Projek Blockchain Asal Korsel Ini Siap Masuk Pasar Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Setelah menghadirkan fitur crypto wallet pada smartphone Samsung Galaxy S10, projek blockchain Liveen siap masuk ke pasar Indonesia.

Untuk bisa masuk ke pasar Indonesia, Liveen bersama dengan Finotek Group menjalin kerja sama dengan platform e-commerce Qoo10 untuk membentuk ekosistem.

Melalui perjanjian kerja sama tersebut, Qoo10 akan menyediakan sistem e-commerce di Asia Tenggara dan elemen marketing untuk Liveen sebagai target perluasan pasar.

Tak hanya itu, Liveen juga tengah berkolaborasi dengan salah satu layanan crypto exchange di Tanah Air, yakni Coinone Indonesia untuk bisa melebarkan sayap dan hadir untuk para pengguna Indonesia.

Dengan tujuan membentuk servis finansial yang lebih baik dengan berbagai platform berbasis teknologi blockchain, Liveen hadir sebagai platform data jejaring sosial berbasis blockchain yang menyediakan informasi mengenai lokasi terkini pengguna dan memberikan kompensasi dalam bentuk VEEN Token sebagai value-nya.

Pengguna juga bisa mendapatkan kompensasi lebih banyak jika mem-posting kegiatan mereka di lokasi tersebut. Data pengguna tersimpan otomatis secara periodik dalam sistem dan dianalisis oleh Liveen.

Namun, menurut keterangan resmi yang Tekno Liputan6.com terima, Rabu (31/7/2019), Liveen berkomitmen untuk tidak mentransfer atau menunjukkan data pribadi pengguna tersebut secara bebas.

2 dari 2 halaman

Target Layanan

Bagaimana dengan orang-orang yang belum pernah menggunakan jasa finansial, sehingga tidak ada data yang tercatat atau yang biasa disebut dengan unbanked population? Inilah yang sebenarnya menjadi tujuan utama Liveen.

Liveen berkomitmen untuk membantu mereka menghasilkan data. Adapun target layanan ini adalah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan juga Afrika.

(Isk/Ysl)