Review Samsung Galaxy S10 Plus, Hampir Jadi Smartphone Terbaik Saat Ini

Kamera merupakan salah satu fitur unggulan Galaxy S10 Plus. Ada tiga kamera belakang dengan resolusi 12MP untuk telephoto dengan sudut pandang 45°, 12MP wide-angle (77°), dan 16MP ultra wide (123°). Sementara kamera depannya, 10MP dan 8MP RGB Depth.

Experience Samsung Galaxy S10 Plus: Telephoto sore hari di luar ruangan. Liputan6.com/Andina Librianty

Experience Samsung Galaxy S10 Plus: Telephoto sore hari di luar ruangan. Liputan6.com/Andina Librianty

Selama pengujian, hasil foto secara keseluruhan sangat bagus. Terutama dalam kondisi cahaya terang, seperti siang hari yang tampil dengan langit biru cerah.

Pengambilan gambar dengan fitur ultra wide juga tampak bagus. Ultra wide ini sangat ideal digunakan jika ingin memotret lanskap, karena semua objek bisa masuk di dalam frame.

Experience Samsung Galaxy S10 Plus: Ultra Wide pada siang hari di luar ruangan. Liputan6.com/Andina Librianty

Experience Samsung Galaxy S10 Plus: Ultra Wide pada sore hari di luar ruangan. Liputan6.com/Andina Librianty

Sayangnya, hasil gambar di kondisi cahaya redup tidak begitu begitu maksimal. Hal ini sebenarnya tidak begitu mengejutkan, mengingat kualitas kamera smartphone yang memang belum bisa disandingkan dengan DSLR. Ketika gambar diperbesar (zoom in), noise masih terlihat.

Hasil gambar Galaxy S10 Plus dengan kamera belakang pada malam hari (Ultra wide) Foto: Andina Liputan6.com/Liputan.com

Hasil gambar Galaxy S10 Plus dengan kamera belakang pada malam hari (Wide angle) Foto: Andina Librianty/Liputan6.com

Untuk kamera depan, Galaxy S10 Plus memiliki fitur bernama Live Focus. Mode portrait ini memiliki sejumlah efek, seperti “Zoom” dan “Spin”. Hal yang menarik, kita bisa menyesuaikan intensitas efek tersebut sebelum atau sesudah pengambilan gambar. Bahkan bisa beralih ke efek yang lain.

Hasil kamera depan Galaxy S10 Plus dengan fitur Live focus (Foto: Liputan6.com)

Hasil kamera depan Galaxy S10 Plus (Foto: Liputan6.com)

Teknologi Artificial Intelligence (AI) pada Galaxy S10 Plus, salah satunya berfungsi untuk membuat hasil pengambilan gambar menjadi lebih baik. Dalam hal ini, AI kamera ini bisa mengenali 30 scene yang di antaranya clothing, drink, cat, people, dan landscape.

Kamera Galaxy S10 Plus juga memiliki fitur Shot Suggestion, yang akan memandu pengguna untuk memotret dengan menentukan area fokus. Fitur ini ketika diaktifkan akan muncul secara otomatis begitu kamera diarahkan ke objek.

Shot Suggestion pada Samsung Galaxy S10 Plus. Liputan6.com/Andina Librianty

Samsung juga membuat kamera Galaxy S10 Plus bisa merekam video dengan hasil lebih smooth. Hal ini berkat adanya Digital Video Stabilization pada kamera belakang.

Performa

Secara keseluruhan, performa Galaxy S10 Plus tidak mengecewakan. Smartphone ini memang pantas menyandang gelar sebagai produk flagship.

Pembukaan aplikasi dengan ritme cepat berlangsung dengan baik, tidak ada lag ditemui. Bahkan ketika sejumlah aplikasi dibuka secara bersamaan di background.

Screenshot One UI Home pada Galaxy S10 Plus (Foto: Liputan6.com)

Galaxy S10 Plus mudah dinavigasi, terlebih lagi berbagai fitur pada ponsel ini juga mudah diakses di menu pengaturan, seperti kemudahan mengaktifkan fitur Wireless PowerShare.

Selain itu, ketika bermain gim seperti PUBG pun berjalan dengan baik. Namun, setelah bermain kurang lebih 15 menit, bodinya memang terasa sedikit menghangat.

Tampilan grafis bawaan yang disesuaikan dengan spesifikasi Galaxy S10 Plus adalah High. Sehingga, tampilan grafisnya ketika bermain cukup memanjakan mata para gamer.

Screenshot PUBG di Galaxy S10 Plus (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)

Fitur sensor sidik jari di dalam layar pada Galaxy S10 Plus membut desain smartphone ini semakin cantik. Ini membuat tidak begitu banyak tombol fisik pada smartphone tersebut. Respons sensor ini pun cukup baik untuk membuka kunci perangkat, walau tidak selalu cepat.

Tampilan sensor sidik jari di layar Samsung Galaxy S10 Plus. Liputan6.com/Andina Librianty

Performa Galaxy S10 Plus juga didukung kapasitas baterai besar, 4.100mAh. Kapasitas baterai yang cukup besar ini, membuat fitur Wireless PowerShare tidak sia-sia.

Fitur Wireless PowerShare pada Galaxy S10 Plus (Foto: Liputan6.com)

Melalui PowerShare, Galaxy S10 Plus dapat berbagi daya baterai dengan perangkat lain yang memiliki fitur wireless charging seperti Huawei Mate 20 Pro.

Berkat PowerShare, Galaxy S10 Plus tidak hanya bisa membantu pengisian smartphone, tapi juga produk lain seperti Galaxy Buds. Namun, PowerShare tidak bisa digunakan ketika daya baterai ponsel Galaxy S10 Plus tersisa 30 persen. Fitur Wireless PowerShare juga sangat mudah diaktifkan, karena terdapat di bar menu pengaturan.

Samsung Galaxy S10 Plus bisa mengisi daya baterai Galaxy Buds. Liputan6.com/Andina Librianty

Samsung juga meningkatkan performa Bixby. Sama seperti pada Galaxy S9, tombol Bixby masih berada di sisi kiri. Ketika tombol tersebut ditekan, maka fitur Bixby secara otomatis dapat digunakan. Sama seperti asisten virtual lain, Siri dan Google Assistant, pengguna dapat menyampaikan perintah suara di Galaxy S10, seperti mematikan notifikasi flash, dan mengunduh aplikasi.