Bank Mandiri Eror, Warganet Keluhkan Saldo Tabungan Berubah

Liputan6.com, Jakarta – Sejak pagi ini, Sabtu (20/7/2019), sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan saldo di rekening mereka berubah tiba-tiba di Twitter.

Beberapa mendapati saldo di rekening mereka ada yang bertambah, dan ada pula yang berkurang–hingga nol.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, pencarian kata kunci “Bank Mandiri” dan “Bank Mandiri error” cukup banyak dikeluhkan warganet.

Sejumlah warganet pun mengalamatkan keluhan mereka ke akun Twitter @bankmandiri, sekaligus berusaha menghubungi layanan costumer service (CS).

Berikut ini adalah beberapa rangkuman twit warganet yang mengeluhkan saldo tabungan di Bank Mandiri mereka berubah.

2 dari 2 halaman

Warganet Keluhkan Saldo Tabungan Berkurang

Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

(Ysl/Isk)

Instagram Makin Cepat Deteksi Akun Pelanggar Aturan

Liputan6.com, Jakarta – Instagram baru saja mengumumkan pembaruan kebijakan untuk mekanisme penonaktifkan akun. Kali ini, Instagram bekerja sama dengan Facebook untuk menciptakan kebijakan agar platform-nya dapat menjadi medium suportif bagi semua orang.

Dengan pembaruan ini, Instagram dapat dengan cepat mendeteksi dan menghapus akun yang telah berulang kali melanggar kebijakan.

Hal ini berbeda dari kebijakan yang diterapkan saat ini. Untuk sekarang, Instagram biasanya akan menonaktifkan sebuah akun setelah membuat unggahan yang melanggar kebijakan dalam batas persentase tertentu.

Namun dengan kebijakan baru, Instagram juga dapat menghapus akun yang melakukan sejumlah pelanggaran dalam jangka waktu tertentu.

Pembaruan ini sama dengan kebijakan mekanisme penonaktifkan akun di Facebook. Menurut Instagram, pembaruan ini membantu platform-nya menerapkan kebijakan penonaktifkan yang lebih konsisten dan mendorong pengguna bertanggung jawab atas isi unggahannya.

“Selain itu, Instagram memperkenalkan proses notifikasi baru yang dapat membantu pengguna lebih sadar jika akun mereka berisiko dinonaktifkan,” tulis Instagram dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Sabtu (20/7/2019).

Lewat notifikasi ini, Instagram ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengajukan banding atas konten yang dihapus.

Sebagai permulaan, konten yang masuk dalam kategori pelanggaran berisi pornografi, perundungan dan pelecehan, ujaran kebencian, penjualan narkoba, dan terorisme.

Kendati demikian, Instagram akan memberikan waktu banding hingga beberapa bulan ke depan. Apabila sebuah unggahan dihapus karena ada kekeliruan, Instagram memastikan akan mengembalikannya dan menghapus catatan pelanggaran dari akuntersebut.

Nantinya, pengguna yang ingin mengajukan banding dapat melakukannya melalui Pusat Bantuan Instagram. Media sosial itu juga berencana untuk menghadirkan fitur banding langsung dari aplikasi.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram. (via: istimewa)

Sebelumnya, Instagram juga mengumumkan akan memakai bantuan AI (artificial intelligence) untuk mengurangi komentar kasar yang ‘gentayangan’ di platform tersebut.

Mengutip dari laman Ubergizmo, Selasa (9/7/2019), Instagram akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Twitter Benahi Masalah Twit Gaib

Liputan6.com, Jakarta – Pengguna aktif Twitter beberapa bulan belakangan ini pasti pernah mendapati unavailable tweets di lini masanya. Hal ini cukup menjengkelkan, mengingat pengguna malah disuguhi serangkaian twit gaib, alih-alih membaca twit yang diharapkan pada sebuah twit atau utas.

Jumat (19/7/2019), Twitter akhirnya angkat bicara mengenai isu ini. Melalui akun resmi @TwitterSupport, disampaikan bahwa jejaring sosial berbasis mikroblog tersebut sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah ini. 

Dijelaskan pula beberapa hal yang menyebabkan twit gaib tersebut, yaitu “twit tersebut telah dihapus atau diproteksi (ditulis oleh akun dengan setelan privat), atau twit itu memuat kata kunci yang dibisukan. Dalam beberapa pekan ke depan, kamu akan melihat lebih banyak konteks pada setiap peringatan untuk membantu menjelaskan mengapa twit itu tidak tersedia,” ujar Twitter.

Selain itu, menurut amatan Tekno Liputan6.com, ada pula beberapa hal yang boleh jadi menyebabkan twit gaib, yakni twit itu berasal dari pengguna yang telah memblokir kamu; kamu telah memblokir pengguna itu; pengguna dengan setelan privat telah me-retweet twit itu; twit itu telah menandai seseorang yang telah kamu blokir; dan twit itu telah ditandai sebagai konten sensitif.

Pemakaian Ikon pada Percakapan

Selain perbaikan atas masalah twit gaib, Twitter juga tengah menguji pemakaian ikon pada percakapan atau utas. Hal ini diklaim akan memudahkan pengguna mengikuti alur percakapan.

