Satelit LAPAN Abadikan Wajah Kota Madinah dari Luar Angkasa

Ia menjelaskan, Lapan bertanggung jawab dalam desain, pengembangan, peluncuran, hingga penerimaan data satelit.

Sementara IPB bertanggung jawab dalam pengembangan algoritma, pemanfaatan dan aplikasi data satelit untuk ketahanan pangan nasional serta monitoring lingkungan.

Pengembangan satelit ini juga merupakan upaya mewujudkan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian. Teknologi satelit akan mendukung akurasi data dalam perencanaan masa tanam lahan persawahan yang akan berimplikasi langsung pada peningkatan ketahanan pangan.

“Hal ini tentunya akan membantu pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan terkait pangan, misalnya terkait impor beras,” ujar Yatri.

Muatan pengindera satelit Lisat berupa 4 bands multispectral imager beresolusi 18 meter dengan swath 100 kilometer, adalah gagasan dari IPB. Muatan inilah yang akan dimanfaatkan untuk memantau tanaman pangan.

“Satelit ini dikemnbangkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perancangan dan pembangunan satelit oleh bangsa Indonesia agar kita menguasai teknologi ini, baik untuk tujuan eksperimental maupun operasional,” pungkas Yatri.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Unboxing Samsung Galaxy Note 9, apa saja isi kelengkapan dalam boksnya?