Saat Equinox, Benarkah Sebutir Telur Bisa Berdiri Tegak?

Liputan6.com, Jakarta – Ada sebuah cerita yang menyebut, sebuah telur bisa berdiri tegak saat tanggal 20 Maret, yakni ketika Bumi tengah mengalami fenomena equinox.

Equinox merupakan fenomena astronomi, yakni saat matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali setahun, yakni 21 Maret dan 23 September.

Mengutip laman milik aplikasi ramalan cuaca AccuWeather, Kamis (21/3/2019), cerita bahwa telur bisa berdiri tegak ini terus muncul tiap tahun, ketika fenomena equinox terjadi.

Para penyebar cerita ini percaya bahwa telur memang bisa berdiri tegak lurus, didukung oleh kekuatan equinox. Namun, bagaimana kebenaran cerita ini?

Laman AccuWeather menuliskan, telur memang bisa berdiri tegak dengan seimbang pada 20 Maret. Tidak hanya itu, telur juga bisa berdiri tegak di hari lainnya, sepanjang tahun.

Faktanya, ada penjelasan yang lebih sederhana. Unsur-unsur yang menjaga telur bisa berdiri tegak seimbang adalah hasil dari kombinasi konsentrasi dan kesabaran, serta permukaan (tempat berdirinya telur) yang sangat padat.

Vernal equinox menandai awal musim semi dan terjadi ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa selama orbitnya.

“Ketika Bumi berada di tengah-tengah antara kedua sisi bidang orbit, semuanya berbaris tegak lurus, namun fenomena ini tidak berlangsung lama karena Bumi selalu bergerak sesuai orbitnya,” tutur Meteorolog Senior AccuWeather Dave Samuhel.

Pada momen singkat ketika Bumi dan matahari tegak lurus yakni sekitar 21 maret, lama siang dan malam hari di berbagai negara sama-sama 12 jam.