Ada tiga macam ikon yang disematkan pada pengguna yang terlibat di percakapan, yakni ikon mikrofon, ikon “@” dan ikon kecil orang dengan tanda centang. Ketiga ikon itu menandakan peran berbeda dari masing-masing pengguna yang terlibat di dalam percakapan.

Pemakaian ikon semacam ini sebetulnya bukan hal baru. Awal tahun ini Twitter pernah menguji pemberian label “author” dan “mentioned”. Untuk melihat perbedaannya, simak sampel twit di bawah ini. 

Di antara pemakaian label dan ikon, manakah yang lebih kamu sukai?

(Why/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Top 3 Tekno: Respons Unik Kaesang ke Pencibir Jokowi Viral

Liputan6.com, Jakarta Cara unik Kaesang Pangarep dalam merespons warganet yang mencibir ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di Twitter.

Berita ini pun menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019) kemarin.

Informasi lain yang tak kalah menuai perhatian datang dari Gofleet, layanan sewa mobil khusus hasil kolaborasi Gojek dengan Astra.

Lebih lengkapnya simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Warganet Cibir Jokowi, Kaesang Pangarep: Sang Pisangnya Kakak

Pada Jumat (19/7/2019), Twitter diramaikan dengan cara unik Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membalas nyinyiran warganet yang dialamatkan kepada ayahnya.

Bukannya balik mengomentari warganet tersebut, Kaesang malah mempromosikan “Sang Pisang”, usaha kuliner miliknya.

Hingga berita ini diturunkan, twit Kaesang sudah mendapatkan retweet dari warganet hingga 5,3 ribu dan 18,3 ribu yang menyukai komentarnya di Twitter.

Baca selengkapnya di sini

2. Gofleet, Layanan Sewa Mobil Khusus Hasil Kolaborasi Gojek dan Astra

Perusahaan patungan PT Astra International Tbk (ASII) dan Gojek, PT Solusi Mobilitas Bangsa (SMB), baru saja meluncurkan solusi mobilitas roda empat bernama Gofleet.

Gofleet merupakan penyelenggara layanan angkutan sewa khusus yang menyediakan solusi mobilitas berkualitas bagi mitra driver jasa transportasi online pintu ke pintu di Indonesia, dalam bentuk penyediaan kendaraan, perawatan, layanan perbaikan, perlindungan asuransi, dan monetisasi kendaraan melalui pemasangan iklan.

“Gofleet merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis antara Astra dan Gojek yang dimulai sejak investasi kami di Gojek pada Februari 2018,” kata Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto melalui keterangannya, Jumat (19/7/2019)

Baca selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

3. Kaspersky Angkat Bicara soal Keamanan Data di Aplikasi FaceApp

FaceApp. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Fenomena FaceApp kembali populer setelah meluncur pertama kali dua tahun sebelumnya. Namun, kepopulerannya berbuntut panjang.

Di balik ketenaran aplikasi ini, banyak masyarakat juga mempertanyakan bagaimana keamanan data para penggunanya.

Menjawab hal tersebut, Kaspersky memberikan langkah-langkah proaktif dan rekomendasi bagi para pengguna agar terhindar dari risiko keamanan yang berbahaya.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Perbarui Aturan, Instagram Makin Cepat Deteksi Akun Pelanggar Aturan

Liputan6.com, Jakarta – Instagram baru saja mengumumkan pembaruan kebijakan untuk mekanisme penonaktifkan akun. Kali ini, Instagram bekerja sama dengan Facebook untuk menciptakan kebijakan agar platform-nya dapat menjadi medium suportif bagi semua orang.

Dengan pembaruan ini, Instagram dapat dengan cepat mendeteksi dan menghapus akun yang telah berulang kali melanggar kebijakan.

Hal ini berbeda dari kebijakan yang diterapkan saat ini. Untuk sekarang, Instagram biasanya akan menonaktifkan sebuah akun setelah membuat unggahan yang melanggar kebijakan dalam batas persentase tertentu.

Namun dengan kebijakan baru, Instagram juga dapat menghapus akun yang melakukan sejumlah pelanggaran dalam jangka waktu tertentu.

Pembaruan ini sama dengan kebijakan mekanisme penonaktifkan akun di Facebook. Menurut Instagram, pembaruan ini membantu platform-nya menerapkan kebijakan penonaktifkan yang lebih konsisten dan mendorong pengguna bertanggung jawab atas isi unggahannya.

“Selain itu, Instagram memperkenalkan proses notifikasi baru yang dapat membantu pengguna lebih sadar jika akun mereka berisiko dinonaktifkan,” tulis Instagram dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Sabtu (20/7/2019).

Lewat notifikasi ini, Instagram ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengajukan banding atas konten yang dihapus.

Sebagai permulaan, konten yang masuk dalam kategori pelanggaran berisi pornografi, perundungan dan pelecehan, ujaran kebencian, penjualan narkoba, dan terorisme.

Kendati demikian, Instagram akan memberikan waktu banding hingga beberapa bulan ke depan. Apabila sebuah unggahan dihapus karena ada kekeliruan, Instagram memastikan akan mengembalikannya dan menghapus catatan pelanggaran dari akuntersebut.

Nantinya, pengguna yang ingin mengajukan banding dapat melakukannya melalui Pusat Bantuan Instagram. Media sosial itu juga berencana untuk menghadirkan fitur banding langsung dari aplikasi.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram. (via: istimewa)

Sebelumnya, Instagram juga mengumumkan akan memakai bantuan AI (artificial intelligence) untuk mengurangi komentar kasar yang ‘gentayangan’ di platform tersebut.

