Peringatan, Aplikasi Malware Baru Susupi Google Play Store

Liputan6.com, Jakarta – Bagi kamu yang menggunakan perangkat Android, ada baiknya untuk selalu berhati-hati ketika mengunduh dan menginstal aplikasi dari Google Play store.

Baru-baru ini, pakar keamanan di Trend Micro menemukan ada serangkaian malware yang memiliki kemampuan menghindari deteksi dan filter keamanan Google.

Dilansir Express, Senin (28/1/2019), malware bernama Anubis tersebut bersembunyi di dalam dua aplikasi pada Google Play store, dan sudah diunduh ribuan kali.

Adapun kedua aplikasi malware yang berlabel tools di toko aplikasi Google, yaitu Currency Converter dan BatterySaverMobi.

Di dalam laporan Trend Micro, malware yang bersembunyi di dalam kedua aplikasi tersebut mampu mencuri berbagai informasi penting milik korban.

2 dari 3 halaman

Cara Kelabui Sistem Keamanan Google Play Store

(foto: phonearena.com)

Seperti disebutkan di atas, malware baru Android ini mampu menghindari deteksi atau filter keamanan buatan Google. Disebutkan, malware hanya akan aktif saat mendeteksi pengguna Android bergerak.

Kevin Sun, tim pakar kemananan di Trend Micro menjelaskan, “Untuk dapat melewati filter keamanan Google, malware itu memanfaatkan situasi ketika pengguna dan perangkat bergerak untuk menyembunyikan aktivitas mereka.”

Aplikasi jahat itu memantau langkah pengguna melalui sensor gerak di dalam perangkat.

“Saat aktif, aplikasi akan mencoba menipu pengguna untuk mengunduh dan menginstal APK pembaruan sistem palsu yang berbahaya,” katanya.

3 dari 3 halaman

Dapat Rating 4,5 di Google Play Store

(foto: pocketables.com)

Lebih lanjut, salah satu aplikasi yang berisikan malware berbahaya tersebut ternyata mendapatkan skor 4,5 di Google Play store dari 73 reviewer.

Namun, Trend Micro mengatakan ada indikasi review atau ulasan tentang aplikasi dipublikasikan melalui akun palsu.

Sejak mendapatkan laporan tersebut, Google pun langsung menghapus kedua aplikasi itu dari Play Store.

“Pengguna harus selalu waspada terhadap aplikasi apa pun yang meminta informasi atau data penting milik pengguna,” ujar Kevin.

(Ysl/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :