota timur kota Tianjin.

Dikatakan bahwa BMW kemungkinan akan memperkenalkan mobil semiotonomos di Tiongkok pada 2021. Guna mewujudkan hal ini, BMW memerlukan daya komputasi besar-besaran untuk menganalisis alur informasi digital secara real-time mengenai kondisi jalan dan lalu lintas di Tiongkok.

Perlu diketahui, mobil otonomos memerlukan kemampuan pengolahan data yang canggih karena bertumpu pada kecerdasan buatan guna membantu “belajar” dari pengalaman dan pada akhirnya bisa melaju sendiri tanpa campur tangan manusia.

BMW mengatakan fasilitas itu akan memanfaatkan layanan komputasi awan dan big data milik Tencent dan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan pengembangan mobil otonomos.

(Why/Ysl)

Instagram Akan Berikan Notifikasi Sebelum Menonaktifkan Akun Pengguna

Liputan6.com, Jakarta- Instagram menerima banyak kritik lantaran kerap menonaktifkan akun, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kini perusahaan mengubah kebijakannya, dan berkomitmen untuk memperingatkan pengguna sebelum menonaktifkan akun mereka.

Dilansir GSM Arena, Minggu (21/7/2019), pengguna Instagram akan menerima pemberitahuan di dalam aplikasi ketika akun mereka berisiko dinonaktifkan karena melanggar pedoman komunitas. Kebijakan ini termasuk tentang nudity, pornografi, penindasan, pelecehan, ucapan kebencian, penjualan narkoba, dan terorisme.

Pengguna juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengajukan “banding” atas konten yang dihapus, dan akun yang dihapus, dari dalam aplikasi secara langsung.

Instagram juga menjelaskan tidak hanya akan menghapus akun dengan konten yang melanggar kebijakannya. Layanan berbagi foto dan video ini juga menghapus akun dengan beberapa pelanggaran dalam jangka waktu tertentu.

Perubahan kebijakan baru ini merupakan upaya terbaru Instagram untuk membuat layanannya lebih aman. Perusahaan beberapa waktu lalu juga merilis fitur anti-bullying yang disokong dengan Artificial Intelligence (AI, kecerdasan buatan).

2 dari 2 halaman

Instagram Mulai Sembunyikan Jumlah Like

Ilustrasi Instagram (iStockPhoto)

Instagram sedang menguji coba fitur untuk menyembunyikan jumlah Like pada konten yang diunggah di layanannya. Setelah diuji pertama kali di Kanada, kini pengujian serupa menyambangi enam negara lain, yakni Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia baru.

Proses pengujian masih berlangsung di negara-negara tersebut. Namun, belum ada konfirmasi tentang jadwal peluncuran fitur tersebut untuk seluruh pengguna.

Berdasarkan bocoran gambar yang beredar, nantinya orang lain tidak bisa melihat jumlah Like pada konten yang diunggah di Instagram. Kehadiran fitur ini disebut sebagai salah satu upaya Instagram agar para follower lebih fokus pada unggahan, dan bukan jumlah Like yang didapatkan.

(Din/Ysl)

Usung Kamera Pop-up, Penjualan Oppo Reno Lampaui R17 Pro

Liputan6.com, Malang – Oppo Reno series menjadi smartphone pendatang baru di seri premium, posisinya menggantikan Oppo R17 Pro yang dirilis pada Januari 2019.

Namun demikian, penjualan Oppo Reno series telah berhasil melampaui Oppo R17 Pro. Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, penjualan Oppo Reno di Indonesia 1,7 kali lipat ketimbang penjualan R17 Pro per harinya.

“Secara nasional, penjualan Oppo Reno 1,7 kali dibandingkan R17 Pro, per harinya. Karena waktu (promosi) Reno lebih panjang, dia diperkenalkan April 2019 dan dijual Juni sementara R17 Pro diperkenalkan Desember 2018 dan dijual mulai Januari 2019,” kata Aryo ditemui di Malang, Jawa Timur, Sabtu (20/7/2019).

Bagaimana penjualan Oppo Reno 10x Zoom? Menurut Aryo, secara nasional, penjualan Oppo Reno 10x Zoom lebih besar melalui jalur e-commerce atau online. Sementara, 30 persennya membeli smartphone ini secara offline di toko fisik.

“Konsumen lebih memilih membeli Oppo Reno 10x Zoom secara online karena mereka memanfaatkan program cicilan kartu kredit yang ada di e-commerce,” ujar Aryo.

Aryo mengatakan, biasanya mereka yang membeli perangkat secara online dengan kartu kredit ini adalah orang yang tinggal di kota besar dan teredukasi perdagangan online.

Tidak hanya itu, pengguna yang ada di kota-kota kecil juga ada yang membeli Oppo Reno 10x Zoom melalui jalur online. Aryo pun mengakui, ketimbang menyetok barang premium di store di kota-kota kecil, lebih menguntungkan jika pihak Oppo Indonesia menjualnya secara online.

2 dari 3 halaman

Penjualan Oppo Reno Series di Malang Unik

Memotret dengan kamera Oppo Reno 10x Zoom (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Aryo mengakui, penjualan terbanyak untuk Oppo Reno series, terjadi di kota-kota besar, di antaranya adalah Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan.

Namun ada hal menarik, yakni di Malang penjualan untuk Oppo Reno series mencapai angka yang lumayan.

Dalam acara workshop “Reno 10x Zoom: Zoom-Indonesia, 10x Wonderful Journey” di Oppo Store Malang, Aryo mengatakan, penjualan Oppo Reno meningkat 1,3 persen ketimbang Oppo Reno 17 Pro.

“Angka tersebut sangat besar karena Malang kan tidak seperti Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya. Ada peningkatan 1,3 persen ini dianggap cukup tinggi dan potensial,” kata Aryo.

Hal ini menarik karena menurut Aryo, Malang merupakan kota yang ditinggali oleh banyak mahasiswa yang kebanyakan merupakan pasar bagi perangkat mid-end seperti F series.

“Namun melihat penjualan Oppo Reno series di kota ini, pasar premium bisa difokuskan juga, karena sebelumnya Malang memang tidak jadi sasaran,” ujar Reno.

3 dari 3 halaman

Gelar Workshop di 15 Kota untuk Reno 10x Zoom

Oppo Reno (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Dalam rangka memperkenalkan Oppo Reno 10x Zoom, Oppo Indonesia menggelar workshop bertajuk “Reno 10x Zoom: ZOOM-INDONESIA, 10x Wonderful Journey” di lebih dari 15 kota di Indonesia, termasuk Malang.

Acara ini memberikan penjelasan lebih mendetail mengenai perangkat Reno series dan menghadirkan content creator ternama untuk memberikan tips & trick menggunakan perangkat Reno 10x Zoom.

Dalam acara yang digelar di Malang, Content Creator Windy Ariestanty hadir memberikan pemaparan mengenai story telling menggunakan foto, dan membagikan pengalamannya menggunakan Oppo Reno 10x Zoom.

(Tin/Ysl)

Bertamasya ke Malang dengan Oppo Reno 10x Zoom

Liputan6.com, Jakarta – Belum lama ini, Oppo Indonesia menghadirkan smartphone premium terbarunya di Indonesia, yakni Oppo Reno series.

Salah satu tipenya adalah Oppo Reno 10x Zoom yang dibekali dengan tiga kamera utama, salah satunya adalah kamera zoom 10x yang mampu mengambil foto jarak jauh, namun hasilnya cukup sempurna.

Tekno Liputan6.com berkesempatan untuk menjajal kegarangan kamera Oppo Reno 10x Zoom di Kota Wisata Batu, Malang, Jawa Timur.

Setelah memakai selama beberapa hari untuk menjepret berbagai kondisi, mulai dari matahari terbit, model, taman bunga, hingga kebun binatang, bisa disimpulkan bahwa penggunaan Oppo Reno 10x Zoom cukup mudah.

Seperti kamera smartphone lainnya, pengguna disuguhkan kemudahan untuk menggunakan fitur zoom hingga 10x, wide-angle, sampai ke portrait saat mengambil gambar. Lantas, bagaimana hasil foto menggunakan Oppo Reno 10x Zoom?

Berikut ini adalah foto dengan kamera wide-angle dan kamera normal 48MP:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memfoto objek secara wide-angle. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Hasil foto normal:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret objek. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Foto makro di Taman Wisata Selecta, Batu, Jawa Timur:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memfoto macro. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

2 dari 5 halaman

Foto Zoom 10x

Modul kamera Oppo Reno 10x zoom (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Selanjutnya kami juga mencoba untuk memotret dari kejauhan, baik dengan lensa normal, hingga lensa zoom. Hasilnya seperti di bawah ini:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Foto zoom 6x:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom dengan zoom 6x. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Foto zoom 10x:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom dengan zoom 10x. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

3 dari 5 halaman

Foto Matahari Terbit

Kami juga mengabadikan momen matahari terbit di pagi hari, berikut hasil fotonya:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memfoto matahari pagi. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Foto zoom 10x:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memfoto matahari pagi, dengan zoom 10x. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

4 dari 5 halaman

Foto Binatang

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memfoto binatang. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Tantangan saat memotret dengan mode zoom di smartphone adalah memotret benda yang bergerak dengan cepat, misalnya saja foto binatang. 

Meski hasilnya ada yang tidak sempurna seperti kamera profesional, fitur zoom hingga 10x milik Oppo Reno 10x Zoom mampu menghasilkan kualitas foto yang baik dan detail, seperti pada bulu binatang di bawah ini. 

Namun, satu hal yang mesti dipahami, saat memotret dengan mode zoom, terutama zoom 6x atau 10x, pastikan agar posisi tangan tetap stabil dan tidak goyang.

Disarankan pula untuk menggunakan tripod kecil untuk mencegah smartphone bergoyang saat memotret objek. 

Foto Meerkat normal:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memfoto binatang. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Foto Lemur zoom 6x:

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memfoto binatang. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Foto Beruang dengan zoom 6x:

Memotret beruang dengan mode 6x zoom Oppo Reno 10x Zoom (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

5 dari 5 halaman

Foto di Tempat Minim Cahaya

Oppo Reno (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Kami juga berkesempatan untuk mengambil foto model saat kondisi minim cahaya di Infinite World, Jatim Park 3, di Batu. Berikut adalah sebagian hasil fotonya. 

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model dengan mode Malam. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Foto menggunakan modus malam pada Oppo Reno 10x Zoom terbilang cukup baik asalkan masih ada cahaya. Namun, jika cahaya di sekitar lokasi pemotretan minim, hasilnya akan seperti di bawah ini, ada noise yang tampak. 

Hal tersebut tentu bisa dimaklumi untuk sebuah kamera smartphone

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model dengan mode Malam. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

(Tin/Ysl)

Top 3 Tekno: Bank Mandiri Eror Bikin Nasabah Bingung Curi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta – Sejumlah nasabah Bank Mandiri mendapati saldo tabungan mereka berkurang, dan lainnya bertambah. Alhasil, mereka pun langsung berkeluh kesah di media sosial, Twitter.

Artikel tentang keluhan warganet sekaligus nasabah Bank Mandiri di Twitter, menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com edisi Sabtu (20/7/2019).

Tak cuma itu, ada juga dua artikel hits lain yang mencuri perhatian pembaca. Di antaranya seperti, tagar Mandiri eror menjadi trending topic di Twitter, dan pendapat pakar keamanan tentang sistem Bank Mandiri yang eror.

Lebih lengkapnya, langsung saja simak ketiga berita tersebut berikut ini.

1. Bank Mandiri Eror, Warganet Keluhkan Saldo Tabungan Berubah

Nasabah melakukan transaksi di ATM Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019). Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebutkan kenaikan laba bersih pada Kuartal I 2019 didorong kenaikan pendapatan bunga sebesar 15,05 persen YoY menjadi Rp 22,0 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejak pagi ini, Sabtu (20/7/2019), sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan saldo di rekening mereka berubah tiba-tiba di Twitter.

Beberapa mendapati saldo di rekening mereka ada yang bertambah, dan ada pula yang berkurang–hingga nol.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, pencarian kata kunci “Bank Mandiri” dan “Bank Mandiri error” cukup banyak dikeluhkan warganet.

Selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

2. Tagar Mandiri Eror Trending Topic, Warganet Curhat Saldo Tabungan Berkurang

Nasabah melakukan transaksi di ATM Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019). Laba Bank Mandiri tumbuh 23,4 persen secara tahunan atau year on year (YoY). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nasabah Bank Mandiri pagi ini, Sabtu (20/7/2019), dibuat kebingungan saat mengetahui saldo tabungan milik mereka berubah.

Sontak, mereka pun langsung mengadukan masalah yang dihadapi ke akun Twitter resmi Bank Mandiri, yakni @bankmandiri.

Beberapa mengeluhkan, saldo tabungan mereka tiba-tiba bertambah nominalnya. Lainnya, terkejut mendapati saldo di rekening Bank Mandiri miliknya kosong.

Selengkapnya baca di sini

3. Pakar Keamanan: Bank Mandiri Harus Pulihkan Sistem untuk Cegah Rush Money

Nasabah melakukan transaksi di ATM Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019). PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih Rp 7,2 Triliun pada Kuartal I 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada Sabtu pagi, (20/7/2019), warga Tanah Air dikejutkan dengan kabar tentang sejumlah nasabah Bank Mandiri yang mengeluhkan saldo tabungannya berubah.

Nasabah Bank Mandiri yang saldo tabungannya berkurang mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta pun mengeluh di media sosial.

Tak butuh waktu lama, pihak Bank Madiri pun merilis pernyataan resmi yang menyebutkan mereka sedang terjadi proses maintenance terhadap sistem.

Selengkapnya baca di sini

(Ysl/Isk)

Samsung Segera Mulai Kampanye Pemasaran Galaxy Fold

Liputan6.com, Jakarta- Samsung belum juga mengumumkan tanggal peluncuran smartphone lipat Galaxy Fold. Kendati demikian, berbagai informasi tentang smartphone tersebut terus bermunculan di ranah internet.

Dilansir dari GSM Arena, Minggu (21/7/2019), Samsung telah siap meluncurkan Galaxy Fold. Menurut laporan, perusahaan sedang bergegas memulai kampanye pemasaran untuk smartphone tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, proses desain ulang Galaxy Fold sudah selesai. Selain itu, smartphone tersebut sudah melewati semua fase pengujian.

Sejauh ini Samsung belum menetapkan waktu peluncuran Galaxy Fold. Namun, kemungkinan smartphone itu tidak akan dirilis pada bulan ini.

Jika Samsung ingin mendahului Huawei, maka Galaxy Fold harus dirilis sebelum Mate X. Smartphone lipat Huawei ini akan segera meluncur di Tiongkok dan peluncuran global pada September 2019.

2 dari 2 halaman

Samsung Galaxy A80 Akhirnya Rilis di Indonesia, Harganya?

Samsung Galaxy A80. Liputan6.com/Agustinus Mario Damar

Diwartakan sebelumnya, Samsung akhirnya merilis smartphone terbarunya untuk pasar Indonesia, Galaxy A80. Smartphone ini pertama kali diperkenalkan di Bangkok, Thailand, pada April 2019.

Smartphone ini berhasil menarik perhatian karena mengusung desain kamera tidak biasa. Galaxy A80 hadir dengan kamera berputar atau rotating camera, bergaya slider dengan tiga lensa utama.

Melalui konsep ini, kamera berputar Galaxy A80 dapat digunakan untuk selfie dan kamera belakang. Samsung menjual smartphone ini dengan harga Rp 9.499.000 di Indonesia.

“Kelebihan dengan tiga kamera ini, kualitas hasil foto dari rotating camera Galaxy A80 bagian depan dan belakang menjadi sama bagusnya, ” tutur Head of Product Marketing Samsung Mobile SEIN, Denny Galant, dalam acara peluncuran Galaxy A80 di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Penjualan perdana smartphone ini digelar pada 18 Juli 2019. Ada tiga opsi warna yang tersedia, yakni phantom black, angel gold, dan ghost white.

(Din/Why)

Bocoran Spesifikasi Huawei nova 5i Pro Beredar

Liputan6.com, Jakarta- Huawei kembali dilaporkan akan meluncurkan smartphone baru dan kali ini adalah Nova 5i Pro. Bocoran spesifikasi smartphone tersebut juga telah beredar di internet.

Dilansir dari GSM Arena, Minggu (21/7/2019), material pemasaran nova 5i Pro dilaporkan bocor di internet. Tak hanya spesifikasi, gambar smartphone tersebut juga menghiasi ranah maya.

Berdasarkan material pemasaran tersebut, nova 5i Pro memiliki layar berukuran 6,26 inci dengan resolusi 2.340 x 1.080 piksel. Smartphone ini memiliki sensor pemindai sidik jari di bagian belakang layar.

Huawei nova 5i Pro dilengkapi empat kamera belakang beresolusi 48MP, 8MP dan dua modul 2MP. Untuk selfie dan video call, smartphone ini memiliki kamera 32MP.

Spesifikasi lainnya termasuk prosesor Kirin 810, dua opsi RAM 6GB dan 8GB, serta memori internal 128GB. Namun untuk RAM 8GB juga tersedia dengan memori internal 256GB.

Huawei Nova 5i Pro akan hadir dalam tiga varian warna dan baterai 4.000mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 20W. Sayangnya, belum ada informasi tentang harga jual dan tanggal peluncurannya di pasar.

2 dari 2 halaman

Huawei: HongMeng Bukan Pengganti Android

Huawei (Foto: Huawei)

Lebih lanjut, Huawei beberapa waktu lalu memberikan penjelasan tentang OS HongMeng, yang selama ini disebut sebagai pengganti Android. Alih-alih sebagai OS untuk smartphone, HongMeng justru disiapkan untuk perangkat Internet of Things (IoT).

Dilansir dari Softpedia, Chairman Huawei, Liang Hua, dalam sebuah konfrensi pers pada pekan lalu mengatakan, perusahaannya belum memutuskan apakah pengganti Android harus disiapkan atau tidak. Sementara HongMeng ternyata saat ini disiapkan sebagai platform IoT.

“OS HongMeng dikembangkan untuk perangkat IoT, yang akan mengurangi latensi. Mengenai smartphone, kami masih menggunakan OS dan ekosistem Android sebagai pilihan pertama. Kami belum memutuskan apakah HongMeng dapat dikembangkan untuk smartphone di masa depan,” ungkap Hua.