Mengutip dari laman Ubergizmo, Selasa (9/7/2019), Instagram akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

HEADLINE: Heboh Aplikasi FaceApp, Platform Asal Rusia yang Curi Data Pengguna?

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp kembali viral di media sosial. Banyak para pengguna mengedit foto mereka menjadi terlihat tua dan kemudian diunggah ke media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

Viralitas aplikasi buatan Rusia tersebut kian terdongkrak ketika sejumlah selebritas Tanah Air dan Hollywood mengedit wajah mereka menjadi tampak jauh lebih tua menggunakan FaceApp. Alhasil, tren #FaceAppChallenge sempat viral di berbagai platform media sosial.

FaceApp sendiri adalah aplikasi pengubah potret wajah berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bisa ‘merombak’ raut wajah manusia secara ekstrem. Orang berusia muda bisa tampak dewasa hingga keriput seperti kakek-kakek atau nenek-nenek. Sebaliknya, mereka yang sudah berumur bisa terlihat bak anak-anak. 

Namun, di tengah hebohnya aplikasi buatan Rusia tersebut muncul dugaan kalau platform ini diam-diam mencuri data pengguna, seperti foto wajah, yang dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk keperluan tertentu.

Pihak FaceApp kemudian membantah hal tersebut dengan memberikan pernyataan kepada TechCrunch untuk mengklarifikasi kebijakannya terkait masalah privasi.

Meskipun persyaratan layanan menunjukkan data masih dapat ditransfer ke tim pengembang Rusia, perusahaan mengklaim bahwa data pengguna tetap berada di server.

Yaroslav Goncharov, mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp menjelaskan, foto yang disimpan di server sebenarnya digunakan untuk membuat proses pengeditan lebih efisien untuk pengguna. Setelah itu, foto-foto tersebut akan dihapus dalam waktu 48 jam.

Selain itu, FaceApp mengatakan, 99 persen pengguna memilih untuk tidak melakukan log in, sehingga aplikasi tidak memiliki banyak cara untuk mengidentifikasi informasi pengguna.

Pun demikian, kita tidak mengetahui dengan pasti apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna atau tidak.

Perlu diingat, kita pun kerap mengunggah foto wajah ke server perusahaan teknologi lain, seperti Facebook, Instagram atau Google.

Infografis FaceApp Curi Data Pengguna? (Liputan6.com/Abdillah)

2 dari 6 halaman

Pakar Keamanan Siber Angkat Bicara

Pakar keamanan siber, Pratama D Persadha (Liputan6.com/Balgoraszky Arsitide Marbun)

Bicara soal bahaya aplikasi FaceApp yang menjadi buah bibir di tengah masyarakat, Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha angkat bicara.

Ia mengatakan sebenarnya FaceApp sudah memberikan ketentuan bahwa mereka bisa menjual serta mendistribusikan foto yang ada di aplikasi serta foto tidak otomatis terhapus dari server mereka meski sudah kita hapus.

“Satu hal yang perlu dicatat, FaceApp adalah aplikasi gratis yang tentunya membutuhkan pemasukan. Salah satunya dengan menjual foto kita untuk tujuan komersial. Tidak seperti Facebook dan Instagram yang mengolah data para pemakainya dan bisa saja dijual pada pihak ketiga, seperti skandal Cambridge Analytica,” ujar Pratama kepada Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

Ia menambahkan, FaceApp hanya mengumpulkan foto, dan memang ada kekhawatiran bahwa foto tersebut dikumpulkan untuk nantinya digunakan untuk membuka password di smartphone. Meski kemungkinan itu ada, namun masih terlalu jauh.

“Sebenarnya Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi kita dibandingkan FaceApp. Sebaiknya, orang-orang penting seperti pejabat, tidak memakai aplikasi ini,” ujar Pratama.

Pria yang juga dikenal sebagai Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) ini menegaskan, secara umum sebenarnya apa yang dituangkan di ketentuan FaceApp adalah hal yang biasa dan banyak dilakukan oleh aplikasi lain, seperti akses ke kamera dan kontak smartphone.

3 dari 6 halaman

63 Persen Pengguna Tak Hiraukan Ketentuan Aplikasi

Ilustrasi: penggunaan aplikasi FaceApp untuk keperluan mengedit foto

Berkaitan dengan hal tersebut, penyedia solusi keamanan Kaspersky mengungkap, mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi, ketika mereka menginstal aplikasi baru.

“Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan–seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA via email.

Pada dasarnya, tidak ada salahnya bila kita mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini.

“Akan tetapi, ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, dan pesan pribadi,” tutur Yeo menambahkan.

Bila mengklik “Allow” tanpa pikir panjang, ada kemungkinan pembuat aplikasi resmi atau pun ilegal akan mengakses hal yang seharusnya tetap menjadi data rahasia pengguna.

Ketika data sensitif itu diretas atau disalahgunakan, aplikasi viral seperti FaceApp pun dapat memanfaatkan celah untuk dieksploitasi oleh peretas guna menyebarkan virus berbahaya.

4 dari 6 halaman

Tips Hindari Pencurian Data

Lebih lanjut, Kaspersky pun memberikan tips agar pengguna dapat menghindari pencurian data.