Pernyataan Hua ini berbanding terbalik dengan sikap Huawei beberapa waktu lalu. Ketika laporan tentang HongMeng bermunculan sebagai pengganti Android, Huawei tak pernah membantah hal tersebut.

Pihak Huawei pun dilaporkan pernah mengatakan HongMeng memiliki kemampuan lebih cepat dibandingkan Android. OS ini pun disebut tidak hanya untuk smartphone, tapi juga perangkat lain seperti router, komputer, tablet, bahkan data center.

(Din/Why)

Kemewahan AirPods Berbalut Emas Putih dan Bertahtakan 1.000 Berlian

Liputan6.com, Jakarta – Selama beberapa tahun terakhir ini AirPods telah menjadi produk Apple terpopuler. Produk ini, yang pertumbuhannya melampaui Apple Watch, berkontribusi terhadap pertumbuhan wearable device garapan Apple secara umum.

Terkini, desainer Ian DeLucca memberi sentuhan mewah pada wireless earphone tersebut. Desainer yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat itu membalut AirPods dengan seribu berlian becil.

Tidak hanya itu, lapisan emas putih dan dudukan marmer yang dapat digunakan untuk pengisian daya, juga mempercantik AirPods tersebut.

Dikutip dari Venture Beat, Minggu (21/7/2019), AirPods modifikasi yang dilabeli “Object No. 1” itu dibanderol dengan harga US$ 20.000 atau sekitar Rp278 juta.

Produk ini merupakan bagian dari seri bertajuk “New Materialism” dari Ian DeLucca. Seri ini disebut menyoroti persimpangan antara karya seni dan jual beli.

Soal ketersediaan, ada dua puluh lima pasang AirPods modifikasi yang dapat dipesan. Mereka yang tertarik untuk membeli AirPods ini dapat mengirimkan permintaan pemesanan ke akun Instagram Ian DeLucca.

Sebagai informasi, seribu berlian yang dibalutkan ke AirPods ini berkualitas VVS1. Artinya, seribu berlian itu ditambang secara alami, bukan diproduksi. Kemudian setiap pasang AirPods akan ditulisi tanggal pembuatan dan nomor edisi.

2 dari 2 halaman

Apple Akan Rilis AirPods Baru

Diwartakan sebelumnya, Apple disebut akan merilis varian terbaru dari AirPods di tahun ini. Varian anyar ini digadang-gadang akan membawa sejumlah fitur baru.

Salah satu fitur yang akan hadir di earphone ini adalah dukungan noise-canceling. Sebelumnya, fitur ini sempat diprediksi akan disematkan pada generasi kedua AirPods.

Adapun prediksi lain dari Ming-Chi Kuo, analis kenamaan tentang Apple, menambahkan bahwa Apple tidak hanya merilis satu model AirPods anyar, melainkan dua.

Satu model, menurut Ming-Chi Kuo, akan hadir sebagai perangkat yang tidak terlalu mengalami banyak peningkatan dari versi sebelumnya. Beberapa peningkatan yang dimaksud adalah chip nirkabel yang lebih baik termasuk daya tahan baterai yang lebih lama.

Sementara model lain disebut-sebut akan hadir dengan tampilan yang benar-benar baru. Karenanya, model ini akan dibanderol dengan harga lebih mahal.

Sayang, dari laporan saat ini, belum ada info seputar perubahan yang akan ditawarkan Apple lewat perangkat ini. Namun dari sejumlah prediksi, beberapa fitur yang mungkin hadir di AirPods baru ini adalah noise cancellation, waterproofing, hingga health-monitoring.

(Why/Ysl)

Ini Tiga Fitur Andalan Oppo Reno 10x Zoom Favorit Rio Motret

Liputan6.com, Jakarta – Oppo Reno 10x Zoom hadir sebagai smartphone premium Oppo yang menyasar pecinta fotografi. Pasalnya, pada Oppo Reno 10x Zoom, perusahaan tak hanya menyajikan kamera selfie mumpuni, tetapi juga kemampuan kamera utama layaknya kamera profesional.

Ya, kamera Oppo Reno 10x Zoom memiliki sejumlah fitur unggulan. Mulai dari lensa 48MP dengan bukaan lebar, kamera wide-angle beresolusi 8MP, serta kamera telephoto 13MP.

Karena kemampuan kameranya, fotografer profesional Rio Motret pun memakai Oppo Reno 10x Zoom sebagai perangkat andalannya untuk menjepret berbagai objek.

Rio menyebutkan sejumlah fitur andalan yang ada pada kamera Oppo Reno 10x Zoom yang menjadi favoritnya.

“Aku paling sering menggunakan fitur 10x dan 6x zoom pada Reno 10x Zoom, karena buat aku (fitur zoom) enak sekali untuk candid dari jauh. Dengan fitur zoom, kita enggak perlu deket-deket nyamperin objeknya,” kata Rio Motret dalam acara Oppo Reno 10x Zoom Media Experience di Batu, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019).

Fotografer yang sering memfoto selebritas terkemuka tanah air ini mengatakan, kadang dirinya melihat sesuatu yang menarik. Namun jika harus mendekat, momen tersebut seringkali terlewat. Makanya, fitur zoom 6x maupun 10x pada Oppo Reno 10x Zoom menjadi pilihannya.

“Jadi dari jauh kita candid pake yang 10x zoom hasilnya bisa sangat jelas,” ucap Rio Motret.

2 dari 3 halaman

Wide-angle 120 Derajat

Oppo resmi perkenalkan smartphone Reno 10x Zoom. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Tidak hanya itu, Rio Motret juga kerap memakai fitur wide-angle pada smartphone-nya, terutama untuk memotret momen di luar ruangan.

“Tempatnya misalnya kayak tebing yang tinggi banget atau gedung. Nah kalau kita pakai kamera yang standard kan enggak akan dapat puncaknya.

Aku kemarin pas lagi ke Turki, ada photoshoot di tebing-tebing gitu. Aku ngambil dari bawah (dengan fitur wide-angle) bener-bener bisa ngambil di puncaknya,” tutur Rio Motret, bercerita.

Ia juga mengatakan, untuk mendapatkan hasil foto lanskap yang memiliki pandangan luas atau sesuatu yang tinggi, seperti bentang kota, lensa wide-angle bisa menjadi jawaban.

“Sama interior juga, biasanya kita di dalam hotel atau mau memfoto interior itu kan jaraknya suka enggak dapet. Nah kalau pakai wide-angle Reno 10x Zoom bisa dapat banget, karena sudutnya 120 derajat,” ujar Rio.

3 dari 3 halaman

Portrait

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model, dengan mode Portrait (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Satu lagi fitur kamera Oppo Reno 10x Zoom yang sering digunakan oleh Rio Motret adalah Portrait.

“Biasanya karena suka pemotretan beauty shoot di studio, aku sukanya pakai mode potrait-nya. Karena mode portrait ini bisa menghasilkan blur yang artsy gitu. Aku kadang enggak fokusin di mukanya tapi malah di bajunya atau di rambutnya. Jadi seperti behind the scene, aku bukan fokus di titik mata, tetapi di tempat lain,” kata Rio Motret.

Walaupun tetap menggunakan kamera profesional untuk memotret foto-foto kliennya, Oppo Reno 10x Zoom menjadi pilihan bagi Rio Motret saat ingin mengunggah di Instagram Stories ataupun sampel foto.

(Tin/Ysl)

Pakar Keamanan: Bank Mandiri Harus Pulihkan Sistem untuk Cegah Rush Money

Liputan6.com, Jakarta – Pada Sabtu pagi, (20/7/2019), warga Tanah Air dikejutkan dengan kabar tentang sejumlah nasabah Bank Mandiri yang mengeluhkan saldo tabungannya berubah.

Nasabah Bank Mandiri yang saldo tabungannya berkurang mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta pun mengeluh di media sosial.

Tak butuh waktu lama, pihak Bank Madiri pun merilis pernyataan resmi yang menyebutkan mereka sedang terjadi proses maintenance terhadap sistem.

Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Nafas menjelaskan, perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system. Proses tersebut merupakan proses yang rutin dilaksanakan di akhir hari.

“Namun pada kali ini, terjadi eror pada data saldo 10 persen nasabah Bank Mandiri,” kata dia, di Plaza Mandiri, Jakarta, Sabtu (20/7).

Menyoal hal sistem eror yang terjadi, pakar keamanan siber Pratama Persadha menghimbau masyarakat agar tenang dan menunggu maintenance benar-benar selesai serta mengembalikan dana nasabah.

Dia berharap peristiwa ini tidak menimbulkan rush money di masyarakat.

“Bila memang penyebab utamanya karena maintenance, Bank Mandiri harus benar-benar memastikan sistem update-nya siap terlebih dahulu di lab pengetesan. Bila langsung diaplikasikan secara live memang selalu ada kemungkinan eror,” jelasnya saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Sabtu (20/7/2019).

Dia menambahkan, Bank Mandiri kedepannya harus benar-benar menyiapkan sistemnya dengan baik, terutama saat maintenance dan update.

2 dari 2 halaman

Pernah Terjadi Kasus Sama

Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Peristiwa berubahnya saldo nasabah bila ditelisik juga terjadi di Bank Mandiri pada 2017 dan 2018 dengan skala kejadian yang lebih kecil.

“Jangan sampai peristiwa saldo berkurang ini terjadi berulang kali. Nasabah bisa hilang kepercayaan, tidak hanya pada satu bank, bisa membahayakan sistem perbankan nasional,” jelas pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Pratama berharap ini menjadi pelajaran untuk seluruh pihak terkait. Apalagi Bank Mandiri adalah salah satu bank terbesar di tanah air. Harapannya untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan nasabah, yang ujungnya adalah menjaga stabilitas nasional.

“Sejak siang kami amati, banyak yang mengeluh tidak bisa lagi mengecek mutasi saldo, beberapa melaporkan ATM juga relatif tidak bisa melakukan transaksi. Nasabah sangat dirugikan, harapannya Mandiri bisa memberikan kompensasi yang layak bagi seluruh nasabah,” tegasnya.

Akibat dari sistem eror memang dirasakan seluruh nasabah Bank Mandiri yang kesulitan melakukan transaksi sejak Sabtu siang. Pratama berharap tidak ada satu rupiah-pun uang nasabah yang hilang dan tidak kembali.

“Teknologi informasi memang terus berkembang dan membuat perbankan semakin tergantung pada teknologi. Namun itu harus diikuti dengan standar keamanan yang tinggi, baik dari SDM, sistem dan teknologi yang dimiliki. Keamanan siber kini menjadi faktor yang sangat diperhitungkan oleh banyak negara dan investor sebelum menjalin kerjasama ekonomi,” tutur Pratama mengakhiri pembicaraan.

(Ysl/Isk)

Seruan Regulasi Ketat untuk Mata Uang Digital di Pertemuan G7

Liputan6.com, Jakarta – Mata uang digital seperti Libra menjadi salah satu topik pembicaraan pada pertemuan G7 di Prancis. Para menteri keuangan dan bank sentral negara anggota G7 menyerukan regulasi ketat bagi mata uang digital supaya sistem keuangan dunia tidak terganggu.

Menteri Keuangan Perancis, Bruno Le Maire, mengatakan bahwa kelompok G7 menentang gagasan perusahaan-perusahaan teknologi dapat memiliki hak istimewa yang sama dengan negara-negara pada umumnya dalam menciptakan alat pembayaran tanpa kontrol dan kewajiban yang melekat padanya.

“Kami tidak dapat menerima perusahaan swasta yang menerbitkan mata uang mereka sendiri tanpa kontrol demokratis,” tutur Le Maire, sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (20/7/2019).

Kepresidenan Prancis mengatakan para menteri dan gubernur bank sentral anggota G7 telah menyepakati bahwa “Stablecoin dan berbagai produk baru lainnya yang saat ini sedang dikembangkan, termasuk proyek-proyek dengan jejak global dan berpotensi sistemik seperti Libra, meningkatkan masalah regulasi dan sistem yang serius”.

Oleh sebab itu, mereka mengkhawatirkan bahwa perusahaan teknologi besar akan melanggar batas-batas wilayah yang hanya dimiliki oleh pemerintah, seperti menerbitkan mata uang digital. Adapun pengumuman Libra–mata uang digital garapan Facebook–pada pertengahan Juni lalu menandai upaya ekspansi perusahaan di luar jejaring sosial dan beralih ke e-commerce dan pembayaran global.

Senator AS Cecar Petinggi Facebook soal Libra

Seorang petinggi Facebook David Marcus, sebagaimana diwartakan sebelumnya, dicecar oleh senator Amerika Serikat yang menangani urusan perbankan. Hal ini sehubungan dengan rencana Facebook meluncurkan Libra.

Salah seorang senator, Sherrod Brown, seperti dikutip dari BBC, mengatakan Facebook telah menunjukkan skandal demi skandal. Dengan demikian, menurut Sherrod, rencana Facebook ini “tidak layak mendapat kepercayaan kita”.

Sebelum menjalankan model bisnis baru di bidang mata uang digital, Facebook diperintahkan untuk menangani permasalahan yang sudah ada, misalnya dugaan pelanggaran privasi pengguna.

Sherrod, yang merupakan anggota Partai Demokrat, berujar, “Kami sudah gila, kalau kami memberi mereka kesempatan untuk membiarkan mereka bereksperimen dengan rekening bank orang.”

Seorang senator lain dari Partai Republik, Martha McSally, mengatakan, “Aku tidak percaya kalian. Alih-alih membereskan masalah, kalian malah mau menjalankan model bisnis baru.”

(Why/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Tips Memfoto Model dengan Smartphone ala Rio Motret

Liputan6.com, Malang – Smartphone kini dilengkapi dengan kamera yang kemampuannya tidak kalah dengan kamera profesional. Bahkan, kehadiran smartphone yang memiliki kamera mumpuni bisa dipakai untuk memotret model sekali pun.

Salah satunya adalah Oppo Reno 10x Zoom, yang memiliki tiga lensa berbeda, guna memantapkan hasil foto. Ketiga lensa yang dimaksud adalah lensa 48MP dengan bukaan lebar, lensa wide-angle, hingga lensa telephoto yang bisa dipakai untuk zoom hingga 10x.

Hanya dengan sebuah smartphone, hasil foto dengan model pun akan layak dipajang di media sosial. Meski kamera smartphone sudah mumpuni, memotret model butuh sejumlah trik agar hasilnya seperti hasil foto fotografer profesional.

Dalam acara Media Experience Oppo Reno 10x Zoom, di Malang, Jawa Timur, Tekno Liputan6.com berkesempatan mendapatkan coaching photography session dengan fotografer terkemuka, Rio Motret.

Namanya sudah tak asing lagi, pasalnya Rio kerap menjepret deretan nama selebritas terkenal. Rio Motret pun memberikan sejumlah tips dan trik untuk memotret model menggunakan smartphone, agar hasilnya seperti karya fotografer profesional. Apa saja?

1. Arahkan gaya model

Rio mengatakan, tips pertama saat hendak memotret model adalah fotografer harus mampu mengarahkan gaya model.

Hal ini dilakukan agar hasil foto bisa mendapatkan angle yang sempurna. “Selain itu, tanpa arahan gaya, model biasanya akan bingung hendak bergaya seperti apa,” kata Rio Motret, Kamis (18/7/2019).

Untuk itu, hal pertama yang mesti dilakukan adalah fotografer tidak boleh malu mengarahkan gaya si model.

2. Pilihan warna baju model

Dalam sebuah sesi foto, terutama di tempat wisata yang ramai, gaya berpakaian model perlu diatur.

“Pemilihan baju itu penting banget, saat sedang ada di tempat yang ceria, pakaian yang dipilih juga harus ceria. Hindari warna hitam dan pilih warna putih atau pastel agar tetap netral,” kata Rio Motret.

Selain itu, make up atau riasan wajah si model juga perlu diperhatikan agar hasil foto lebih sempurna.

2 dari 4 halaman

Cahaya dan Latar Belakang Foto

Oppo resmi perkenalkan smartphone Reno 10x Zoom. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

3. Memastikan Wajah Model Terkena Cahaya

Rio Motret mengatakan, salah satu hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengarahkan wajah model agar tetap terkena cahaya. Dengan begitu, wajah model bisa lebih glowing dan tidak gelap, seperti foto di bawah ini.

Memastikan wajah model terkena cahaya matahari saat difoto merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan agar jepretan smartphone lebih baik (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

“Kalau di tempat yang ada cahaya matahari, pastikan agar wajah model mengarah ke cahaya matahari. Karena, kalau model menunduk, bayangan wajahnya terlihat,” kata Rio Motret.

Jika model tidak melihat ke arah datangnya cahaya, pada wajah model bakal terlihat bayangan saat difoto, seperti di bawah ini (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Untuk itu, menurut Rio, wajah model perlu lebih mendongak ke arah cahaya matahari saat hendak difoto. 

4. Perhatikan Latar Belakang Foto

Agar hasil foto lebih sempurna dan tidak bocor dengan penampakan benda-benda atau orang yang lalu lalang di tempat wisata, fotografer perlu memperhatikan latar belakang foto.

Pastikan agar segala penghalang bisa ditutupi dengan berbagai teknik.

3 dari 4 halaman

Pakai Mode Zoom dan Portrait

Modul kamera Oppo Reno 10x zoom (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

5. Penggunaan Zoom

Rio Motret mengatakan, salah satu hal yang dapat dilakukan agar latar belakang foto bebas dari gangguan benda atau orang lalu lalang adalah dengan memakai mode zoom pada smartphone.

Khusus untuk Oppo Reno 10x Zoom, kata Rio Motret, dibekali dengan kemampuan zoom digital hingga 10x. Hal ini akan sangat membantu saat memotret model, agar bagian latarnya bebas dari gangguan.

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model, dengan mode zoom 6x (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

“Untuk foto di tempat yang ramai dan minim cahaya matahari, kita bisa menggunakan mode zoom 6x atau 10x kali pada Reno 10x Zoom,” kata Rio Motret.

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model, dengan mode 10x zoom (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

6. Penggunaan Mode Portrait

Rio Motret mengatakan, di smartphone Reno 10x Zoom juga dibekali dengan kemampuan portrait atau memfoto dengan latar bokeh.

Mode ini juga bisa dimanfaatkan saat memfoto model. Tujuannya adalah agar latar belakang foto terbebas dari gangguan dan fokus pada muka dan badan model.

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model, dengan mode Portrait (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Dengan begitu, hasil foto bisa lebih artistik dan layak diunggah ke media sosial.

4 dari 4 halaman

7. Saat kondisi minim cahaya

OPPO Reno Series pada gelaran “Unlock Your Creativity”. (via: Maverick).

Salah satu tantangan dalam memotret model adalah kondisi minim cahaya atau malam hari. Namun ada trik yang bisa dilakukan, yakni penggunaan mode Malam di Oppo Reno 10x Zoom.

Saat memotret dengan mode malam pun, model perlu diarahkan agar wajah atau sosoknya terpapar sedikit cahaya. Selanjutnya, fotografer bisa menjepret model sesuai gaya yang diarahkan.

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model dengan mode Malam. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Namun, untuk memoto dengan mode malam, fotografer harus memegang smartphone dengan stabil selama beberapa detik. Jika goyang, hasil foto pun akan ngeblur. 

Hasil kamera Oppo Reno 10x Zoom untuk memotret model dengan mode Malam. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

(Tin/Isk)

Triplogic Gandeng SBM ITB Kembangkan Pelaku UMKM

Liputan6.com, Jakarta – Startup digital logistik on demand, Triplogic bekerja sama dengan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) membangun Program Pengembangan Bisnis Usaha Kecil Menengah.

Keduanya berkolaborasi untuk menjadikan SBM ITB sebagai kiblat UKM dan startup digital di Indonesia. Program pengembangan ini diresmikan Wakil Dekan Sumberdaya SBM ITB, Dr. Aurik Gustomo S.T., M.T. dan CEO Triplogic Oki Earlivan Sampurno.

Nantinya, kerja sama ini akan mencakup bidang pelatihan dan pembinaan. Tidak hanya itu, ada pula akses permodalan, inkubasi bisnis, hingga kolaborasi antar-UKM.

Menurut Oki, tantangan UKM dan startup digital saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesempatan berkolaborasi. Terlebih, di era 4.0 saat ini bukan hanya persaingan teknologi, tapi juga kualitas SDM.

“Era industri 4.0 bukan hanya persaingan teknologi, kualitas SDM menjadi faktor kunci dalam kompetisi digital. Selain itu, kesempatan kolaborasi antarwirausaha(wan) menjadi faktor yang dapat membuat sebuah usaha tetap berkesinambungan,” tutur Oki dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (20/7/2019).

Triplogic sendiri akan berfokus pada seleksi UKM dan startup digital, termasuk business matching dan akses permodalan untuk meningkatkan kapabilitas usaha. Program kolaborasi ini terbuka untuk pelaku UKM, startup digital dan sivitas akademika ITB.

“Kami akan menjadikan UKM dan startup terpilih sebagai bagian dari ekosistem Triplogic, sehingga semua akan tumbuh bersama dan saling menguntungkan,” tutur Oki lebih lanjut.

Wakil Dekan Sumberdaya SBM ITB, Aurik, pun menyambut baik kerja sama strategi ini. Aurik menuturkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi ITB.

“Triplogic memiliki visi yang sejalan dengan ITB yaitu memajukan anak bangsa serta menjadikan ITB sebagai kampus yang mengembangkan inovasi digital dan kewirausahaan,” tutur Aurik.

SBM ITB sendiri akan berperan dalam memberikan fasilitas, sarana dan prasarana, yang mencakup pelatihan kewirausahaan pada para UKM dan startup digital yang terpilih mendapatkan kesempatan pembinaan.

2 dari 3 halaman

Idealogy Bootcamp 2019 SBM ITB

Triplogic siap bangun Program Pengembangan Bisnis Usaha Kecil Menengah berkolaborasi dengan SBM ITB (sumber: ist.)

Tidak hanya itu, SBM ITB saat ini telah melakukan kegiatan kemahasiswaan yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui Idealogy Bootcamp 2019.

Menurut Ketua Panitia Idealogy Bootcamp 2019 sekaligus Direktur Kemahasiswaan SBM ITB, Sonny Rustiadi PhD, workshop ini kedua kalinya diadakan oleh SBM ITB. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan semangat kolaborasi antarfakultas. Ada lebih dari 150 peserta yang terdaftar dari mahasiswa berbagai fakultas dan sekolah di ITB.

Acara ini akan mengundang sejumlah pembicara, seperti CEO Triplogic, CEO Warung Pintar dan CEO E-Fishery.

“Sejumlah alumni SBM ITB akan memberikan wawasan pada mahasiswa cara teknologi berperan penting dalam membangun sebuah bisnis yang unggul dalam industri,” tutur Sonny.

(Dam/Why)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tagar Mandiri Eror Trending Topic, Warganet Curhat Saldo Tabungan Berkurang

Liputan6.com, Jakarta – Nasabah Bank Mandiri pagi ini, Sabtu (20/7/2019), dibuat kebingungan saat mengetahui saldo tabungan milik mereka berubah.

Sontak, mereka pun langsung mengadukan masalah yang dihadapi ke akun Twitter resmi Bank Mandiri, yakni @bankmandiri.

Beberapa mengeluhkan, saldo tabungan mereka tiba-tiba bertambah nominalnya. Lainnya, terkejut mendapati saldo di rekening Bank Mandiri miliknya kosong.

Alhasil, tagar #mandirierror yang berisikan cuitan kebingungan tentang saldo di rekening para nasabah Bank Mandiri inipun menjadi trending topic di Twitter.

Berikut ini adalah beberapa curhatan warganet tentang Bank Mandiri yang sedang eror. 

2 dari 2 halaman

Warganet Kebingungan Bank Mandiri Eror

Ilustrasi Foto Mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) (iStockphoto)

(Ysl/Isk)

Bank Mandiri Eror, Warganet Keluhkan Saldo Tabungan Berubah

Liputan6.com, Jakarta – Sejak pagi ini, Sabtu (20/7/2019), sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan saldo di rekening mereka berubah tiba-tiba di Twitter.

Beberapa mendapati saldo di rekening mereka ada yang bertambah, dan ada pula yang berkurang–hingga nol.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, pencarian kata kunci “Bank Mandiri” dan “Bank Mandiri error” cukup banyak dikeluhkan warganet.

Sejumlah warganet pun mengalamatkan keluhan mereka ke akun Twitter @bankmandiri, sekaligus berusaha menghubungi layanan costumer service (CS).

Berikut ini adalah beberapa rangkuman twit warganet yang mengeluhkan saldo tabungan di Bank Mandiri mereka berubah.

2 dari 2 halaman

Warganet Keluhkan Saldo Tabungan Berkurang

Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

(Ysl/Isk)

Instagram Makin Cepat Deteksi Akun Pelanggar Aturan

Liputan6.com, Jakarta – Instagram baru saja mengumumkan pembaruan kebijakan untuk mekanisme penonaktifkan akun. Kali ini, Instagram bekerja sama dengan Facebook untuk menciptakan kebijakan agar platform-nya dapat menjadi medium suportif bagi semua orang.

Dengan pembaruan ini, Instagram dapat dengan cepat mendeteksi dan menghapus akun yang telah berulang kali melanggar kebijakan.

Hal ini berbeda dari kebijakan yang diterapkan saat ini. Untuk sekarang, Instagram biasanya akan menonaktifkan sebuah akun setelah membuat unggahan yang melanggar kebijakan dalam batas persentase tertentu.

Namun dengan kebijakan baru, Instagram juga dapat menghapus akun yang melakukan sejumlah pelanggaran dalam jangka waktu tertentu.

Pembaruan ini sama dengan kebijakan mekanisme penonaktifkan akun di Facebook. Menurut Instagram, pembaruan ini membantu platform-nya menerapkan kebijakan penonaktifkan yang lebih konsisten dan mendorong pengguna bertanggung jawab atas isi unggahannya.

“Selain itu, Instagram memperkenalkan proses notifikasi baru yang dapat membantu pengguna lebih sadar jika akun mereka berisiko dinonaktifkan,” tulis Instagram dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Sabtu (20/7/2019).

Lewat notifikasi ini, Instagram ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengajukan banding atas konten yang dihapus.

Sebagai permulaan, konten yang masuk dalam kategori pelanggaran berisi pornografi, perundungan dan pelecehan, ujaran kebencian, penjualan narkoba, dan terorisme.

Kendati demikian, Instagram akan memberikan waktu banding hingga beberapa bulan ke depan. Apabila sebuah unggahan dihapus karena ada kekeliruan, Instagram memastikan akan mengembalikannya dan menghapus catatan pelanggaran dari akuntersebut.

Nantinya, pengguna yang ingin mengajukan banding dapat melakukannya melalui Pusat Bantuan Instagram. Media sosial itu juga berencana untuk menghadirkan fitur banding langsung dari aplikasi.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram. (via: istimewa)

Sebelumnya, Instagram juga mengumumkan akan memakai bantuan AI (artificial intelligence) untuk mengurangi komentar kasar yang ‘gentayangan’ di platform tersebut.

Mengutip dari laman Ubergizmo, Selasa (9/7/2019), Instagram akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Twitter Benahi Masalah Twit Gaib

Liputan6.com, Jakarta – Pengguna aktif Twitter beberapa bulan belakangan ini pasti pernah mendapati unavailable tweets di lini masanya. Hal ini cukup menjengkelkan, mengingat pengguna malah disuguhi serangkaian twit gaib, alih-alih membaca twit yang diharapkan pada sebuah twit atau utas.

Jumat (19/7/2019), Twitter akhirnya angkat bicara mengenai isu ini. Melalui akun resmi @TwitterSupport, disampaikan bahwa jejaring sosial berbasis mikroblog tersebut sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah ini. 

Dijelaskan pula beberapa hal yang menyebabkan twit gaib tersebut, yaitu “twit tersebut telah dihapus atau diproteksi (ditulis oleh akun dengan setelan privat), atau twit itu memuat kata kunci yang dibisukan. Dalam beberapa pekan ke depan, kamu akan melihat lebih banyak konteks pada setiap peringatan untuk membantu menjelaskan mengapa twit itu tidak tersedia,” ujar Twitter.

Selain itu, menurut amatan Tekno Liputan6.com, ada pula beberapa hal yang boleh jadi menyebabkan twit gaib, yakni twit itu berasal dari pengguna yang telah memblokir kamu; kamu telah memblokir pengguna itu; pengguna dengan setelan privat telah me-retweet twit itu; twit itu telah menandai seseorang yang telah kamu blokir; dan twit itu telah ditandai sebagai konten sensitif.

Pemakaian Ikon pada Percakapan

Selain perbaikan atas masalah twit gaib, Twitter juga tengah menguji pemakaian ikon pada percakapan atau utas. Hal ini diklaim akan memudahkan pengguna mengikuti alur percakapan.

Ada tiga macam ikon yang disematkan pada pengguna yang terlibat di percakapan, yakni ikon mikrofon, ikon “@” dan ikon kecil orang dengan tanda centang. Ketiga ikon itu menandakan peran berbeda dari masing-masing pengguna yang terlibat di dalam percakapan.

Pemakaian ikon semacam ini sebetulnya bukan hal baru. Awal tahun ini Twitter pernah menguji pemberian label “author” dan “mentioned”. Untuk melihat perbedaannya, simak sampel twit di bawah ini. 

Di antara pemakaian label dan ikon, manakah yang lebih kamu sukai?

(Why/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Top 3 Tekno: Respons Unik Kaesang ke Pencibir Jokowi Viral

Liputan6.com, Jakarta Cara unik Kaesang Pangarep dalam merespons warganet yang mencibir ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di Twitter.

Berita ini pun menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019) kemarin.

Informasi lain yang tak kalah menuai perhatian datang dari Gofleet, layanan sewa mobil khusus hasil kolaborasi Gojek dengan Astra.

Lebih lengkapnya simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Warganet Cibir Jokowi, Kaesang Pangarep: Sang Pisangnya Kakak

Pada Jumat (19/7/2019), Twitter diramaikan dengan cara unik Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membalas nyinyiran warganet yang dialamatkan kepada ayahnya.

Bukannya balik mengomentari warganet tersebut, Kaesang malah mempromosikan “Sang Pisang”, usaha kuliner miliknya.

Hingga berita ini diturunkan, twit Kaesang sudah mendapatkan retweet dari warganet hingga 5,3 ribu dan 18,3 ribu yang menyukai komentarnya di Twitter.

Baca selengkapnya di sini

2. Gofleet, Layanan Sewa Mobil Khusus Hasil Kolaborasi Gojek dan Astra

Perusahaan patungan PT Astra International Tbk (ASII) dan Gojek, PT Solusi Mobilitas Bangsa (SMB), baru saja meluncurkan solusi mobilitas roda empat bernama Gofleet.

Gofleet merupakan penyelenggara layanan angkutan sewa khusus yang menyediakan solusi mobilitas berkualitas bagi mitra driver jasa transportasi online pintu ke pintu di Indonesia, dalam bentuk penyediaan kendaraan, perawatan, layanan perbaikan, perlindungan asuransi, dan monetisasi kendaraan melalui pemasangan iklan.

“Gofleet merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis antara Astra dan Gojek yang dimulai sejak investasi kami di Gojek pada Februari 2018,” kata Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto melalui keterangannya, Jumat (19/7/2019)

Baca selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

3. Kaspersky Angkat Bicara soal Keamanan Data di Aplikasi FaceApp

FaceApp. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Fenomena FaceApp kembali populer setelah meluncur pertama kali dua tahun sebelumnya. Namun, kepopulerannya berbuntut panjang.

Di balik ketenaran aplikasi ini, banyak masyarakat juga mempertanyakan bagaimana keamanan data para penggunanya.

Menjawab hal tersebut, Kaspersky memberikan langkah-langkah proaktif dan rekomendasi bagi para pengguna agar terhindar dari risiko keamanan yang berbahaya.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Perbarui Aturan, Instagram Makin Cepat Deteksi Akun Pelanggar Aturan

Liputan6.com, Jakarta – Instagram baru saja mengumumkan pembaruan kebijakan untuk mekanisme penonaktifkan akun. Kali ini, Instagram bekerja sama dengan Facebook untuk menciptakan kebijakan agar platform-nya dapat menjadi medium suportif bagi semua orang.

Dengan pembaruan ini, Instagram dapat dengan cepat mendeteksi dan menghapus akun yang telah berulang kali melanggar kebijakan.

Hal ini berbeda dari kebijakan yang diterapkan saat ini. Untuk sekarang, Instagram biasanya akan menonaktifkan sebuah akun setelah membuat unggahan yang melanggar kebijakan dalam batas persentase tertentu.

Namun dengan kebijakan baru, Instagram juga dapat menghapus akun yang melakukan sejumlah pelanggaran dalam jangka waktu tertentu.

Pembaruan ini sama dengan kebijakan mekanisme penonaktifkan akun di Facebook. Menurut Instagram, pembaruan ini membantu platform-nya menerapkan kebijakan penonaktifkan yang lebih konsisten dan mendorong pengguna bertanggung jawab atas isi unggahannya.

“Selain itu, Instagram memperkenalkan proses notifikasi baru yang dapat membantu pengguna lebih sadar jika akun mereka berisiko dinonaktifkan,” tulis Instagram dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Sabtu (20/7/2019).

Lewat notifikasi ini, Instagram ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengajukan banding atas konten yang dihapus.

Sebagai permulaan, konten yang masuk dalam kategori pelanggaran berisi pornografi, perundungan dan pelecehan, ujaran kebencian, penjualan narkoba, dan terorisme.

Kendati demikian, Instagram akan memberikan waktu banding hingga beberapa bulan ke depan. Apabila sebuah unggahan dihapus karena ada kekeliruan, Instagram memastikan akan mengembalikannya dan menghapus catatan pelanggaran dari akuntersebut.

Nantinya, pengguna yang ingin mengajukan banding dapat melakukannya melalui Pusat Bantuan Instagram. Media sosial itu juga berencana untuk menghadirkan fitur banding langsung dari aplikasi.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram. (via: istimewa)

Sebelumnya, Instagram juga mengumumkan akan memakai bantuan AI (artificial intelligence) untuk mengurangi komentar kasar yang ‘gentayangan’ di platform tersebut.

Mengutip dari laman Ubergizmo, Selasa (9/7/2019), Instagram akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

HEADLINE: Heboh Aplikasi FaceApp, Platform Asal Rusia yang Curi Data Pengguna?

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp kembali viral di media sosial. Banyak para pengguna mengedit foto mereka menjadi terlihat tua dan kemudian diunggah ke media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

Viralitas aplikasi buatan Rusia tersebut kian terdongkrak ketika sejumlah selebritas Tanah Air dan Hollywood mengedit wajah mereka menjadi tampak jauh lebih tua menggunakan FaceApp. Alhasil, tren #FaceAppChallenge sempat viral di berbagai platform media sosial.

FaceApp sendiri adalah aplikasi pengubah potret wajah berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bisa ‘merombak’ raut wajah manusia secara ekstrem. Orang berusia muda bisa tampak dewasa hingga keriput seperti kakek-kakek atau nenek-nenek. Sebaliknya, mereka yang sudah berumur bisa terlihat bak anak-anak. 

Namun, di tengah hebohnya aplikasi buatan Rusia tersebut muncul dugaan kalau platform ini diam-diam mencuri data pengguna, seperti foto wajah, yang dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk keperluan tertentu.

Pihak FaceApp kemudian membantah hal tersebut dengan memberikan pernyataan kepada TechCrunch untuk mengklarifikasi kebijakannya terkait masalah privasi.

Meskipun persyaratan layanan menunjukkan data masih dapat ditransfer ke tim pengembang Rusia, perusahaan mengklaim bahwa data pengguna tetap berada di server.

Yaroslav Goncharov, mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp menjelaskan, foto yang disimpan di server sebenarnya digunakan untuk membuat proses pengeditan lebih efisien untuk pengguna. Setelah itu, foto-foto tersebut akan dihapus dalam waktu 48 jam.

Selain itu, FaceApp mengatakan, 99 persen pengguna memilih untuk tidak melakukan log in, sehingga aplikasi tidak memiliki banyak cara untuk mengidentifikasi informasi pengguna.

Pun demikian, kita tidak mengetahui dengan pasti apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna atau tidak.

Perlu diingat, kita pun kerap mengunggah foto wajah ke server perusahaan teknologi lain, seperti Facebook, Instagram atau Google.