Kaspersky menyarankan, pengguna harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka.

Berikut adalah beberapa langkah dasar yang dapat lakukan:

1. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Jangan lupa untuk membaca ulasan dan peringkat aplikasi

2. Pilih aplikasi yang ingin diinstal pada perangkat dengan bijak

3. Baca perjanjian lisensi dengan cermat

4. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi

5. Hindari mengklik “next” selama instalasi aplikasi

6. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat

5 dari 6 halaman

3 Aplikasi Mirip FaceApp yang Tak Kalah Populer

FaceApp (sumber: express)

Seiring kepopuleran FaceApp, sejumlah aplikasi tiruan yang kurang dikenal, tiba-tiba ikut melesat dan bertengger pada posisi teratas di toko aplikasi App Store dan Google Play.

Ambil contoh aplikasi AgingBooth. Diluncurkan sembilan tahun lalu, aplikasi ini sekarang loncat menjadi aplikasi nomor dua di App Store (juga di top 50 Google Play).

Anehnya, AgingBooth sama sekali belum mendapatkan pembaruan selama hampir tiga tahun. Akan tetapi, dalam sepekan terakhir, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 2,2 juta kali. Demikian berdasarkan data dari Sensor Tower.

Tak seperti FaceApp yang menghadirkan ‘permak’ wajah lebih realistis, efek AgingBooth terlihat lebih seperti kartun.

Aplikasi lain dengan kualitas meragukan juga menuai popularitas. Dibuat oleh pengembang asal Tiongkok, Akie Mine, aplikasi berjudul faceapp! juga beranjak ke posisi teratas di App Store dalam beberapa hari terakhir.

Tampil dengan ikon mirip FaceApp, anehnya aplikasi ini tidak memiliki fitur yang dapat mengubah usia.

Terakhir adalah Oldify, sebuah aplikasi kloningan FaceApp yang populer baru-baru ini. Sayang, aplikasi yang dirancang sejak enam tahun lalu ini tidak dapat diunduh secara gratis.

Dibanderol Rp 13 ribu, Oldify saat ini masuk ke dalam daftar teratas aplikasi berbayar di iOS dan sudah diunduh sebanyak 330 ribu kali dalam seminggu terakhir.

(Isk/Dam/Isk/Ein)

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

VIDEO: Heboh Aplikasi FaceApp

Liputan6.com, Jakarta Filter muka tua ini berasal dari aplikasi FaceApp. FaceApp adalah aplikasi besutan perusahaan Rusia yang dua tahun lalu juga sempat booming. FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa mengubah foto selfie dengan beberapa filter, termasuk mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Pahamify Optimistis Unggul di Industri Startup Edutech

Liputan6.com, Jakarta – Pahamify meramaikan industri edutech di Tanah Air dengan meluncurkan aplikasi belajar, yang biasa diakses dari smartphone.

Sebagai pemain baru, Pahamify optimistis tak akan kalah saing dari para kompetitornya, termasuk Ruangguru yang lebih dulu hadir.

Optimismes itu disampaikan oleh CEO Pahamify, Rousyan Fikri. Ia justru menilai persaingan pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat.

“Ada persaingan justru menguntungkan masyarakat, karena orang-orang akan berlomba untuk membuat yang lebih baik,” ungkap Fikri dalam acara peluncuran Pahamify di kawasan Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Hubungan dekat ia dan para pendiri Pahamify lain, Mohammad Ikhsan dan Edria Albert, dengan dunia pendidikan menjadi salah kekuatan yang dimiliki Pahamify.

Selain itu, kata Fikri, tim Pahamify juga memiliki latar belakang teknologi dan kreativitas.

Tim Pahamify yang juga di balik channel YouTube Hujan Tanda Tanya, juga menjadi keunggulan karena dinilai cukup unggul sebagai pembuat konten.

“Dengan bekal itu semua, kami yakin bisa membuat sesuatu yang sangat bagus. Meski ada pemain lagi, tapi sejauh ini kami mendapatkan review yang bagus tentang Pahamify,” tutur Fikri.

2 dari 2 halaman

Puluhan Ribu Pengguna

Pahamify Bikin Belajar Makin Mudah Lewat Smartphone. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Pahamify sendiri saat ini sudah memiliki puluhan ribu pengguna. Fikri mengklaim jumlahnya terus mengalami peningkatan sejak pertama kali tersedia pada Oktober 2018.

“Jumlah pengguna kami berkembang cukup pesat. Kami sangat optimis dengan layanan yang telah kami siapkan selama 1,5 tahun ini,” jelas Fikri.

Selain berusaha menumbuhkan jumlah pengguna, Pahamify juga akan terus menambah konten di dalam aplikasinya. Bahkan perusahaan juga tertarik untuk memperluas target penggunannya ke segmen pelajar SMP.

Pahamify pun juga akan berusaha menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan konten edutech.

“Saat ini untuk konten kami masih kerjakan sendiri, tapi kami juga ingin nanti bisa kerja sama dengan pemerintah. Kami sendiri di Pahamify ada lebih dari 50 orang, tapi semua konten mengikuti kurikulum yang ada di Indonesia, ” kata Fikri.

(Din/Ysl)

Pahamify Bikin Belajar Makin Mudah Lewat Smartphone

Liputan6.com, Jakarta – Startup edutech di Indonesia bertambah dengan kehadiran Pahamify. Aplikasi belajar ini menyuguhkan konten edukasi atau pelajaran melalui smartphone.

Tak hanya sekedar menyediakan materi belajar, Pahamify juga menyediakan Career Center yakni layanan konseling yang dikelola oleh psikolog dari Universitas Indonesia untuk membantu siswa mengenali minat dan bakat diri.

Layanan konseling ini tersedia dalam bentuk video, yang bisa diakses langsung oleh siswa di dalam aplikasi Pahamify.

“Fenomena belajar yang kami temukan ternyata tidak hanya di aspek belajar, tapi juga yang lain seperti yang memengaruhi minat belajar. Oleh sebab itu, Pahamify juga memiliki layanan konseling, yang tujuannya juga untuk membantu siswa belajar,” ungkap CEO dan co-founder Pahamify di kawasan Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Aplikasi Pahamify saat ini sudah tersedia untuk perangkat Android dan iOS. Saat ini konten yang tersedia hanya untuk siswa SMA jurusan IPA, sedangkan konten IPS dijadwalkan akan rilis pada September 2019.

Learning Center untuk IPA ini memiliki berbagai konten, termasuk mengenai pelajaran fisika, kimia, biologi, dan matematika. Di dalamnya tidak hanya berisi rangkuman, tapi juga berbagai kuis terkait pelajaran tersebut.

Untuk bisa menikmati konten di Pahamify, pengguna harus membayar biaya berlangganan. Paket berlangganan 1 bulan seharga Rp 170 ribu, 3 bulan Rp 370 ribu, 6 bulan Rp 570 ribu, dan 1 tahun Rp 870 ribu. Namun sebelum 1 Agustus 2019, pengguna akan mendapatkan potongan harga 70 persen.

2 dari 2 halaman

Puluhan Ribu Pengguna

Pahamify Bikin Belajar Makin Mudah Lewat Smartphone. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Diungkapkan Fikri, Pahamify saat ini sudah memiliki puluhan ribu pengguna. Ia mengklaim jumlahnya terus mengalami peningkatan sejak pertama kali tersedia pada Oktober 2018.

“Jumlah pengguna kami berkembang cukup pesat. Kami sangat optimis dengan layanan yang telah disiapkan selama 1,5 tahun ini,” tutur Fikri.

Selain berusaha menumbuhkan jumlah pengguna, Pahamify juga akan terus menambah konten di dalam aplikasinya. Perusahaan juga tertarik untuk memperluas target penggunannya ke segmen pelajar SMP.

Pahamify pun juga akan berusaha menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan konten edutech.”Saat ini untuk konten kami masih kerjakan sendiri, tapi kami juga ingin nanti bisa kerja sama dengan pemerintah. Kita sendiri di Pahamify ada lebih dari 50 orang, tapi semua konten kami mengikuti kurikulum yang ada di Indonesia, ” ungkap Fikri.

(Din/Ysl)

Ini Kata Psikolog UI tentang Warganet Marak Pakai FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Sempat populer dua tahun silam, FaceApp, tiba-tiba kembali booming di kalangan warganet. Tak tanggung-tanggung, sejumlah selebritas hingga pejabat pun ramai-ramai menggunakan aplikasi “permak” wajah ini.

Alhasil, tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge pun meramaikan platform media sosial, seperti Instagram, Twitter dan Facebook.

Melihat fenomena tersebut, Anna Surti Ariani, seorang psikolog Universitas Indonesia pun angkat bicara tentang alasan mengapa warganet ramai-ramai menggunakan aplikasi FaceApp ini.

“Fenomena FaceApp ini sangat menarik banget. Alasan kenapa mereka menggunakan aplikasi ini, banyak sih,” kata perempuan yang biasa disapa Nina kepada Tekno Liputan6.com lewat pesan singkat, Jumat (19/7/2019).

“Salah satu alasannya adalah mengikut tren di medsos saat ini. Ada banyak orang yang merasa, kalau tidak ikutan pakai FaceApp, maka (mereka) merasa kurang eksis.”

2 dari 2 halaman

Alasan Warganet Ramai-Ramai Pakai FaceApp

Aplikasi FaceApp. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Dia juga menyebutkan, “Ada juga yang ingin tahu masa depan. Hidup kita kan begitu tak terduganya. Jadi, kalau ada hal-hal yang bisa membuat hidup kita sedikit lebih terduga, misalnya wajah kita di masa depan akan seperti apa (hidup jadi lebih menarik).”

Nina juga mengungkap banyak orang di masyarakat yang mengalami ketidakpuasan terhadap diri sendiri. “Misalnya, (merasa) kurang cantik atau kurang simetris, atau apalah. Jadi kita ingin mengubah diri sesuai dengan yang kita mau.”

Hal lain yang menjadi alasan menggunakan aplikasi “permak” wajah semacam FaceApp, antara lain ingin tahu seperti apa wajah kita saat tua.

“Dengan cara ini, banyak orang lebih siap menghadapi masa tua. Karena banyak yang merasa ingin menghindari masa tua akibat takut jadi keriput dan lain-lain.”

Ada pula faktor ingin menipu, baik diri sendiri ataupun orang lain. “Misalnya foto yang ditaro di aplikasi perjodohan dibuat lebih ganteng atau lebih cantik biar menarik lebih banyak orang.”