Infografis FaceApp Curi Data Pengguna? (Liputan6.com/Abdillah)

2 dari 6 halaman

Pakar Keamanan Siber Angkat Bicara

Pakar keamanan siber, Pratama D Persadha (Liputan6.com/Balgoraszky Arsitide Marbun)

Bicara soal bahaya aplikasi FaceApp yang menjadi buah bibir di tengah masyarakat, Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha angkat bicara.

Ia mengatakan sebenarnya FaceApp sudah memberikan ketentuan bahwa mereka bisa menjual serta mendistribusikan foto yang ada di aplikasi serta foto tidak otomatis terhapus dari server mereka meski sudah kita hapus.

“Satu hal yang perlu dicatat, FaceApp adalah aplikasi gratis yang tentunya membutuhkan pemasukan. Salah satunya dengan menjual foto kita untuk tujuan komersial. Tidak seperti Facebook dan Instagram yang mengolah data para pemakainya dan bisa saja dijual pada pihak ketiga, seperti skandal Cambridge Analytica,” ujar Pratama kepada Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

Ia menambahkan, FaceApp hanya mengumpulkan foto, dan memang ada kekhawatiran bahwa foto tersebut dikumpulkan untuk nantinya digunakan untuk membuka password di smartphone. Meski kemungkinan itu ada, namun masih terlalu jauh.

“Sebenarnya Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi kita dibandingkan FaceApp. Sebaiknya, orang-orang penting seperti pejabat, tidak memakai aplikasi ini,” ujar Pratama.

Pria yang juga dikenal sebagai Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) ini menegaskan, secara umum sebenarnya apa yang dituangkan di ketentuan FaceApp adalah hal yang biasa dan banyak dilakukan oleh aplikasi lain, seperti akses ke kamera dan kontak smartphone.

3 dari 6 halaman

63 Persen Pengguna Tak Hiraukan Ketentuan Aplikasi

Ilustrasi: penggunaan aplikasi FaceApp untuk keperluan mengedit foto

Berkaitan dengan hal tersebut, penyedia solusi keamanan Kaspersky mengungkap, mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi, ketika mereka menginstal aplikasi baru.

“Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan–seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA via email.

Pada dasarnya, tidak ada salahnya bila kita mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini.

“Akan tetapi, ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, dan pesan pribadi,” tutur Yeo menambahkan.

Bila mengklik “Allow” tanpa pikir panjang, ada kemungkinan pembuat aplikasi resmi atau pun ilegal akan mengakses hal yang seharusnya tetap menjadi data rahasia pengguna.

Ketika data sensitif itu diretas atau disalahgunakan, aplikasi viral seperti FaceApp pun dapat memanfaatkan celah untuk dieksploitasi oleh peretas guna menyebarkan virus berbahaya.

4 dari 6 halaman

Tips Hindari Pencurian Data

Lebih lanjut, Kaspersky pun memberikan tips agar pengguna dapat menghindari pencurian data.

Kaspersky menyarankan, pengguna harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka.

Berikut adalah beberapa langkah dasar yang dapat lakukan:

1. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Jangan lupa untuk membaca ulasan dan peringkat aplikasi

2. Pilih aplikasi yang ingin diinstal pada perangkat dengan bijak

3. Baca perjanjian lisensi dengan cermat

4. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi

5. Hindari mengklik “next” selama instalasi aplikasi

6. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat

5 dari 6 halaman

3 Aplikasi Mirip FaceApp yang Tak Kalah Populer

FaceApp (sumber: express)

Seiring kepopuleran FaceApp, sejumlah aplikasi tiruan yang kurang dikenal, tiba-tiba ikut melesat dan bertengger pada posisi teratas di toko aplikasi App Store dan Google Play.

Ambil contoh aplikasi AgingBooth. Diluncurkan sembilan tahun lalu, aplikasi ini sekarang loncat menjadi aplikasi nomor dua di App Store (juga di top 50 Google Play).

Anehnya, AgingBooth sama sekali belum mendapatkan pembaruan selama hampir tiga tahun. Akan tetapi, dalam sepekan terakhir, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 2,2 juta kali. Demikian berdasarkan data dari Sensor Tower.

Tak seperti FaceApp yang menghadirkan ‘permak’ wajah lebih realistis, efek AgingBooth terlihat lebih seperti kartun.

Aplikasi lain dengan kualitas meragukan juga menuai popularitas. Dibuat oleh pengembang asal Tiongkok, Akie Mine, aplikasi berjudul faceapp! juga beranjak ke posisi teratas di App Store dalam beberapa hari terakhir.

Tampil dengan ikon mirip FaceApp, anehnya aplikasi ini tidak memiliki fitur yang dapat mengubah usia.

Terakhir adalah Oldify, sebuah aplikasi kloningan FaceApp yang populer baru-baru ini. Sayang, aplikasi yang dirancang sejak enam tahun lalu ini tidak dapat diunduh secara gratis.

Dibanderol Rp 13 ribu, Oldify saat ini masuk ke dalam daftar teratas aplikasi berbayar di iOS dan sudah diunduh sebanyak 330 ribu kali dalam seminggu terakhir.

(Isk/Dam/Isk/Ein)

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

VIDEO: Heboh Aplikasi FaceApp

Liputan6.com, Jakarta Filter muka tua ini berasal dari aplikasi FaceApp. FaceApp adalah aplikasi besutan perusahaan Rusia yang dua tahun lalu juga sempat booming. FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa mengubah foto selfie dengan beberapa filter, termasuk mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Pahamify Optimistis Unggul di Industri Startup Edutech

Liputan6.com, Jakarta – Pahamify meramaikan industri edutech di Tanah Air dengan meluncurkan aplikasi belajar, yang biasa diakses dari smartphone.

Sebagai pemain baru, Pahamify optimistis tak akan kalah saing dari para kompetitornya, termasuk Ruangguru yang lebih dulu hadir.

Optimismes itu disampaikan oleh CEO Pahamify, Rousyan Fikri. Ia justru menilai persaingan pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat.

“Ada persaingan justru menguntungkan masyarakat, karena orang-orang akan berlomba untuk membuat yang lebih baik,” ungkap Fikri dalam acara peluncuran Pahamify di kawasan Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Hubungan dekat ia dan para pendiri Pahamify lain, Mohammad Ikhsan dan Edria Albert, dengan dunia pendidikan menjadi salah kekuatan yang dimiliki Pahamify.

Selain itu, kata Fikri, tim Pahamify juga memiliki latar belakang teknologi dan kreativitas.

Tim Pahamify yang juga di balik channel YouTube Hujan Tanda Tanya, juga menjadi keunggulan karena dinilai cukup unggul sebagai pembuat konten.

“Dengan bekal itu semua, kami yakin bisa membuat sesuatu yang sangat bagus. Meski ada pemain lagi, tapi sejauh ini kami mendapatkan review yang bagus tentang Pahamify,” tutur Fikri.

2 dari 2 halaman

Puluhan Ribu Pengguna

Pahamify Bikin Belajar Makin Mudah Lewat Smartphone. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Pahamify sendiri saat ini sudah memiliki puluhan ribu pengguna. Fikri mengklaim jumlahnya terus mengalami peningkatan sejak pertama kali tersedia pada Oktober 2018.

“Jumlah pengguna kami berkembang cukup pesat. Kami sangat optimis dengan layanan yang telah kami siapkan selama 1,5 tahun ini,” jelas Fikri.

Selain berusaha menumbuhkan jumlah pengguna, Pahamify juga akan terus menambah konten di dalam aplikasinya. Bahkan perusahaan juga tertarik untuk memperluas target penggunannya ke segmen pelajar SMP.

Pahamify pun juga akan berusaha menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan konten edutech.

“Saat ini untuk konten kami masih kerjakan sendiri, tapi kami juga ingin nanti bisa kerja sama dengan pemerintah. Kami sendiri di Pahamify ada lebih dari 50 orang, tapi semua konten mengikuti kurikulum yang ada di Indonesia, ” kata Fikri.

(Din/Ysl)

Pahamify Bikin Belajar Makin Mudah Lewat Smartphone

Liputan6.com, Jakarta – Startup edutech di Indonesia bertambah dengan kehadiran Pahamify. Aplikasi belajar ini menyuguhkan konten edukasi atau pelajaran melalui smartphone.

Tak hanya sekedar menyediakan materi belajar, Pahamify juga menyediakan Career Center yakni layanan konseling yang dikelola oleh psikolog dari Universitas Indonesia untuk membantu siswa mengenali minat dan bakat diri.

Layanan konseling ini tersedia dalam bentuk video, yang bisa diakses langsung oleh siswa di dalam aplikasi Pahamify.

“Fenomena belajar yang kami temukan ternyata tidak hanya di aspek belajar, tapi juga yang lain seperti yang memengaruhi minat belajar. Oleh sebab itu, Pahamify juga memiliki layanan konseling, yang tujuannya juga untuk membantu siswa belajar,” ungkap CEO dan co-founder Pahamify di kawasan Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Aplikasi Pahamify saat ini sudah tersedia untuk perangkat Android dan iOS. Saat ini konten yang tersedia hanya untuk siswa SMA jurusan IPA, sedangkan konten IPS dijadwalkan akan rilis pada September 2019.

Learning Center untuk IPA ini memiliki berbagai konten, termasuk mengenai pelajaran fisika, kimia, biologi, dan matematika. Di dalamnya tidak hanya berisi rangkuman, tapi juga berbagai kuis terkait pelajaran tersebut.

Untuk bisa menikmati konten di Pahamify, pengguna harus membayar biaya berlangganan. Paket berlangganan 1 bulan seharga Rp 170 ribu, 3 bulan Rp 370 ribu, 6 bulan Rp 570 ribu, dan 1 tahun Rp 870 ribu. Namun sebelum 1 Agustus 2019, pengguna akan mendapatkan potongan harga 70 persen.

2 dari 2 halaman

Puluhan Ribu Pengguna

Pahamify Bikin Belajar Makin Mudah Lewat Smartphone. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Diungkapkan Fikri, Pahamify saat ini sudah memiliki puluhan ribu pengguna. Ia mengklaim jumlahnya terus mengalami peningkatan sejak pertama kali tersedia pada Oktober 2018.

“Jumlah pengguna kami berkembang cukup pesat. Kami sangat optimis dengan layanan yang telah disiapkan selama 1,5 tahun ini,” tutur Fikri.

Selain berusaha menumbuhkan jumlah pengguna, Pahamify juga akan terus menambah konten di dalam aplikasinya. Perusahaan juga tertarik untuk memperluas target penggunannya ke segmen pelajar SMP.

Pahamify pun juga akan berusaha menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan konten edutech.”Saat ini untuk konten kami masih kerjakan sendiri, tapi kami juga ingin nanti bisa kerja sama dengan pemerintah. Kita sendiri di Pahamify ada lebih dari 50 orang, tapi semua konten kami mengikuti kurikulum yang ada di Indonesia, ” ungkap Fikri.

(Din/Ysl)

Ini Kata Psikolog UI tentang Warganet Marak Pakai FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Sempat populer dua tahun silam, FaceApp, tiba-tiba kembali booming di kalangan warganet. Tak tanggung-tanggung, sejumlah selebritas hingga pejabat pun ramai-ramai menggunakan aplikasi “permak” wajah ini.

Alhasil, tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge pun meramaikan platform media sosial, seperti Instagram, Twitter dan Facebook.

Melihat fenomena tersebut, Anna Surti Ariani, seorang psikolog Universitas Indonesia pun angkat bicara tentang alasan mengapa warganet ramai-ramai menggunakan aplikasi FaceApp ini.

“Fenomena FaceApp ini sangat menarik banget. Alasan kenapa mereka menggunakan aplikasi ini, banyak sih,” kata perempuan yang biasa disapa Nina kepada Tekno Liputan6.com lewat pesan singkat, Jumat (19/7/2019).

“Salah satu alasannya adalah mengikut tren di medsos saat ini. Ada banyak orang yang merasa, kalau tidak ikutan pakai FaceApp, maka (mereka) merasa kurang eksis.”

2 dari 2 halaman

Alasan Warganet Ramai-Ramai Pakai FaceApp

Aplikasi FaceApp. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Dia juga menyebutkan, “Ada juga yang ingin tahu masa depan. Hidup kita kan begitu tak terduganya. Jadi, kalau ada hal-hal yang bisa membuat hidup kita sedikit lebih terduga, misalnya wajah kita di masa depan akan seperti apa (hidup jadi lebih menarik).”

Nina juga mengungkap banyak orang di masyarakat yang mengalami ketidakpuasan terhadap diri sendiri. “Misalnya, (merasa) kurang cantik atau kurang simetris, atau apalah. Jadi kita ingin mengubah diri sesuai dengan yang kita mau.”

Hal lain yang menjadi alasan menggunakan aplikasi “permak” wajah semacam FaceApp, antara lain ingin tahu seperti apa wajah kita saat tua.

“Dengan cara ini, banyak orang lebih siap menghadapi masa tua. Karena banyak yang merasa ingin menghindari masa tua akibat takut jadi keriput dan lain-lain.”

Ada pula faktor ingin menipu, baik diri sendiri ataupun orang lain. “Misalnya foto yang ditaro di aplikasi perjodohan dibuat lebih ganteng atau lebih cantik biar menarik lebih banyak orang.”

(Ysl/Why)

3 Tips Supaya Jualan Kamu Laris di Instagram

Liputan6.com, Jakarta – Instagram kini tak lagi sekadar media sosial untuk terhubung dengan teman dan keluarga. Seiring perkembangannya, ada berbagai fitur yang bisa membantu akun personal maupun bisnis untuk berjualan di Instagram.

Instagram saat ini memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Menurut data perusahaan, untuk profil bisnis sendiri saat ini jumlahnya sudah lebih dari 25 juta.

Kepala Bagian Bisnis Berkembang & UKM Instagram, Ferdy Nandes, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara dengan profil bisnis terbanyak di dunia.

“Saat ini Instagram memiliki lebih dari 25 juta akun bisnis di Instagram, dan Indonesia merupakan satu dari lima negara dengan jumlah terbesar di dunia. Kita bersaing dengan Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan Rusia,” tutur Ferdy di kantor Instagram, Jumat (19/7/2019).

Nah, bagi yang tertarik mengembangkan bisnisnya, berikut tiga tips jitu dari Instagram:

1. Pakai tagar

Tagar merupakan cara tepat untuk menemukan banyak hal. Sayangnya, tagar yang dinilai sebagai senjata utama di media sosial tersebut masih jarang digunakan.

Instagram pun menekankan penggunaan tagar dengan bijak. Hindari penggunaan tagar dengan jumlah terlalu banyak. Usahakan menggunakan tagar khusus yang sesuai dengan bisnis Anda.

2 dari 2 halaman

2. Pelajari Insight

Kepala Bagian Bisnis Berkembang & UKM Facebook dan Instagram, Ferdy Nandes. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Instagram menyediakan Insight bagi setiap profil bisnis. Kehadiran fitur ini disebut dapat membantu pelaku bisnis memahami karakteristik audiens mereka dengan lebih baik.

Melalui Insight, pelaku bisnis dapat menentukan waktu tepat untuk mengunggah konten serta jumlahnya dalam satu hari.

Namun meski kamu mengunggah 10 konten per hari, Instagram mengklaim para follower tidak akan terganggu berkat algoritma yang ada. Algoritma Instagram akan menampilkan unggahan kamu secara bertahap kepada setiap follower.

3. Manfaatkan seluruh fitur

Tunjukkan ciri khas bisnis kamu, dan jadilah teman untuk konsumen dengan membangun interaksi. Manfaatkan berbagai fitur native Instagram seperti Feed, Stories, Live, hingga IGTV.

Selain itu, tak ada salahnya memasang iklan di Instagram untuk menjangkau audiens lebih luas. Instagram mematok harga pamasangan iklan mulai dari Rp 20 ribu.

(Din/Ysl)

Pakar Keamanan: Lebih Berbahaya Facebook atau Instagram Ketimbang FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp dalam beberapa hari terakhir tengah mendominasi media sosial, seperti Instagram maupun Twitter. Sebab, aplikasi besutan pengembang Rusia itu kini hadir dengan kemampuan yang makin baik, sehingga tidak terlihat merupakan hasil rekaan.

Namun, kepopuleran aplikasi ini bukannya tanpa masalah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kepemilikan foto yang diunggah untuk diedit melalui aplikasi FaceApp.

Dalam ketentuan yang diberikan pada pengguna, FaceApp memang menyebut mereka dapat menjual atau mendistribusikan foto dari pengguna. Tidak hanya itu, foto yang diunggah tidak langsung terhapus dari server.

Menyoal ketentuan itu, pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan hal itu wajar dilakukan aplikasi yang menawarkan layanan gratis. Jadi, salah satu yang dapat dilakukan adalah menjual foto untuk tujuan komersial.

Akan tetapi, langkah yang dilakukan FaceApp itu sebenarnya tidak sampai seperti yang dilakukan Facebook dan Instagram. Sebab, kedua media sosial itu mengolah data para penggunanya dan dapat dijual pada pihak ketiga.

“FaceApp hanya mengumpulkan foto. (Jadi) ada kekhawatiran foto tersebut dikumpulkan untuk nantinya membuka password smarpthone kita. Kemungkinan itu ada, tapi masih terlalu jauh,” tuturnya saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

Oleh sebab itu, Pratama menuturkan sekilas sebenarnya Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi pengguna ketimbang FaceApp. Akan tetapi, dia memang mengatakan sebaiknya orang penting tidak memakai aplikasi ini.

Alasannya, dengan menggunakan media sosial, pihak luar akan lebih mudah melakukan profiling terhadap orang penting tersebut. Karenanya, beberapa negara mengimbau pada para pejabat atau militer tidak bermain media sosial.

“Secara umum, apa yang dituangkan FaceApp adalah hal biasa dan banyak dilakukan aplikasi lain, seperti akses ke kamera dan kontak smartphone,” tutur Pratama mengakhiri pembicaraan.

2 dari 3 halaman

Kaspersky Angkat Bicara soal Keamanan Data di Aplikasi FaceApp

FaceApp (sumber: express)

Di sisi lain, Kaspersky juga memberikan langkah-langkah proaktif dan rekomendasi bagi para pengguna agar terhindar dari risiko keamanan yang berbahaya.

Dikutip dari keterangan resminya, Jumat (19/7/2019), Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA mengatakan, “Sebuah aplikasi menjadi viral–seperti FaceApp–di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan sering terjadi.”

“Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan–seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak.”

Kaspersky mengungkap data, ada mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi, ketika mereka menginstal aplikasi baru.

Pada dasarnya, memang tidak ada salahnya mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini. Akan tetapi, ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, pesan pribadi, dan lainnya.

Karena bila mengklik “Allow” tanpa pikir panjang, bukan hal yang tidak mungkin pembuat aplikasi resmi ataupun ilegal untuk mengakses hal yang seharusnya tetap menjadi data rahasia Anda.

Ketika data sensitif ini diretas atau disalahgunakan, aplikasi viral macam FaceApp pun dapat memanfaatkan celah untuk dieksploitasi oleh peretas menyebarkan virus berbahaya.

3 dari 3 halaman

Tips Hindari Pencurian Data dari Kaspersky

FaceApp, aplikasi edit foto yang konyol dan menggelitik. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Lebih lanjut, Kaspersky pun memberikan tips bagaimana agar pengguna dapat menghindari pencurian data.

Perusahaan menyarankan, “para pengguna online harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka.”

Adapun berikut ini adalah beberapa langkah dasar yang dapat kamu lakukan:

1. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Baca ulasan dan peringkat aplikasi juga

2. Pilih aplikasi yang ingin di instal pada perangkat mereka dengan bijak

3. Baca perjanjian lisensi dengan cermat4. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi Anda

5. Hindari mengklik “next” selama instalasi aplikasi

6. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat Anda.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Fokus ke Pasar Premium, Oppo Masih Mau Rilis Smartphone Murah?

Liputan6.com, Malang – Oppo Indonesia belum lama ini merilis smartphone premiumnya, Oppo Reno series. Tidak hanya berfokus pada kamera selfie, perangkat ini hadir dengan kemampuan kamera belakang yang mumpuni.

Belum lagi, Oppo Reno mengusung inovasi pivot rising kamera yang bakal naik dari sisi atas smartphone, saat kamera depan diaktifkan. Perusahaan membanderol Oppo Reno series lebih mahal ketimbang seri F dan A. Perangkat ini dijual mulai Rp 8 juta serta Rp 13 juta untuk tipe Reno 10x Zoom.

Dengan masuknya Oppo Reno series, apakah perusahaan asal Tiongkok tersebut mulai fokus ke pasar premium dan bakal mengurangi ketersediaan perangkat yang lebih murah?

PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto pun memberikan jawabannya. Menurut Aryo, sejak awal kehadirannya di tanah air, Oppo memang fokus menyasar pasar premium sejak awal.

“Dari awal, kami main di pasar premium, sekarang kami tetap melanjutkan pasar highend atau premium,” kata Aryo ditemui di acara Oppo Reno 10x Zoom Media Experience di Malang, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019).

Meski fokus pada pasar smartphone premium, Aryo mengatakan, Oppo Indonesia akan tetap menghadirkan smartphone entry level. Namun, ia mengakui, standar sebuah smartphone makin lama akan naik sedikit demi sedikit.

“Masih ada smartphone entry level, tetapi lambat laun, standarnya akan naik sedikit demi sedikit, jadi mungkin smartphone harga Rp 1,2 jutaan sudah tidak akan ada,” katanya.

2 dari 2 halaman

Oppo Punya Smartphone untuk Semua Segmen

Tampilan depan Oppo Find X. Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani

Sekadar informasi, saat ini Oppo memiliki beberapa segmen smartphone, yakni flagship, premium atau highend, serta entry level. Untuk seri flagship, perusahaan memiliki Oppo Find X, model smartphone inovatif yang dilengkapi dengan teknologi kamera pop-up dan diikuti oleh berbagai merek smartphone lain.

Selanjutnya di kelas premium atau highend, Oppo memiliki Reno series serta Oppo seri R17 Pro yang rilis pada akhir 2018.

Kemudian, untuk smartphone kelas menengah dan entry level, Oppo masing-masing memiliki smartphone seri F, yakni F11 dan F11 Pro, serta seri A untuk perangkat entry level-nya.

(Tin/Ysl)

Akademi Instagram Bakal Tingkatkan Keterampilan Digital Pengusaha Muda

Liputan6.com, Jakarta – Instagram memperkuat komitmennya untuk mengembangkan digital di Indonesia. Layanan media sosial tersebut pada hari ini meluncurkan Akademi Instagram, sebuah program pelatihan global yang dirancang khusus untuk wirausahawan muda di ranah digital.

Kepala Bagian Bisnis Berkembang & UKM Facebook dan Instagram, Ferdy Nandes, mengungkap program ini merupakan salah satu wadah dan inisiatif Instagram untuk memberikan pelatihan bagi wirausahawan muda agar lebih kreatif. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu para wirausahawan mengembangkan bisnis mereka.

“Kami menginginkan para wirausahawan lebih kreatif di Instagram, sehingga kami menghadirkan Akademi Instagram ini. Akademi Instagram ini diluncurkan pertama kali di Indonesia,” ungkap Ferdy di kantor Instagram, Jumat (19/7/2019).

Akademi Instagram akan digelar di tiga kota Indonesia, Jakarta (20/7), Bandung (3/8), dan Yogyakarta (24/8). Peserta yang mengikuti program ini harus berusia maksimal 35 tahun.

Dijelaskan Ferdy, ada beberapa persyaratan lain untuk bisa mengikuti program ini. Peserta harus sudah menjalankan usahanya di Instagram minimal satu tahun.

Program gratis ini tersedia bagi bisnis yang bergerak dalam salah satu dari 16 subsektor industri kreatif Badan Kreatif (Bekraf), di antaranya aplikasi dan pengembangan permainan, fashion, musik, dan fotografi.

“Program Akademi Instagram ini sekaligus sebagai upaya kami membantu Bekraf dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia,” tutur Ferdy.

2 dari 2 halaman

Gandeng Krevi

CEO Kreavi Anto Motulz. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Instagram bekerja sama dengan Kreavi, yaitu platform digital yang fokus menberdayakan para kreator visual Indonesia. Kreavi nantinya akan memilih 10 lulusan terbaik dari 1.000 perserti di tiga kota, untuk mengikuti program inkubasi pada September 2019.

Selama program Akademi Instagram berlangsung, para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan ilmu bisnis pada para pakar di bidangnya. Narasumber acara ini selain dari pihak Instagram, juga akan ada CEO Kreavi Anto Motulz, Head of Creative Tokopedia Andy Victor, dan co-founder Filosofi Kopi Handoko Hendroyono.

Melalui serangkaian sesi pelatihan dalam akademi ini, para peserta akan belajar cara memahami fitur-fitur bisnis Instagram, membuat konten menarik untuk pemasaran produk, dan strategi promosi yang tepat.

Setelah itu, baru Kreavi memilih 10 peserta inkubasi. Kemudian, Kreavi akan kembali melakukan seleksi untuk menentukan lima bisnis terbaik, yang nantinya akan mengikuti acara pameran lokal agar bisa mendapatkan konsumen potensial yang lebih luas.

Proses inkubasi sendiri akan berlangsung selama lima hari. “Selama beberapa hari itu, kami akan mencari tahu apa permasalahan mereka dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari tiap kreator itu bisa berbeda-beda. Ada yang masalahnya dari sisi modal atau proses distribusi. Setelah itu, kita akan bantu cari solusinya, ” jelas Motulz.

Bagi para pelaku bisnis yang tertarik dengan program ini, bisa mengakses akademiinstagran.kreavi.com, atau mengikuti informasinya melalui tagar #Akademiinstagram di Instagram.

(Din/Ysl)

Deretan Meme Lucu soal Aplikasi FaceApp yang Sedang Viral

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp kembali viral di media sosial beberapa hari terakhir. Kembali ramainya pemakaian aplikasi edit wajah ini turut didukung dengan tagar #FaceAppChallenge yang banyak beredar di media sosial.

Oleh sebab itu, saat ini banyak berseliweran di lini masa Twitter atau feed Instagram unggahan pengguna media sosial yang memajang wajah tuanya setelah diedit melalui aplikasi FaceApp.

Namun, sama seperti tren yang viral di media sosial, unggahan FaceApp kali ini tidak luput dari guyonan warganet. Buktinya, banyak meme bertema aplikasi besutan pengembang asal Rusia tersebut.

Beberapa di antara unggahan meme itu berisi guyonan timeline media sosial saat ini kebanyakan berisi konten dari FaceApp. Utamanya, gambar pengguna yang diubah menjadi tua.

Tidak hanya itu, ada beberapa warganet yang mengunggah gambar sejumlah figur publik yang ternyata tidak berubah meski sudah memakai aplikasi FaceApp.

Untuk mengetahui seperti apa unggahan tersebut, berikut ini ada beberapa yang sudah dihimpun Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

2 dari 3 halaman

FaceApp Kembali Viral, Bahaya Keamanan Pengguna Jadi Perhatian

Filter etnis FaceApp. (Foto: FaceApp)

Untuk informasi, FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa ‘memermak’ foto selfie dengan sejumlah efek, termasu mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Digunakan oleh banyak orang dan sangat menghibur, terkadang banyak pengguna yang tidak menyadari aplikasi tersebut dapat mengakses sejumlah fitur di dalam smartphone, ataupun informasi pribadi pengguna.

Beberapa pertanyaan muncul seiring kembali viralnya aplikasi ini. Seperti, apakah FaceApp dapat mengakses camera roll tanpa persetujuan?

Dikutip dari laman Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), peneliti keamanan dan CEO Guardian App, Will Strafach dan peneliti Baptiste Robert tidak menemukan bukti mengenai hal tersebut.

3 dari 3 halaman

Sekilas Soal Aplikasi FaceApp

FaceApp, aplikasi edit foto yang konyol dan menggelitik. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Aplikasi ini memang memungkinkan kamu memilih satu foto tanpa memberinya akses ke galeri foto. Tetapi, sebenarnya hal ini mendapatkan izin 100 persen dari API Apple saat iOS 11 diperkenalkan.

Ini memungkinkan pengembang membiarkan pengguna memilih satu foto dari sistem untuk diunggah ke aplikasi. Secara teori, FaceApp dapat memproses foto-foto di perangkat itu sendiri.

Yaroslav Goncharov, mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp mengatakan, foto yang diunggah ke aplikasi tersimpan di server perusahaan.

Hal tersebut dilakukan untuk menyimpan bandwidth jika pengguna menggunakan beberapa filter sekaligus, dan dihapus dalam waktu 48 jam sejak di-upload.

Tentu saja, kita tidak mengetahui dengan pasti apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna, tetapi perlu dinggat, kita selalu mengunggah foto wajah ke server perusahaan sepanjang waktu, seperti ke Facebook atau Google.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Undur Diri, Petinggi Xiaomi Pindah ke Google

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu petinggi Xiaomi, Donovan Sung, mengabarkan bahwa dia undur diri dari perusahaan. Donovan, yang merupakan juru bicara dan direktur manajemen produk Xiaomi global, mengumumkan bahwa bulan ini merupakan bulan terakhir baginya di Xiaomi.

“Ini adalah bulan terakhir bagi saya di #Xiaomi,” kata Donovan lewat akun Twitter pribadinya.

Di antara pengalaman yang berkesan baginya selama lima tahun terakhir adalah kesempatan untuk mengunjungi lebih dari dua puluh negara di seluruh dunia, termasuk India, Indonesia, Mesir dan Spanyol.

Untuk diketahui, dia memang pernah bertandang ke Indonesia ketika peluncuran produk pada bulan September 2017 silam di Jakarta.

Secara khusus pria yang pernah bekerja di Spotify, YouTube, Google dan Microsoft itu berterima kasih kepada Lei Jun yang merupakan CEO dan pendiri Xiaomi.

Ia pun menyebut beberapa capaian perusahaan lima tahun terakhir. Mulai dari ekspansi Xiaomi ke lebih dari delapan puluh negara di seluruh dunia hingga menjadi merek smartphone nomor satu di India selama tujuh tahun berturut-turut.

2 dari 2 halaman

Pindah ke Google

Pengumuman ini menimbulkan pertanyaan ke manakah Donovan akan berlabuh? 

Masih lewat twit di akun pribadiya, Donovan mengatakan dia akan pindah ke Google di Singapura. Dia akan membantu menangani inisiatif metode pembayaran Google di pasar negara berkembang.

“Google Play telah menunjukkan kemajuan di India dan saya bersemangat untuk melanjutkan misi menghadirkan inovasi teknologi terkini kepada miliaran pengguna berikutnya,” ujar Donovan.

Kemudian, ia kembali menyampaikan terima kasih kepada Lei Jun dan beberapa rekannya di Xiaomi.

“Bergabung dengan tim global #Xiaomi adalah pengalaman sekali seumur hidup. Kami telah membangun tim keren yang memiliki gagasan besar dan mengeksekusi gagasan dengan cepat, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Terima kasih kepada semua Mi Fans yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” pungkas Donovan.

(Why/Ysl)

PUBG Akhirnya Punya Latar Belakang Cerita

Liputan6.com, Jakarta – Gim battle royale PUBG dikenal oleh para pemainnya tidak memiliki latar belakang cerita tersendiri. Jadi, tidak banyak pemain yang mengetahui seperti apa kisah dalam permainan ini.

Namun dari laporan terbaru, PUBG berencana mengubah hal tersebut. Memasuki musim keempat, pengembang PUBG Corp teryata merilis sebuah trailer singkat yang menceritakan tentang gim ini.

Meski singkat, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (19/7/2019), PUBG ternyata memiliki latar belakang kisah yang kelam. Hal itu dapat dilihat dari kisah yang ditampilkan di trailer tersebut.

Trailer ini dibuka dengan sosok anak kecil yang berada di pulau Erangel, peta pertama PUBG. Dikisahkan, dia ternyata berhasil menjadi penyintas dari pertempuran yang terjadi di pulau itu.

Lalu, kisah dibawa ke beberapa tahun ke depan, saat si anak kecil itu kini menjadi salah satu peserta pertempuran battle royale. Belakangan, diketahui ternyata ada seseorang yang mengatur turnamen battle royale di Erangel.

Kisah itu pun ditutup dengan diperlihatkannya sosok pria yang menonton pertempuran di Erangel melalui layar monitor. Kemunculan trailer ini, PUBG dipastikan memiliki kisah yang berbeda dari kompetitornya, seperti Fortnite.

Seperti diketahui, Fortnite memiliki kisah yang lebih ceria dengan tampilan gim yang lebih warna-warni. PUBG sendiri memang disebut ingin memperbesar franchise gim ini.

Baru-baru ini, PUBG baru merekrut Glen Schofield, sosok yang bertanggung jawab untuk gim Call of Duty dan Dead Space. Dia disebut akan mengepalai studio baru yang berfokus pada kisah orisinal dalam semesta PUBG

2 dari 3 halaman

Gim PUBG Bakal Kehadiran Story Mode

Memainkan PUBG Mobile di Huawei Nova 3i (Foto: screenshot)

Sebelumnya, dikutip laman Ubergizmo, Sabtu (29/5/2019), pengembang PUBG akan menghadirkan pengalaman naratif untuk pengguna. Saat ini, pihak PUBG tengah mengembangkan story mode untuk seluruh PUBG Universe.

Artinya, baik pengguna PUBG versi PC maupun PUBG Mobile akan kebagian story mode ini.

Konfirmasi tersebut muncul dalam pengumuman dari PUBG yang menyebutkan, Co-Founder Sledgehammer bernama Glen Schofield telah bergabung dengan PUBG untuk menjalankan studio baru yang bernama Striking Distance.

Disebutkan, Schofield menjadi CEO Stiking Distante, yakni sebuah studio pengembangan gim baru. Sekadar informasi, Striking Distance inilah yang akan menggarap pengalaman naratif bagi PUBG Universe.

Sejauh ini, PUBG merupakan sebuah gim battle royale yang berfokus pada pengalaman multiplayer.

Di mana, para pemain harus berkompetisi memenangkan permainan dengan mengalahkan seluruh tim lawan. Tim yang bertahan hingga akhirlah yang dinyatakan sebagai pemenang gim PUBG.

3 dari 3 halaman

Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Pemain PUBG

PUBG Mobile versi 0.13.0 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Namun demikian, gim PUBG tidak memiliki cerita tentang alasan serta tujuan adanya pertarungan. Oleh karenanya, proyek pengalaman naratif ini akan menambah perspektif berbeda untuk para pemain PUBG.

“Sepanjang karier saya, saya memiliki banyak peluang membuat gim luar biasa yang menceritakan kisah-kisah luar biasa. Masing-masing memiliki sesuatu yang istimewa bagi saya,” kata Schofield, sebagaimana dikutip Venture Beat.

Ia menyebut, pengalaman mengembangkan gim beserta cerita naratifnya bakal membantu Schofield membangun tim yang bisa mengeksplorasi desain dan konsep baru di Striking Distance.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Kaspersky Angkat Bicara soal Keamanan Data di Aplikasi FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Fenomena FaceApp yang kembali populer setelah meluncur pertama kali 2 tahun sebelumnya, berujung panjang.

Dibalik ketenaran aplikasi ini, banyak masyarakat juga mempertanyakan bagaimana keamanan data para penggunanya.

Menjawab hal tersebut, Kaspersky memberikan langkah-langkah proaktif dan rekomendasi bagi para pengguna agar terhindar dari risiko keamanan yang berbahaya.

Dikutip dari keterangan resminya, Jumat (19/7/2019), Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA mengatakan, “Sebuah aplikasi menjadi viral–seperti FacApp–di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan sering terjadi.”

“Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan–seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak.”

Kaspersky mengungkap data, ada mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi ketika mereka menginstal aplikasi baru.

Pada dasarnya, memang tidak ada salahnya mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini, namun ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, pesan pribadi, dan lainnya.

Karena bila mengeklik “Allow” tanpa pikir panjang, bukan hal yang tidak mungkin pembuat aplikasi resmi ataupun ilegal untuk mengakses hal yang seharusnya tetap menjadi data rahasia Anda.

Ketika data sensitif ini diretas atau disalahgunakan, aplikasi viral macam FaceApp pun dapat memanfaatkan celah untuk dieksploitasi oleh peretas menyebarkan virus berbahaya.

2 dari 4 halaman

Tips Hindari Pencurian Data dari Kaspersky

Seiringnya teknologi berkembang, tingkat kegunaan smartphone pun terus meningkat. Walaupun begitu, masih saja ada pencurian data

Lebih lanjut, Kaspersky pun memberikan tips bagaimana agar pengguna dapat menghindari pencurian data.

Perusahaan menyarankan, “para pengguna online harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka.”