(Ysl/Why)

3 Tips Supaya Jualan Kamu Laris di Instagram

Liputan6.com, Jakarta – Instagram kini tak lagi sekadar media sosial untuk terhubung dengan teman dan keluarga. Seiring perkembangannya, ada berbagai fitur yang bisa membantu akun personal maupun bisnis untuk berjualan di Instagram.

Instagram saat ini memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Menurut data perusahaan, untuk profil bisnis sendiri saat ini jumlahnya sudah lebih dari 25 juta.

Kepala Bagian Bisnis Berkembang & UKM Instagram, Ferdy Nandes, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara dengan profil bisnis terbanyak di dunia.

“Saat ini Instagram memiliki lebih dari 25 juta akun bisnis di Instagram, dan Indonesia merupakan satu dari lima negara dengan jumlah terbesar di dunia. Kita bersaing dengan Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan Rusia,” tutur Ferdy di kantor Instagram, Jumat (19/7/2019).

Nah, bagi yang tertarik mengembangkan bisnisnya, berikut tiga tips jitu dari Instagram:

1. Pakai tagar

Tagar merupakan cara tepat untuk menemukan banyak hal. Sayangnya, tagar yang dinilai sebagai senjata utama di media sosial tersebut masih jarang digunakan.

Instagram pun menekankan penggunaan tagar dengan bijak. Hindari penggunaan tagar dengan jumlah terlalu banyak. Usahakan menggunakan tagar khusus yang sesuai dengan bisnis Anda.

2 dari 2 halaman

2. Pelajari Insight

Kepala Bagian Bisnis Berkembang & UKM Facebook dan Instagram, Ferdy Nandes. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Instagram menyediakan Insight bagi setiap profil bisnis. Kehadiran fitur ini disebut dapat membantu pelaku bisnis memahami karakteristik audiens mereka dengan lebih baik.

Melalui Insight, pelaku bisnis dapat menentukan waktu tepat untuk mengunggah konten serta jumlahnya dalam satu hari.

Namun meski kamu mengunggah 10 konten per hari, Instagram mengklaim para follower tidak akan terganggu berkat algoritma yang ada. Algoritma Instagram akan menampilkan unggahan kamu secara bertahap kepada setiap follower.

3. Manfaatkan seluruh fitur

Tunjukkan ciri khas bisnis kamu, dan jadilah teman untuk konsumen dengan membangun interaksi. Manfaatkan berbagai fitur native Instagram seperti Feed, Stories, Live, hingga IGTV.

Selain itu, tak ada salahnya memasang iklan di Instagram untuk menjangkau audiens lebih luas. Instagram mematok harga pamasangan iklan mulai dari Rp 20 ribu.

(Din/Ysl)

Pakar Keamanan: Lebih Berbahaya Facebook atau Instagram Ketimbang FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp dalam beberapa hari terakhir tengah mendominasi media sosial, seperti Instagram maupun Twitter. Sebab, aplikasi besutan pengembang Rusia itu kini hadir dengan kemampuan yang makin baik, sehingga tidak terlihat merupakan hasil rekaan.

Namun, kepopuleran aplikasi ini bukannya tanpa masalah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kepemilikan foto yang diunggah untuk diedit melalui aplikasi FaceApp.

Dalam ketentuan yang diberikan pada pengguna, FaceApp memang menyebut mereka dapat menjual atau mendistribusikan foto dari pengguna. Tidak hanya itu, foto yang diunggah tidak langsung terhapus dari server.

Menyoal ketentuan itu, pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan hal itu wajar dilakukan aplikasi yang menawarkan layanan gratis. Jadi, salah satu yang dapat dilakukan adalah menjual foto untuk tujuan komersial.

Akan tetapi, langkah yang dilakukan FaceApp itu sebenarnya tidak sampai seperti yang dilakukan Facebook dan Instagram. Sebab, kedua media sosial itu mengolah data para penggunanya dan dapat dijual pada pihak ketiga.

“FaceApp hanya mengumpulkan foto. (Jadi) ada kekhawatiran foto tersebut dikumpulkan untuk nantinya membuka password smarpthone kita. Kemungkinan itu ada, tapi masih terlalu jauh,” tuturnya saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

Oleh sebab itu, Pratama menuturkan sekilas sebenarnya Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi pengguna ketimbang FaceApp. Akan tetapi, dia memang mengatakan sebaiknya orang penting tidak memakai aplikasi ini.

Alasannya, dengan menggunakan media sosial, pihak luar akan lebih mudah melakukan profiling terhadap orang penting tersebut. Karenanya, beberapa negara mengimbau pada para pejabat atau militer tidak bermain media sosial.

“Secara umum, apa yang dituangkan FaceApp adalah hal biasa dan banyak dilakukan aplikasi lain, seperti akses ke kamera dan kontak smartphone,” tutur Pratama mengakhiri pembicaraan.

2 dari 3 halaman

Kaspersky Angkat Bicara soal Keamanan Data di Aplikasi FaceApp

FaceApp (sumber: express)

Di sisi lain, Kaspersky juga memberikan langkah-langkah proaktif dan rekomendasi bagi para pengguna agar terhindar dari risiko keamanan yang berbahaya.