Adapun berikut ini adalah beberapa langkah dasar yang dapat kamu lakukan:

1. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Baca ulasan dan peringkat aplikasi juga

2. Pilih aplikasi yang ingin di instal pada perangkat mereka dengan bijak

3. Baca perjanjian lisensi dengan cermat4. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi Anda

5. Hindari mengklik “next” selama instalasi aplikasi

6. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat Anda.

3 dari 4 halaman

Aplikasi FaceApp Palsu Menginfeksi Korban Dengan Modul Adware

Ilustrasi peretasan sistem komputer. (Sumber Pixabay)

Selaku perusahaan keamanan siber berbasis di Rusia, Kaspersky juga telah mengidentifikasi aplikasi palsu FaceApp yang dirancang untuk menipu pengguna.

Disebutkan, aplikasi tiruan itu dapat menginfeksi perangkat korban dengan modul adware yang disebut MobiDash.

Setelah aplikasi diunduh dari sumber tidak resmi dan diinstal, itu mensimulasikan kegagalan dan kemudian terhapus. Setelah itu, modul berbahaya dalam aplikasi memasuki perangkat pengguna secara diam-diam dan menampilkan iklan.

Menurut data Kaspersky, sekitar 500 pengguna unik telah menemui masalah dalam dua hari terakhir, dengan deteksi pertama muncul pada 7 Juli 2019. Ada hampir 800 modifikasi modul berbeda yang telah diidentifikasi.

“Orang-orang di belakang MobiDash sering menyembunyikan modul adware mereka dengan kedok aplikasi dan layanan populer. Ini berarti kegiatan FaceApp versi palsu dapat meningkat, terutama jika kita berbicara tentang ratusan target hanya dalam beberapa hari,” kata Igor Golovin, peneliti keamanan di Kaspersky

“Kami menyarankan segera pengguna untuk tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dan menginstal solusi keamanan pada perangkat mereka untuk menghindari kerusakan.”

(Ysl/Isk)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Top 3 Tekno: Bahaya Aplikasi FaceApp Sedot Perhatian

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp dilanda isu privasi dan dianggap berbahaya. Berita ini pun menyedot perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (19/7/2019) kemarin.

Berita lain yang juga menyedot perhatian datang dari Google yang memblokir pengembang Tiongkok di Play Store.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler berikut di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. FaceApp Kembali Viral, Bahaya Keamanan Pengguna Jadi Perhatian

Masih pada ingat dengan aplikasi FaceApp? Yup, aplikasi buatan Rusia yang sempat booming dua tahun lalu tersebut kembali mendominasi feed semua akun media sosial.

FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa ‘memermak’ foto selfie dengan sejumlah efek, termasuk mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Digunakan oleh banyak orang dan sangat menghibur, terkadang banyak pengguna yang tidak menyadari aplikasi tersebut dapat mengakses sejumlah fitur di dalam smartphone, atau pun informasi pribadi pengguna.

Baca selengkapnya di sini

2. Senator Partai Demokrat Minta FBI Selidiki FaceApp

Diwartakan sebelumnya, aplikasi edit foto FaceApp sedang viral sejak beberapa hari belakangan ini. Tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge disertai foto editan FaceApp memenuhi linimasa jejaring sosial.

Terkini, aplikasi buatan perusahaan Rusia tersebut dilanda isu privasi. Bahkan senator Partai Demokrat AS, Chuck Schumer, menyerukan FBI dan FTC untuk melakukan investigasi.

Lewat akun Twitter pribadinya, dia mengunggah surat dan mengatakan bahwa “FBI dan FTC harus menyelidiki risiko keamanan dan privasi nasional saat ini karena jutaan orang Amerika telah menggunakannya (FaceApp).”

Baca selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

3. Langgar Kebijakan Iklan, Google Blokir Pengembang Tiongkok dari Play Store

Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Google memblokir pengembang aplikasi asal Tiongkok karena menyalahi kebijakan iklan. Pengembang aplikasi yang diblokir Google adalah CooTeks yang telah terdaftar di bursa saham NYSE. Salah satu aplikasi garapan CooTek adalah TouchPal, sebuah aplikasi keyboard yang cukup banyak dipakai di negara-negara barat.

Dengan pemblokiran ini, CooTek dengan sejumlah aplikasinya tidak bisa lagi mengakses platform iklan Google.

Mengutip laman The Verge, Kamis (18/7/2019), pemblokiran ini diawali dari investigasi yang dilakukan oleh Lookout. Hasil investigasi menunjukkan ratusan aplikasi milik CooTek menggunakan adware plugin bernama BeiTaAd.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

3 Aplikasi Serupa FaceApp Ini Juga Ikutan Populer

Liputan6.com, Jakarta – Beberapa hari ini, aplikasi ‘permak’ wajah berbasis AI buatan perusahaan Rusia, FaceApp, tiba-tiba kembali populer.

Sejumlah warganet hingga selebritas pun ramai-ramai mengunakan FaceApp. Alhasil, tren #FaceAppChallenge sempat viral di berbagai platform media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.

Dengan kepopuleran yang didapat oleh FaceApp, sejumlah aplikasi tiruan–yang kurang dikenal–tiba-tiba melesat dan bertengger pada posisi teratas di App Store dan Google Play.

Dikutip dari Mashable, Jumat (19/7/2019), tiga dari sepuluh aplikasi gratis teratas di App Store adalah aplikasi ‘rombak’ wajah, serta aplikasi berbayar nomor satu. Sementara itu, FaceApp masih memegang posisi teratas di kategori aplikasi gratis.

Popularitas instan ketiga aplikasi itu menunjukkan bagaimana kesuksesan satu aplikasi–seperti FaceApp–dapat mempengaruhi aplikasi serupa, meskipun mereka kurang update atau kualitasnya dipertanyakan.

2 dari 2 halaman

Tiga Aplikasi Serupa dengan FaceApp

Ilustrasi: penggunaan aplikasi FaceApp untuk keperluan mengedit foto

Ambil contoh aplikasi AgingBooth. Diluncurkan 9 tahun lalu, aplikasi ini sekarang meloncat menjadi aplikasi nomor dua di App Store (dan di top 50 Google Play).

Anehnya, AgingBooth sama sekali belum mendapatkan pembaruan hampir tiga tahun. Tetapi, dalam sepekan terakhir ini aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 2,2 juta kali, berdasarkan data dari Sensor Tower.

Tidak seperti FaceApp yang menghadirkan ‘permak’ wajah lebih realistis, efek AgingBooth terlihat lebih seperti kartun.

Aplikasi lain dengan kualitas meragukan juga menuai popularitas. Dibuat oleh pengembang asal Tiongkok, Akie Mine, aplikasi berjudul faceapp! juga beranjak ke posisi teratas di peringkat App Store dalam beberapa hari terakhir. Tampil dengan ikon mirip FaceApp, anehnya aplikasi ini tidak memiliki fitur yang dapat mengubah usia.

Terakhir, Oldify adalah aplikasi klon FaceApp yang populer baru-baru ini. Berumur 6 tahun, aplikasi ini tidak dapat diunduh secara gratis.

Dibanderol harga Rp 13 ribu, Oldify saat ini masuk ke dalam daftar teratas aplikasi berbayar di iOS dan sudah diunduh sebanyak 330 ribu kali dalam seminggu terakhir.

(Ysl/Why)

Warganet Cibir Jokowi, Kaesang Pangarep: Sang Pisangnya Kakak

Liputan6.com, Jakarta – Pagi ini, Jumat (19/7/2019), Twitter diramaikan dengan cara unik Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membalas nyinyiran warganet yang dialamatkan kepada ayahnya.

Bukannya balik mengomentari warganet tersebut, Kaesang malah mempromosikan “Sang Pisang”, usaha kuliner miliknya.

Hingga berita ini diturunkan, cuitan Kaesang sudah mendapatkan retweet dari warganet hingga 5,3 ribu dan 18,3 ribu yang menyukai komentarnya di Twitter.

Bukan itu saja, cuitan Kaesang di atas juga mengundang reaksi para warganet sehingga menduduki trending topic di urutan kedua.

Banyak di antara mereka yang menyukai cuitan kaesang, sampai penasaran bagaimana cara Kaesang bisa santai menanggapinya.

2 dari 4 halaman

Cuitan Warga Twitter

Kaesang Pangarep (Sumber: Instagram/kaesangp)

Penasaran seperti apa cuitan warganet yang me-retweet jawaban Kaesang? Berikut beberapa di antaranya: 

3 dari 4 halaman

Tanggapan Kaesang

Kaesang Pangarep memberi kuliner Markobar kepada pengunjung saat launching outlet kuliner Sang Pisang dan Markobar di Cikini, Jakarta, Minggu (11/3). Kolaborasi tersebut diharapkan bisa menarik lebih banyak pembeli. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kaesang pun menanggapi cuitan sejumlah warganet.

(Linda Fahira Putri/Isk)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Gofleet, Layanan Sewa Mobil Khusus Hasil Kolaborasi Gojek dan Astra

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan patungan PT Astra International Tbk (ASII) dan Gojek, PT Solusi Mobilitas Bangsa (SMB), baru saja meluncurkan solusi mobilitas roda empat bernama Gofleet.

Gofleet merupakan penyelenggara layanan angkutan sewa khusus yang menyediakan solusi mobilitas berkualitas bagi mitra driver jasa transportasi online pintu ke pintu di Indonesia, dalam bentuk penyediaan kendaraan, perawatan, layanan perbaikan, perlindungan asuransi, dan monetisasi kendaraan melalui pemasangan iklan.

“Gofleet merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis antara Astra dan Gojek yang dimulai sejak investasi kami di Gojek pada Februari 2018,” kata Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto melalui keterangannya, Jumat (19/7/2019).

Prijono menuturkan, pihaknya mendukung penuh upaya kolaborasi otomotif dan teknologi agar dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia.

“Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” ucapnya menambahkan.

Sementara pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim mengatakan, “Kerjasama ini sejalan dengan misi kami untuk terus berinovasi dan mencari cara memberikan kesempatan yang merata bagi masyarakat Indonesia.”

Nadiem melanjutkan, peluncuran Gofleet menjadi perwujudan kolaborasi dan perpaduan kekuatan dua karya anak bangsa terdepan untuk terus memajukan ekonomi digital Indonesia di mata dunia.

2 dari 3 halaman

Menggabungkan Dua Kekuatan

Gofleet menggabungkan kekuatan dua perusahaan nasional, yakni pengalaman Astra di industri otomotif dan Gojek, pemain terdepan yang memiliki keahlian di industri teknologi.

Kendaraan serta layanan perbaikan, perawatan, dan perlindungan asuransi yang disediakan oleh Gofleet bagi mitra driver memiliki kualitas sesuai standar Astra. Sementara sistem kemitraan dan teknologi dibangun sesuai dengan standar kecanggihan teknologi Gojek.

Presiden Direktur Gofleet Meliza M. Rusli menambahkan bahwa kehadiran Gofleet pada akhirnya akan memberikan benefit bagi mitra driver dan pelanggan jasa transportasi online pintu ke pintu di Indonesia.

“Dengan bergabung bersama Gofleet, mitra driver dapat fokus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, sementara perawatan dan perbaikan kendaraan akan dikelola oleh Gofleet. Mereka juga berkesempatan mendapat penghasilan tambahan dari media iklan yang akan dipasangkan di kendaraan,” katanya.

3 dari 3 halaman

Mengoperasikan Ribuan Unit

Secara bertahap Gofleet direncanakan akan mulai mengoperasikan ribuan unit kendaraan untuk dipergunakan mitra driver di area Jabodetabek.

Semua calon mitra driver dan mitra Go-Car saat ini yang tertarik dapat mulai bergabung menggunakan layanan Gofleet dengan melakukan pendaftaran, memenuhi persyaratan administratif, menjalankan pelatihan pengoperasian sistem dan pemanfaatan fasilitas serta pemenuhan persyaratan lainnya.

Setelah area Jabodetabek, layanan direncanakan akan mulai tersedia di kota-kota lain di Indonesia.

(Isk/Ysl)

10.000 Pengguna Microsoft Jadi Sasaran Peretasan Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta – Sekitar sepuluh ribu orang dalam setahun terakhir telah mendapat peringatan Microsoft bahwa mereka telah ditargetkan oleh peretas yang disponsori negara atau pemerintah.

Para korban dijadikan sasaran atau diserang oleh pihak-pihak yang bekerja untuk pemerintah asing. Microsoft mengatakan, dalam hampir semua kasus, segmen pengguna perusahaan merupakan target utama.

Sekitar satu dari sepuluh korban lainnya merupakan segmen pengguna pribadi. Demikian dikutip dari Tech Crunch, Jumat (19/7/2019).

Laporan terbaru Microsoft, yang dipaparkan di Aspen Security Forum in Colorado, Amerika Serikat belum lama ini, menunjukkan “sejauh mana negara terus mengandalkan serangan siber sebagai alat untuk memperoleh informasi intelijen, memengaruhi geopolitik, atau mencapai tujuan lainnya.”

Terkait hal ini, Microsoft telah merilis 781 pemberitahuan serangan yang disponsori pemerintah terhadap organisasi-organisasi tertentu yang menggunakan teknologi AccountGuard. Teknologi ini dirancang untuk kampanye politik, partai politik dan lembaga pemerintah.

2 dari 2 halaman

Microsoft Akan Matikan Gim pada Windows Versi Lama

Diwartakan sebelumnyam, Microsoft akan mematikan beberapa gim dengan layanan internet termasuk Backgammon, Checkers, Hearts, Reversi, Spades dan MSN Go. Ketersediaan gim-gim itu bergantung pada versi Windows yang digunakan.

Perangkat berbasis Windows XP dan Windows ME adalah perangkat pertama yang aksesnya pada gim tersebut di atas selain MSN Go akan dimatikan. Rencana ini akan dilakukan akhir Juli 2019.

Menyusul Windows XP dan Windows ME, perangkat berbasis Windows 7 akan kehilangan akses pada gim tersebut di atas per 22 Januari 2020. Itu sekitar satu pekan setelah Microsoft akan menghentikan dukungan untuk Windows 7.

Microsoft sudah memberikan peringatan sejak jauh-jauh hari kepada pengguna untuk memperbarui Windows mereka dengan versi terbaru. Tahun lalu, Microsoft telah menghentikan pembaruan Windows XP dan ME. Tidak lama lagi Windows 7 akan bernasib sama seperti kedua Windows versi lawas tersebut.

(Why/Ysl)

Google Setop Proyek Mesin Pencari di Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta – Upaya Google untuk meraup ceruk pasar mesin pencari di Tiongkok berakhir. Menurut laporan Buzzfeed, yang Tekno Liputan6.com kutip, Jumat (19/7/2019), Wakil Presiden Google untuk Kebijakan Publik, Karan Bhatia, menjawab pertanyaan Senator dari Partai Republik, Josh Hawley, tentang aktivitas Google di Tiongkok pada saat rapat dengar pendapat belum lama ini.

“Kami telah menghentikan proyek Dragonfly. Kami tidak memiliki rencana untuk merilis mesin pencari di Tiongkok dan saat ini kami tidak sedang melakukan aktivitas apa pun pada proyek seperti itu,” ujar Bhatia.

Kabar mengenai Project Dragonfly terungkap pertama kali pada Agustus 2018. Saat itu disebutkan bahwa Google memiliki tim yang tengah mengerjakan layanan mesin pencari untuk Tiongkok. Layanan itu, supaya dapat beroperasi di Tiongkok, akan mematuhi aturan sensor pemerintah setempat.

Kemudian Oktober 2018 Wakil Presiden AS Mike Pence meminta Google untuk menghentikan proyek itu. Selanjutnya pada Desember 2018, anggota parlemen di Kongres mencecar CEO Google Sundar Pichai sehubungan dengan proyek ini

2 dari 2 halaman

Tiongkok Blokir Banyak Layanan

Populasi Tiongkok yang mencapai 1,4 miliar orang menjadi daya tarik bagi perusahaan teknologi. Laporan China Internet Network Information Centre (CNNIC) menyebut bahwa jumlah pengguna internet di Tiongkok per akhir 2018 mencapai 829 juta. Angka itu meningkat 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Oleh sebab itu, wajar jika banyak perusahaan teknologi ingin meraup ceruk pasar di negara tersebut, tak terkecuali Google yang dalam hal ini bersedia menawarkan mesin pencari yang “disesuaikan” dengan peraturan pemerintah Tiongkok.

Adapun layanan perusahaan teknologi yang diblokir di Tiongkok adalah sebagai berikut (urutan alfabetis):

Daily Motion

Discord

Dropbox

DuckDuckGo

Facebook, termasuk WhatsApp, Mesenger dan Instagram

Flickr

Google, termasuk YouTube, Gmail, Google Play, Google Maps, Google Drive, Hangouts dan Blogger

Medium

Pinterest

Quora

Reddit

Slack

Snapchat

SoundCloud

Tumblr

Twitch

Twitter, termasuk Periscope

Vimeo

(Why/Isk)

Memotong Buah di Mobile Premier League Bisa Bikin Kamu Tajir

Liputan6.com, Jakarta – Memotong buah di sejumlah gim yang tersedia di platform esport Mobile Premier Leauge (MPL) bisa membuat kamu memiliki banyak uang alias tajir. Bagaimana caranya?

Kamu cukup memotong buah sebanyak-banyaknya di gim Fruit Chop, Fruit Slice, dan Fruit Dart, serta terus mengikuti turnamennya setiap jam.

Dalam 1 jam, ada 3-5 turnamen berhadiah Berlian yang bisa diikuti. Kalau kamu adalah pemain pemula yang hanya bisa memenangkan 5 Berlian dari satu turnamen, maka rata-rata dalam 1 jam dia berpotensi mendapatkan sedikitnya mengikuti 240 Berlian dari 16 gim yang ada.

Mengutip keterangan pers yang Tekno Liputan6.com terima, Jumat (19/7/2019), dari 240 Berlian itu kamu bisa menukarkannya menjadi saldo GoPay senilai Rp 240.000

Semakin tinggi level, kian besar pula batas hadiah yang bisa kamu dapatkan. Konsep ini bukan untuk mempersulit pemain mendapat hadiah, tetapi karena MPL adalah platform esports, yang tentunya harus ada tingkat kesulitan untuk membedakan pemain amatir dan pemain Pro.

2 dari 2 halaman

Tak Cuma Berlian

Kalau kamu sering memotong buah di MPL, kamu bahkan tidak cuma bisa mengantongi Berlian, tapi juga dapat mengikuti sejumlah event harian khusus, seperti Kamis Kejutan.