Dikutip dari keterangan resminya, Jumat (19/7/2019), Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA mengatakan, “Sebuah aplikasi menjadi viral–seperti FaceApp–di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan sering terjadi.”

“Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan–seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak.”

Kaspersky mengungkap data, ada mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi, ketika mereka menginstal aplikasi baru.

Pada dasarnya, memang tidak ada salahnya mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini. Akan tetapi, ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, pesan pribadi, dan lainnya.

Karena bila mengklik “Allow” tanpa pikir panjang, bukan hal yang tidak mungkin pembuat aplikasi resmi ataupun ilegal untuk mengakses hal yang seharusnya tetap menjadi data rahasia Anda.

Ketika data sensitif ini diretas atau disalahgunakan, aplikasi viral macam FaceApp pun dapat memanfaatkan celah untuk dieksploitasi oleh peretas menyebarkan virus berbahaya.

3 dari 3 halaman

Tips Hindari Pencurian Data dari Kaspersky

FaceApp, aplikasi edit foto yang konyol dan menggelitik. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Lebih lanjut, Kaspersky pun memberikan tips bagaimana agar pengguna dapat menghindari pencurian data.

Perusahaan menyarankan, “para pengguna online harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka.”

Adapun berikut ini adalah beberapa langkah dasar yang dapat kamu lakukan:

1. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Baca ulasan dan peringkat aplikasi juga

2. Pilih aplikasi yang ingin di instal pada perangkat mereka dengan bijak

3. Baca perjanjian lisensi dengan cermat4. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi Anda

5. Hindari mengklik “next” selama instalasi aplikasi

6. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat Anda.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Fokus ke Pasar Premium, Oppo Masih Mau Rilis Smartphone Murah?

Liputan6.com, Malang – Oppo Indonesia belum lama ini merilis smartphone premiumnya, Oppo Reno series. Tidak hanya berfokus pada kamera selfie, perangkat ini hadir dengan kemampuan kamera belakang yang mumpuni.

Belum lagi, Oppo Reno mengusung inovasi pivot rising kamera yang bakal naik dari sisi atas smartphone, saat kamera depan diaktifkan. Perusahaan membanderol Oppo Reno series lebih mahal ketimbang seri F dan A. Perangkat ini dijual mulai Rp 8 juta serta Rp 13 juta untuk tipe Reno 10x Zoom.

Dengan masuknya Oppo Reno series, apakah perusahaan asal Tiongkok tersebut mulai fokus ke pasar premium dan bakal mengurangi ketersediaan perangkat yang lebih murah?

PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto pun memberikan jawabannya. Menurut Aryo, sejak awal kehadirannya di tanah air, Oppo memang fokus menyasar pasar premium sejak awal.

“Dari awal, kami main di pasar premium, sekarang kami tetap melanjutkan pasar highend atau premium,” kata Aryo ditemui di acara Oppo Reno 10x Zoom Media Experience di Malang, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019).

Meski fokus pada pasar smartphone premium, Aryo mengatakan, Oppo Indonesia akan tetap menghadirkan smartphone entry level. Namun, ia mengakui, standar sebuah smartphone makin lama akan naik sedikit demi sedikit.

“Masih ada smartphone entry level, tetapi lambat laun, standarnya akan naik sedikit demi sedikit, jadi mungkin smartphone harga Rp 1,2 jutaan sudah tidak akan ada,” katanya.

2 dari 2 halaman

Oppo Punya Smartphone untuk Semua Segmen

Tampilan depan Oppo Find X. Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani

Sekadar informasi, saat ini Oppo memiliki beberapa segmen smartphone, yakni flagship, premium atau highend, serta entry level. Untuk seri flagship, perusahaan memiliki Oppo Find X, model smartphone inovatif yang dilengkapi dengan teknologi kamera pop-up dan diikuti oleh berbagai merek smartphone lain.

Selanjutnya di kelas premium atau highend, Oppo memiliki Reno series serta Oppo seri R17 Pro yang rilis pada akhir 2018.

Kemudian, untuk smartphone kelas menengah dan entry level, Oppo masing-masing memiliki smartphone seri F, yakni F11 dan F11 Pro, serta seri A untuk perangkat entry level-nya.

(Tin/Ysl)

Akademi Instagram Bakal Tingkatkan Keterampilan Digital Pengusaha Muda

Liputan6.com, Jakarta – Instagram memperkuat komitmennya untuk mengembangkan digital di Indonesia. Layanan media sosial tersebut pada hari ini meluncurkan Akademi Instagram, sebuah program pelatihan global yang dirancang khusus untuk wirausahawan muda di ranah digital.

Kepala Bagian Bisnis Berkembang & UKM Facebook dan Instagram, Ferdy Nandes, mengungkap program ini merupakan salah satu wadah dan inisiatif Instagram untuk memberikan pelatihan bagi wirausahawan muda agar lebih kreatif. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu para wirausahawan mengembangkan bisnis mereka.

“Kami menginginkan para wirausahawan lebih kreatif di Instagram, sehingga kami menghadirkan Akademi Instagram ini. Akademi Instagram ini diluncurkan pertama kali di Indonesia,” ungkap Ferdy di kantor Instagram, Jumat (19/7/2019).

Akademi Instagram akan digelar di tiga kota Indonesia, Jakarta (20/7), Bandung (3/8), dan Yogyakarta (24/8). Peserta yang mengikuti program ini harus berusia maksimal 35 tahun.