Beberapa ‘tukang buah’ yang dinilai paling jago sudah memenangkan voucher Tokopedia dengan nilai Rp 1 juta dan berbagai smartphone, mulai dari Samsung Galaxy S10, Xiaomi Mi 9, hingga Oppo F11.

Jika kamu tertarik untuk memainkannya, cukup unduh aplikasi MPL melalui https://id.mpl.live.

(Isk/Ysl)

Peretas Dapat Lacak Perangkat lewat Celah Keamanan pada Bluetooth

Liputan6.com, Jakarta – Temuan terbaru dari para peneliti Boston University yang disampaikan pada 19th Privacy Enhancing Technologies Symposium, di Stockholm, Swedia, menunjukkan suatu celah keamanan pada Bluetooth.

Celah ini, menurut temuan tersebut, berdampak pada perangkat Bluetooth yang berjalan pada sistem operasi Windows 10, iOS dan MacOS. Selain itu, jam tangan pintar Fitbit dan Apple Watch juga ikut terdampak. Demikian dikutip dari The Verge, Jumat (18/7/2019).

Disebutkan bahwa peretas dapat melacak perangkat dengan mengeksploitasi celah kelemahan Bluetooth Low Energy (BLE) tersebut dengan cara mengekstraksi token pengidentifikasi seperti jenis perangkat atau data lainnya yang dapat diidentifikasi.

BLE merupakan tipe Bluetooth yang relatif baru. Gagasan di balik BLE adalah untuk menghemat konsumsi daya tanpa mengurangi jangkauan komunikasi antarperangkat. Sebagian besar produsen perangkat mulai mengadopsi BLE pada perangkat buatannya pada 2012.

BLE menggunakan saluran publik tak terenkripsi untuk mengekspos keberadaannya ke perangkat lain di dekatnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyambungan di antara dua perangkat. Inilah yang dapat dieksploitasi oleh peretas dan para peneliti, dalam percobaannya, berhasil melacak perangkat dengan memanfaatkan celah tersebut.

2 dari 2 halaman

Bluetooth Supercepat

Diwartakan sebelumnya, Huawei berencana mengembangkan teknologi High Speed Bluetooth atau Bluetooth berkecepatan tinggi miliknya sendiri dan akan dikenalkan bersamaan dengan peluncuran Honor 20 Series di Tiongkok.

Dilansir dari Huawei Central, seorang blogger di Weibo menyatakan, Huawei bakal mengembangkan teknologi Bluetooth yang disebut X-BT AKA Super Bluetooth dan dipersenjatai chip Si1109.

Chip tersebut memiliki algoritma kecerdasan bautan yang secara otomatis mendeteksi kekuatan sinyal Bluetooth dan faktor lingkungannya.

Di waktu yang bersamaan, teknologi itu secara otomatis juga bisa menyesuaikan konsumsi daya berdasarkan penggunaannya. Contohnya, jika sinyal Bluetooth lemah, maka teknologi akan bekerja untuk meningkatkan kekuatan sinyal.

Kerennya, teknologi Bluetooth ini diperkirakan akan tetap terhubung dengan jarak sampai 138 meter tanpa adanya gangguan koneksi.

(Why/Ysl)

Google Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Bantu Orang dengan Hambatan Bicara

Liputan6.com, Jakarta – Para ilmuwan di Google tengah berupaya untuk menyediakan solusi bagi orang-orang yang mengalami hambatan bicara. Solusi ini didukung oleh teknologi kecerdasan buatan.

Melalui proyek bernama Parrotron, mereka sedang melangsungkan penelitian yang bertujuan untuk membuat bahasa atipikal, yang biasa diujarkan oleh orang dengan hambatan bicara, menjadi lebih mudah dipahami. Atipikal sendiri berarti “tidak sesuai dengan jenis yang biasa atau pola yang diharapkan.”

“Parrotron memudahkan pengguna dengan ujaran yang tidak biasa untuk diajak bicara dan dipahami oleh orang lain dan melalui antarmuka pembicaraan, dengan pendekatan konversi ujaran end-to-end, lebih memungkinkan untuk mereproduksi ujaran yang dimaksudkan pengguna,” kata Fadi Biadsy dan Ron Weiss dalam tulisan blog resmi Google AI, sebagaimana dikutip dari Venture Beat, Jumat (10/7/2019).

Parrotron memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan end-to-end yang dilatih untuk mengubah ujaran seseorang dengan hambatan menjadi ujaran “fasih”. Teknologi ini hanya mempertimbangkan sinyal ujaran ketimbang isyarat visual seperti gerak bibir.

2 dari 2 halaman

Dua Fase

Selain itu, teknologi ini dilatih dalam dua fase yang menggunakan korpora paralel. Di dalam ilmu bahasa, korpora (bentuk jamak dari korpus) merupakan “kumpulan ujaran yang tertulis atau lisan yang digunakan untuk menyokong atau menguji hipotesis tentang struktur bahasa.”

Fase pertama menggunakan korpus berdurasi sekitar 30.000 jam yang terdiri dari jutaan pasangan ujaran anonim. Setiap pasangan ujaran menyertakan ujaran alami yang dipasangkan dengan ujaran yang disintesis secara otomatis.

Fase kedua menggunakan kumpulan pasangan ujaran yang dihasilkan dengan cara yang sama seperti dataset pertama.

Namun, di fase kedua ini, korpus digunakan untuk mengadaptasi jaringan ke pola akustik/fonetik, fonotaktik dan bahasa tertentu. Hal itu termasuk bagaimana ujaran mengubah, mengganti, dan mengurangi atau menghilangkan vokal atau konsonan tertentu.

(Why/Isk)

Google Doodle Merayakan 50 Tahun Pendaratan di Bulan Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Untuk memperingati perayaan 50 tahun pendaratan bulan dan manusia pertama kali menginjakkan kaki di bulan, Google menciptakan Google Doodle interaktif yang seakan-akan membawa kita ke bulan.

Google Doodle pada hari ini, Jumat (19/7/2019), tercipta berkat kerjasama antara Google dengan NASA–memungkinkan pengguna melakukan perjalanan ke bulan lewat video pendek yang diceritakan oleh astronot Apollo 11 Michael Collins.

Saat kamu mengeklik Google Doodle di laman utama pencarian, video pendek yang menampilkan misi Apollo 11 akan berjalan.

Dalam video tersebut Collins menceritakan awal peluncuran roket pada 16 Juli 1969 pagi, sampai ke pendaratan awak Apollo 11 di Samudra Pasifik pada 24 Juli 1969.

Apollo 11 tiba di permukaan bulan pada 20 Juli 1969, di mana Neil Armstrong mengambil satu langkah kecil dan menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan pada hari berikutnya.

2 dari 4 halaman

Parayaan Panjang

Gambar ukuran sebenarnya roket NASA, Saturn V, diproyeksikan di Monumen Washington menandai peringatan 50 tahun misi Apollo 11 ke bulan di National Mall, Washington, Selasa (16/7/2019). Pada 16 Juli 1969, NASA mencatatkan sejarah dengan melakukan peluncuran Apollo 11. (Brendan Smialowski/AFP)

Digital Trends melaporkan, perayaan untuk memperingati 50 tahun Apollo 11 digelar sepanjang minggu. Pada Selasa lalu, CBS menyajikan liputan berita asli pendaratan di bulan.

Collins dan sesama astronot Apollo 11, Buzz Aldrin, juga muncul di siaran langsung untuk NASA pada hari Selasa, di mana mereka mengenang misi dan mengadakan sesi tanya jawab.

Monumen Washington bahkan terlibat dalam perayaan tersebut, di mana monumen itu dinyalakan agar terlihat seperti roket misi Apollo 11.

3 dari 4 halaman

Bukan Kali Pertama

Misi Apollo 11 di permukaa Bulan (NASA)

Ini bukan pertama kalinya Google merayakan momen pendaratan di bulan. Sebelumnya, raksasa teknologi itu membuat Google Doodle soal Apollo 11 untuk peringatan 40 tahun pada 2009 dan juga pada 2005.

Menurut Google, lebih dari 2.000 doodle telah dibuat di seluruh dunia sejak tahun 2000.

“Eksplorasi ruang angkasa berlanjut hingga hari ini, dengan tonggak bersejarah seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional dan rencana misi ke Mars. Baru-baru ini, program Artemis NASA–dinamai saudara perempuan Apollo dalam mitologi Yunani–bertujuan untuk membawa wanita pertama ke bulan,” demikian pernyataan Google dalam blog resminya.

Menurut NASA, astronot akan kembali ke bulan sekali lagi pada tahun 2024, pertama kali manusia menginjakkan kaki di bulan sejak 1972. NASA akan fokus pada penyediaan komersial dan program kru komersial untuk misi bulan baru.

(Isk/Ysl)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Senator Partai Demokrat Minta FBI Selidiki FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Diwartakan sebelumnya, aplikasi edit foto FaceApp sedang viral sejak beberapa hari belakangan ini. Tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge disertai foto editan FaceApp memenuhi linimasa jejaring sosial.

Terkini, aplikasi buatan perusahaan Rusia tersebut dilanda isu privasi. Bahkan senator Partai Demokrat AS, Chuck Schumer, menyerukan FBI dan FTC untuk melakukan investigasi.

Lewat akun Twitter pribadinya, dia mengunggah surat dan mengatakan bahwa “FBI dan FTC harus menyelidiki risiko keamanan dan privasi nasional saat ini karena jutaan orang Amerika telah menggunakannya (FaceApp).”

Aplikasi itu, kata Chuck, “dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di Rusia. Dan pengguna diwajibkan untuk memberi akses penuh terhadap foto dan data pribadinya yang tidak dapat dibatalkan.”

Di akhir suratnya, Chuck menekankan pentingnya keamanan data personal dan biometrik di era teknologi pengenalan wajah seperti sekarang ini, tak terkecuali dari negara asing yang berseteru.

2 dari 4 halaman

Temuan Sementara

Seorang peneliti keamanan Baptiste Robert telah memeriksa ke manakah foto-foto yang diedit di FaceApp dikirimkan. Baptiste menemukan bahwa FaceApp hanya mengambil foto yang diedit di layanannya dan meneruskannya ke peladen (server) perusahaan.

Lantas, di manakah peladen itu berlokasi? Apakah di Rusia karena status FaceApp merupakan perusahaan yang berbasis di Rusia?

Temuan Forbes menunjukkan bahwa sebagian besar peladen FaceApp berlokasi di Amerika, bukan di Rusia seperti yang dituduhkan.

Diketahui bahwa FaceApp juga pernah menempatkan datanya di pusat data Amazon dan Google, yang tersebar di beberapa negara, termasuk Irlandia dan Singapura.

3 dari 4 halaman

Isu Privasi FaceApp di iOS

Selain Baptiste, ada juga peneliti lain yang menyelidiki isu ini, yakni Will Strafach. CEO dari Guardian App itu telah menyelidiki isu privasi photo library di perangkat iOS.

Diduga kuat bahwa FaceApp dapat mengakses camera roll tanpa persetujuan. Dugaan ini muncul karena di aplikasi FaceApp versi iOS, photo library pengguna juga muncul di dalam aplikasi FaceApp.

Pengguna sebetulnya memiliki opsi untuk memberi FaceApp akses ke seluruh photo library. Namun meskipun begitu, menurut Will, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa FaceApp mengunggah foto selain foto yang dipilih pengguna secara sadar.

(Why/Ysl)

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini

Instagram Mulai Sembunyikan Jumlah Likes di Akun Pengguna

Liputan6.com, Jakarta – April 2019, Instagram diketahui tengah melakukan uji coba untuk menyembunyikan jumlah likes yang didapatkan sebuah unggahan. Kini, uji coba itu diketahui mulai diterapkan di beberapa negara.

Awalnya, fitur ini pertama kali diuji coba di Kanada. Namun dikutip dari Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), uji coba ini hadir ke enam negara lain, yakni Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia baru.

Instagram sendiri mengaku masih terus melakukan uji coba fitur ini. Namun, belum dapat dipastikan kapan media sosial milik Facebook itu mulai menggulirkannya ke publik.

Dari desain yang beredar, nantinya sebuah unggahan tidak akan langsung menampilkan jumlah likes. Namun, Instagram akan menampilkan kata-kata unggahan itu di-liked oleh seseorang.

Lantas, apa yang menjadi alasan Instagram melakukan hal ini? Menurut Instagram, uji coba ini merupakan salah satu upaya Instagram agar followers lebih fokus pada unggahan, alih-alih melihat jumlah Likes-nya.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram (Sumber: Pexels)

Sebelumnya, Instagram dilaporkan juga akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Instagram Mulai Sembunyikan Jumlah Likes yang Ada di Pengguna

Liputan6.com, Jakarta – April 2019, Instagram diketahui tengah melakukan uji coba untuk menyembunyikan jumlah likes yang didapatkan sebuah unggahan. Kini, uji coba itu diketahui mulai diterapkan di beberapa negara.

Awalnya, fitur ini pertama kali diuji coba di Kanada. Namun dikutip dari Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), uji coba ini hadir ke enam negara lain, yakni Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia baru.

Instagram sendiri mengaku masih terus melakukan uji coba fitur ini. Namun, belum dapat dipastikan kapan media sosial milik Facebook itu mulai menggulirkannya ke publik.

Dari desain yang beredar, nantinya sebuah unggahan tidak akan langsung menampilkan jumlah likes. Namun, Instagram akan menampilkan kata-kata unggahan itu di-liked oleh seseorang.

Lantas, apa yang menjadi alasan Instagram melakukan hal ini? Menurut Instagram, uji coba ini merupakan salah satu upaya Instagram agar followers lebih fokus pada unggahan, alih-alih melihat jumlah Likes-nya.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram (Sumber: Pexels)

Sebelumnya, Instagram dilaporkan juga akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Xiaomi Mi A3 Resmi Dirilis, Pakai Snapdragon 665 dan Tiga Kamera Utama

Liputan6.com, Jakarta – Tabir misteri tentang smartphone Xiaomi berbasis sistem operasi Android One, Mi A3, akhirnya terungkap.

Perusahaan asal Tiongkok itu resmi mengungkap Mi A3 di Spanyol, dengan tetap mengusung Android One atau Android murni langsung dari kotaknya.

Dalam kategori, Mi A3 mengusung prosesor Snapdragon 665, RAM 4GB, dan opsi memori internal sebesar 64GB atau 128GB.

Layarnya kini mengusung panel AMOLED dengan bentang 6 inci dengan resolusi 1560×720. Spesifikasi ini disokong oleh baterai dengan kapasitas 4.030mAh dan pengisian daya 18 watt.

Soal kamera, Mi A3 mendapatkan pembaharuan dari generasi sebelumnya. Pasalnya kini Mi A3 mengusung tripel kamera dengan konfigurasi kamera utama 48MP, kamera wide angle 8MP, serta kamera sensor kedalaman 2MP.

Spesifikasi penting lainnya adalah USB type C, headphone jack, dual SIM, serta tentunya Android One.

Berapa harga Xiaomi Mi A3 saat meluncur di pasaran? Xiaomi Mi A3 4GB+64GB dijual seharga Rp 3,9 juta, sementara varian 4GB+128GB sekitar Rp 4,4 juta.

2 dari 2 halaman

Konsisten dengan Android One

Logo Xiaomi (Foto: Agustin Setyo Wardani / Liputan6.com)

Informasi ini diketahui dari Global VP Xiaomi, Manu Kumar Jain, dalam kicauannya beberapa waktu lalu.

Melalui kicauannya, Jain menyebutkan bahwa akan ada perangkat baru dari Xiaomi yang memakai chipset Snapdragon paling anyar dari Qualcomm.

Dikutip dari GSM Arena, Senin (29/4/2019), informasi ini diumumkan tidak lama usai dirinya bertemu dengan pihak Qualcomm.

Smartphone anyar dari Xiaomi dengan Snapdragon terkini 7__ (yang diumumkan dua minggu lalu) segera menyambangi India! Ada yang bisa menebaknya?,” tulisnya melalui akun @manukumarjain.

Meski Jain tidak mengungkap seri chipset yang dimaksud, sejumlah pihak menduga angka 7 itu merujuk pada Snapdragon 730. Qualcomm sendiri memang baru memperkenalkan model ini pada dua minggu lalu.

Lantas, model smartphone anyar Xiaomi mana yang akan menggunakan chipset ini? Menjawab pertanyaan itu, sejumlah prediksi menyebut chipset ini akan digunakan untuk Xiaomi Mi A3.

Prediksi tersebut didukung dengan sejumlah kabar sebelumnya yang menyebut bahwa Xiaomi Mi A3 bakal dipersenjatai Snapdragon 730.

Selain itu, smartphone ini akan hadir dengan tiga kamera utama yang masing-masing beresolusi 48MP, 8MP, dan 13MP.

Reporter : Indra Cahya

Sumber: Merdeka.com

Update Layanan, Tokopedia Hadirkan Fitur Tuker Tambah Smartphone

Liputan6.com, Jakarta – Tokopedia baru saja mengumumkan fitur baru untuk konsumen yang ingin menjual smartphone lama dengan potongan harga untuk pembelian ponsel berikutnya, yakni Tokopedia Tukar Tambah.

Apa yang menjadi alasan Tokopedia memperkenalkan fitur Tukar Tambah?

Diungkap oleh Cynthia Limin, Head of Category Browse & Content Tokopedia, perusahaan memperkenalkan fitur ini berdasarkan kebiasaan masyarakat yang ingin selalu up to date dalam hal perangkat teknologi, khususnya smartphone.

“Karena hal tersebut, Tokopedia memutuskan untuk memperkenalkan fitur Tuker Tambah. Lewat fitur anyar ini, proses tukar tambah dapat lebih cepat dan mudah, di mana saja, dan kapanpun,” ucapnya saat acara peluncuran Tokopedia Tukar Tambah di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Sejak diperkenalkan pada April 2019, Tokopedia Tukar Tambah mendapatkan respon yang positif. “Sudah ada jutaan views terhadap tukar tambah. Rata-rata peningkatan transaksi tukar tambah terjadi lebih dari 250 persen setiap bulan sejak pertama kali diluncurkan.” ujarnya.

Guna meningkatkan layanan, Tokopedia memperkenalkan Laku6 sebagai partner kerja dalam fitur baru ini.

“Untuk menghadirkan pelayanan yang baik di Tokopedia, kami didukung oleh partner kami, yaitu Laku6 yang mempunyai visi sama untuk tukar tambah di Indonesia semakin mudah dan semakin baik,” kata Cynthia.

2 dari 2 halaman

Bentuk Kerja Sama dengan Laku6

Tokopedia

Lebih lanjut, pengunjung bisa melakukan proses pengecekan smartphone, baik melalui situs maupun aplikasi Tokopedia.

Dengan fitur ini, pengguna dapat melihat langsung harga terpotong setelah smartphone lama dilakukan pengecekan.

Smartphone baru yang sudah dibeli akan diantarkan langsung ke pengguna oleh kurir, sementara smartphone lama akan diambil,” ungkap dia.

Kurir akan melakukan pengecekan kembali, apakah smartphone lama yang akan dijual sudah log out dari semua akun, dan pengecekan IMEI.

Jika sudah melewati proses pengecekan dan dinyatakan berhasil, maka barang baru bisa diberikan kepada konsumen.

(Linda Fahira Putri/Ysl)

Samsung Bekali Galaxy A10s dengan Baterai 4.000mAh

Liputan6.com, Jakarta – Samsung kian agresif memasarkan seri Galaxy A, termasuk di Indonesia, dengan merilis Galaxy A80. Kali ini, muncul informasi tentang varian terbaru, Galaxy A10s

Dilansir dari GSM Arena, Kamis (18/7/2019), menurut laporan, Galaxy A10s akan memiliki dua kamera belakang dengan resolusi 13MP dan 12MP. Selain itu, juga terdapat prosesor octa-core 2GHz dan baterai 4.000mAh.

Smartphone ini juga dilengkapi kamera depan 8MP, lebih tinggi daripada varian Galaxy A10 dengan resolusi 5MP. Galaxy A10s juga hadir dengan fitur pemindai sidik jari di bagian bodi belakang.

Samsung dilaporkan akan menjual smartphone ini dengan tiga pilihan warna, hitam, biru, dan hijau. Galaxy A10s pun telah mengantongi sertifikasi FCC dan WiFi.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi tentang waktu peluncurannya. Harga jualnya pun belum diketahui.

2 dari 2 halaman

Samsung Galaxy Note 10 Pakai Chipset Exynos 9825

Gim Fortnite di Galaxy Note 9 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Lebih lanjut, Samsung akan mengumumkan flagship terbaru, Galaxy Note 10, pada bulan depan. Informasi tentang perangkat ini pun semakin banyak muncul di ranah maya.

Ubergizmo melaporkan, Galaxy Note 10 akan ditenagai chipset Exynos 9825. Performanya disebut lebih baik dari Exynos 9820, yang ada pada Galaxy S10.

Smartphone dengan nomor model SM-970F ini juga akan memiliki varian lain dengan chipset Snapdragon. Ada dua pilihan, Snapdragon 855 atau 855 Plus, tapi belum ada konfirmasi dari Samsung tentang hal ini.

(Din/Why)

MediaTek Pamer Chipset Helio G90 untuk Smartphone Gaming

Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan industri gim tidak hanya dimeriahkan dengan kehadiran berbagai smartphone yang didedikasikan untuk bermain gim. Produsen chip juga turut ikut memanfaatkan peluang tersebut.

Dilansir GSM Arena, Kamis (18/7/2019), MediaTek mengumumkan chipset untuk smartphone gaming pertamanya, yakni Helio G90. Perusahaan asal Taiwan tersebut mengumumkan keberadaan Helio G20 melalui sebuah gambar, yang diunggah di jejaring sosial Weibo.

Sayangnya, MediaTek tidak mencantumkan informasi lain tentang chipset tersebut. Kendati demikian, bocoran tentang performanya telah beredar.

G90 diprediksi berbasis pada Helio P90, yang memiliki CPU dengan dua inti Cortex-A75 (2.2GHz) dan enam inti A55 (2.0GHz). Sementara untuk GPU, hardware itu disokong Imagination PowerVR GM9446 (970MHz), yang menjanjikan peningkatan 15 persen dibandingkan Mali-G72 yang ada pada Helio P70.

Untuk GPU pada chipset G90 ini, MediaTek dinilai meningkatkan pengalaman gaming dengan modus khusus, seperti yang dimiliki chipset Kirin.

Smartphone gaming sendiri tampak kian populer. Namun, muncul kritikan karena kebanyakan di antaranya menggunakan chipset yang sama seperti flagship smartphone non-gaming. Kehadiran Helio G90 dan produk serupa dari Qualcomm, Snapdragon 855 Plus, diharapkan dapat memberikan pengalaman gaming jauh lebih baik.

2 dari 2 halaman

ROG Phone 2 Jadi Smartphone Pertama dengan Snapdragon 855 Plus

ROG Phone resmi meluncur di Indonesia. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Lebih lanjut, ROG Phone 2 akan menjadi smartphone pertama dengan chipset Snapdragon 855 Plus. Chipset ini dihadirkan khusus untuk perangkat mobile gaming, termasuk dukungan virtual reality lebih baik.

Snapdragon 855 Plus merupakan versi yang sudah ditingkatkan kemampuannya dari Snapdragon 855 biasa. Performanya dipastikan jauh lebih baik.

Kendati demikian, sejauh ini belum begitu banyak informasi tentang ROG Phone 2. Informasi lain yang diketahui yakni fresh rate perangkat tersebut, 120Hz.

(Din/Why)

Redmi K20 Pro Hadir Dalam Versi Emas, Harganya Rp 97 Jutaan

Liputan6.com, Jakarta – Xiaomi meluncurkan smartphone terbarunya, yakni seri Redmi K20 di pasar global, dimulai dari India. Vendor Tiongkok ini membawa dua Redmi K20, yakni Redmi K20 dan Redmi K20 Pro.

Tidak cukup di situ, Xiaomi juga menghadirkan versi spesial dari Redmi K20 Pro, yakni Redmi K20 Pro Signature Edition. Apa itu?

Mengutip laman Gizmochina, Kamis (19/7/2019), Redmi K20 Pro Signature Edition terbuat dari material emas murni, lengkap dengan berlian.

Uniknya, Xiaomi hanya membuat 20 unit Redmi K20 Pro Signature Edition ini. Makanya, tidak heran kalau harga smartphone ini pun cukup mahal, yakni sekitar USD 6.978 atau setara Rp 97,5 jutaan.

Selain material yang memakai emas, seluruh spesifikasi perangkat tetap sama dengan model standar.

Misalnya, Redmi K20 Pro Signature Edition mengusung layar AMOLED seluas 6,39 inci dengan resolusi Full HD+ dan rasio aspek 19,5:9 dan kecerahan hingga 600 nit.

2 dari 3 halaman

Chipset dan Memori Internal

Tampilan Redmi K20 Pro yang baru meluncur (kredit: Android Central)

Soal performa, smartphone ini dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 855 dari Qualcomm dengan fabrikasi 7nm berkecepatan 2,84Ghz, GPU Adreno 640. Sementara, sistem pendinginan yang dipakai adalah 8-layer graphite cooling system.

Redmi K20 Pro hadir dengan opsi RAM 6GB atau 8GB jenis LPDDR4X. Untuk model RAM 6GB, Redmi K20 Pro edisi emas dibekali dengan memori internal 128GB.

Untuk versi RAM 8GB, perangkat ini memiliki memori internal 256GB.

Redmi K20 Pro sendiri menjalankan sistem operasi Android 9 Pie dengan MIUI 10. Perangkat ini juga dibekali dengan Game Turbo generasi kedua untuk meningkatkan pengalaman bermain gim di smartphone.

3 dari 3 halaman

Spesifikasi dan Kamera

Redmi K20 dan K20 Pro (sumber: Mi Global)

Bicara kamera, Redmi K20 Pro dibekali dengan tiga kamera utama di bodi belakangnya. Adapun kamera yang dimaksud antara lain adalah kamera utama 48MP dengan Dual LED flash dan aperture f1.75 menggunakan sensor Sony IMX586.

Kemudian, ada juga lensa telephoto 6P dengan resolusi 8MP dan aperture f2.4, serta sebuah kamera wide-angle 124,8 derajat dengan resolusi 13MP dan aperture f2.4.

Sementara, kamera selfie smartphone ini memiliki resolusi 20MP dengan aperture f2.0 dengan desain pop-up.

Redmi K20 Pro juga menghadirkan fingerprint di layar generasi ketujuh. Perangkat ini juga masih dibekali dengan jack audio 3,5mm dan chip audio Qualcomm Aqstic WCD 9340 hi-Fi.

Untuk masalah konektivitas, perangkat ini mendukung panggilan VOLTE, WiFI 802.11ac, Bluetooth 5, GPS (L1-L2 Dual Band) dan GLONASS, NFC, serta dukungan USB Type C.

Redmi K20 Pro dibekali dengan baterai berkapasitas 4.000mAh dengan pengisian daya cepat Sonic Charge 27 watt.

(Tin/Why)

Google Tendang 7 Aplikasi Mata-mata dari Play Store

Liputan6.com, Jakarta – Google menghapus tujuh aplikasi mata-mata dari Play Store. Tujuh aplikasi tersebut pertama kali ditemukan oleh para peneliti ancaman mobile di perusahaan keamanan Avast.

Dilansir Phone Arena, Kamis (18/7/2019), semua aplikasi tersebut kini telah hilang dari Play Store. Namun, sebelumnya, aplikasi-aplikasi itu telah diinstal 130 ribu kali.

Tujuh aplikasi itu kemungkinan besar didesain oleh developer Rusia. Dua di antaranya adalah Spy Tracker dan SMS Tracker, yang telah diinstal lebih dari 50 ribu kali.

Aplikasi-aplikasi tersebut dibuat untuk membantu para penggunanya “memata-matai” anak-anak, karyawan, atau orang lain yang diinginkan. Piranti lunak itu melacak lokasi target, kemudian mengumpulkan kontak, SMS, dan riwayat panggilan telepon mereka.

Untuk bisa berfungsi, orang yang akan memata-matai harus memiliki akses ke ponsel target, dan memasang aplikasi yang diinginkan pada perangkat orang lain tersebut. Setelahnya, aplikasi tersebut akan menghilangkan tanda-tanda yang menunjukkan perangkat target sedang dimata-matai.

2 dari 2 halaman

Aplikasi Mata-mata Tidak Etis

Kantor pusat Google di Mountain View. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

“Aplikasi ini sangat tidak etis dan bermasalah untuk privasi orang, sehingga tidak boleh ada di Google Play Store. Mereka mempromosikan perilaku kriminal, dan dapat disalahgunakan oleh pemiliknya, penguntit, atau orang lain untuk memata-matai korban mereka,” ungkap Kepala Intelijen dan Ancaman Keamanan Mobile Avast, Nikolaos Chrusaidos.

“Kami mengklasifikasikan aplikasi-aplikasi tersebut sebagai stalkerware, dan bisa dengan cepat mengidentifikasinya menggunakan apklab.io. Kami juga berkolaborasi dengan Google untuk menghapus aplikasi-aplikasi tersebut,” sambungnya.

Berikut tujuh aplikasi bermasalah tersebut:

1. Track Employees Check Work Phone Online Spy Free

2. Spy Kids Tracker

3. Phone Cell Tracker

4. Mobile Tracking

5. Spy Tracker

6. SMS Tracker

7. Employee Work Spy

(Din/Ysl)

Petisi Dorong Pemerintah Segera Terapkan Pemblokiran IMEI Ponsel Ilegal

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah diketahui berencana untuk mengeluarkan aturan pemblokiran IMEI ponsel ilegal yang beredar di Indonesia. Rencananya, aturan ini akan dikeluarkan pada 17 Agustus 2019.

Menanggapi akan keluarnya aturan tersebut, kelompok yang mengatasnamakan sebagai Masyarakat Peduli Konsumen (MPK) pun membuat sebuah petisi di Change.org. Isinya meminta pemerintah untuk segera menerapkan aturan terkait pemblokiran ponsel ilegal.

“Maka kami yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Konsumen (MPK) mengajak kamu untuk tanda tangan petisi ini dan menyebarkannya agar pemerintah segera merealisasikan aturan untuk melarang dan menindak tegas terhadap peredaran ponsel ilegal di Indonesia,” tulis petisi itu.

Menurut MPK, ponsel ilegal atau black market itu sebenarnya bertentangan dengan UU Perlindungan Konsumen. Karenanya, mereka meminta agar aturan ini dapat segera diterapkan.

“Karena menurut UU, konsumen harus mendapatkan pelayanan yang maksimal dari produsen, sedangkan kalau beli black market, vendor tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik jika perangkat milik konsumen mengalami masalah,” tulis MPK dalam deskripsinya.

Selain konsumen tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, tidak jarang ponsel tersebut tersebut merupakan barang replika. Terlebih, beberapa ponsel ilegal juga berpotensi terkena serangan malware.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Kamis, (18/7/2019), petisi ini sudah ditandatangani oleh 12 orang dari target 100 orang. Petisi ini sendiri ditujukan untuk Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

2 dari 3 halaman

Ponsel BM Rugikan Negara Rp 2,8 Triliun Per Tahun

Handphone/smartphone terpajang di salah satu gerai di Jakarta, Kamis (7/4/2019). Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementarian Komunikasi dan Informatika masih terus menggodok aturan pemblokiran ponsel ilegal atau black market. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perlu diketahui, salah satu kerugian nyata adalah potensi kerugian penerimaan pajak dari penjualan smartphone. Menurut data Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), potensi kerugian pajak yang timbul akibat beredarnya ponsel BM sekitar Rp 2,8 triliun per tahun.

Angka ini didapatkan dari banyaknya smartphone ilegal yang beredar di pasaran Indonesia. Menurut perhitungan APSI, jumlah smartphone ilegal yang beredar di Indonesia sekitar 20 persen dari total smartphone yang mencapai angka 45 juta unit. Dengan begitu, jumlah ponsel BM jika dihitung sekitar 9 juta unit.

Asosiasi ini menyebut, dari 9 juta unit smartphone ilegal harganya rata-rata adalah Rp 2,5 juta, sehingga bila ditotal sekitar Rp 22,5 triliun.

Sementara, kerugian penerimaan pajak bisa dihitung dari pajak yang harusnya diberlakukan untuk penjualan smartphone yakni pajak penghasilan (10 persen) dan pajak pertambahan nilai (5 persen).

Jika dihitung, pajak yang dibebankan kepada 9 juta unit smartphone ilegal tersebut harusnya adalah 15 persen dikali dengan Rp 22,5 triliun, sehingga bisa didapatkan nilai pajak yang harusnya diterima pemerintah adalah Rp 2,8 triliun.

Sayangnya, karena merupakan smartphone ilegal, vendornya pun tidak membayarkan pajak ke pemerintah.

Akibatnya, pemerintah berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 2,8 triliun. Bahkan jumlah tersebut harusnya lebih besar, mengingat tahun 2019, APSI memperkirakan jumlah ponsel BM ada 30 persen dari perangkat yang beredar. 

(Dam/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

FaceApp Kembali Viral, Bahaya Keamanan Pengguna Jadi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta – Masih pada ingat dengan aplikasi FaceApp? Yup, aplikasi buatan Rusia yang sempat booming dua tahun lalu tersebut kembali mendominasi feed semua akun media sosial.

Informasi, FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa ‘memermak’ foto selfie dengan sejumlah efek, termasu mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Digunakan oleh banyak orang dan sangat menghibur, terkadang banyak pengguna yang tidak menyadari aplikasi tersebut dapat mengakses sejumlah fitur di dalam smartphone, ataupun informasi pribadi pengguna.

Beberapa pertanyaan muncul seiring kembali viralnya aplikasi ini. Seperti, apakah FaceApp dapat mengakses camera roll tanpa persetujuan?

Dikutip dari laman Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), peneliti keamanan dan CEO Guardian App, Will Strafach dan peneliti Baptiste Robert tidak menemukan bukti mengenai hal tersebut.

Aplikasi ini memang memungkinkan kamu memilih satu foto tanpa memberinya akses ke galeri foto. Tetapi, sebenarnya hal ini mendapatkan izin 100 persen dari API Apple saat iOS 11 diperkenalkan.

Ini memungkinkan pengembang membiarkan pengguna memilih satu foto dari sistem untuk diunggah ke aplikasi. Secara teori, FaceApp dapat memproses foto-foto di perangkat itu sendiri.

Yaroslav Goncharov, mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp mengatakan, foto yang diunggah ke aplikasi tersimpan di server perusahaan.

Hal tersebut dilakukan untuk menyimpan bandwidth jika pengguna menggunakan beberapa filter sekaligus, dan dihapus dalam waktu 48 jam sejak di upload.

Tentu saja, kita tidak mengetahui dengan pasti apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna, tetapi perlu dinggat, kita selalu mengunggah foto wajah ke server perusahaan sepanjang waktu, seperti ke Facebook atau Google.

2 dari 2 halaman

Tips Bikin Foto Selfie Makin Kece Pakai FaceApp

FaceApp, aplikasi edit foto yang konyol dan menggelitik. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Salah satu aplikasi edit foto yang kini tengah digandrungi pengguna smartphone adalah FaceApp. Aplikasi in berhasil menarik perhatian karena memiliki kemampuan mengubah hasil selfie seseorang menjadi orangtua, anak-anak, termasuk bertukar gender.

Aplikasi yang dibesut oleh startup Wireless Lab OOO yang berbasis di Rusia ini memanfaatkan kecerdasan buatan dan jaringan neural untuk mengubah wajah dengan efek realistis.

Namun tahukah kamu, aplikasi tersebut ternyata juga dapat dipakai untuk mengubah foto wajah menjadi lebih ganteng atau cantik. 

Ada dua filter yang dapat digunakan untuk membuat foto kamu lebih ciamik. Pertama, menambahkan filter Smile agar fotomu terlihat lebih semringah. FaceApp menawarkan dua opsi tampilan senyum yang dapat dipilih. 

Selain itu, ada pula filter Spark yang ditampilkan dengan ikon halilintar. Melalui filter ini, fotomu akan ditampilkan dengan kulit yang lebih bercahaya dan halus. Menarik bukan? 

Cara untuk melakukannya pun sangat mudah. Kamu cukup mengambil selfie seperti biasa dan mengeditnya langsung melalui FaceApp.

Bagi kamu yang penasaran seperti apa hasil foto yang diedit menggunakan dua modus tersebut di FaceApp di sini.

(Linda Fahira Putri/Ysl)