Dijelaskan Ferdy, ada beberapa persyaratan lain untuk bisa mengikuti program ini. Peserta harus sudah menjalankan usahanya di Instagram minimal satu tahun.

Program gratis ini tersedia bagi bisnis yang bergerak dalam salah satu dari 16 subsektor industri kreatif Badan Kreatif (Bekraf), di antaranya aplikasi dan pengembangan permainan, fashion, musik, dan fotografi.

“Program Akademi Instagram ini sekaligus sebagai upaya kami membantu Bekraf dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia,” tutur Ferdy.

2 dari 2 halaman

Gandeng Krevi

CEO Kreavi Anto Motulz. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Instagram bekerja sama dengan Kreavi, yaitu platform digital yang fokus menberdayakan para kreator visual Indonesia. Kreavi nantinya akan memilih 10 lulusan terbaik dari 1.000 perserti di tiga kota, untuk mengikuti program inkubasi pada September 2019.

Selama program Akademi Instagram berlangsung, para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan ilmu bisnis pada para pakar di bidangnya. Narasumber acara ini selain dari pihak Instagram, juga akan ada CEO Kreavi Anto Motulz, Head of Creative Tokopedia Andy Victor, dan co-founder Filosofi Kopi Handoko Hendroyono.

Melalui serangkaian sesi pelatihan dalam akademi ini, para peserta akan belajar cara memahami fitur-fitur bisnis Instagram, membuat konten menarik untuk pemasaran produk, dan strategi promosi yang tepat.

Setelah itu, baru Kreavi memilih 10 peserta inkubasi. Kemudian, Kreavi akan kembali melakukan seleksi untuk menentukan lima bisnis terbaik, yang nantinya akan mengikuti acara pameran lokal agar bisa mendapatkan konsumen potensial yang lebih luas.

Proses inkubasi sendiri akan berlangsung selama lima hari. “Selama beberapa hari itu, kami akan mencari tahu apa permasalahan mereka dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari tiap kreator itu bisa berbeda-beda. Ada yang masalahnya dari sisi modal atau proses distribusi. Setelah itu, kita akan bantu cari solusinya, ” jelas Motulz.

Bagi para pelaku bisnis yang tertarik dengan program ini, bisa mengakses akademiinstagran.kreavi.com, atau mengikuti informasinya melalui tagar #Akademiinstagram di Instagram.

(Din/Ysl)

Deretan Meme Lucu soal Aplikasi FaceApp yang Sedang Viral

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp kembali viral di media sosial beberapa hari terakhir. Kembali ramainya pemakaian aplikasi edit wajah ini turut didukung dengan tagar #FaceAppChallenge yang banyak beredar di media sosial.

Oleh sebab itu, saat ini banyak berseliweran di lini masa Twitter atau feed Instagram unggahan pengguna media sosial yang memajang wajah tuanya setelah diedit melalui aplikasi FaceApp.

Namun, sama seperti tren yang viral di media sosial, unggahan FaceApp kali ini tidak luput dari guyonan warganet. Buktinya, banyak meme bertema aplikasi besutan pengembang asal Rusia tersebut.

Beberapa di antara unggahan meme itu berisi guyonan timeline media sosial saat ini kebanyakan berisi konten dari FaceApp. Utamanya, gambar pengguna yang diubah menjadi tua.

Tidak hanya itu, ada beberapa warganet yang mengunggah gambar sejumlah figur publik yang ternyata tidak berubah meski sudah memakai aplikasi FaceApp.

Untuk mengetahui seperti apa unggahan tersebut, berikut ini ada beberapa yang sudah dihimpun Tekno Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

2 dari 3 halaman

FaceApp Kembali Viral, Bahaya Keamanan Pengguna Jadi Perhatian

Filter etnis FaceApp. (Foto: FaceApp)

Untuk informasi, FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa ‘memermak’ foto selfie dengan sejumlah efek, termasu mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Digunakan oleh banyak orang dan sangat menghibur, terkadang banyak pengguna yang tidak menyadari aplikasi tersebut dapat mengakses sejumlah fitur di dalam smartphone, ataupun informasi pribadi pengguna.

Beberapa pertanyaan muncul seiring kembali viralnya aplikasi ini. Seperti, apakah FaceApp dapat mengakses camera roll tanpa persetujuan?

Dikutip dari laman Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), peneliti keamanan dan CEO Guardian App, Will Strafach dan peneliti Baptiste Robert tidak menemukan bukti mengenai hal tersebut.

3 dari 3 halaman

Sekilas Soal Aplikasi FaceApp

FaceApp, aplikasi edit foto yang konyol dan menggelitik. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Aplikasi ini memang memungkinkan kamu memilih satu foto tanpa memberinya akses ke galeri foto. Tetapi, sebenarnya hal ini mendapatkan izin 100 persen dari API Apple saat iOS 11 diperkenalkan.

Ini memungkinkan pengembang membiarkan pengguna memilih satu foto dari sistem untuk diunggah ke aplikasi. Secara teori, FaceApp dapat memproses foto-foto di perangkat itu sendiri.

Yaroslav Goncharov, mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp mengatakan, foto yang diunggah ke aplikasi tersimpan di server perusahaan.

Hal tersebut dilakukan untuk menyimpan bandwidth jika pengguna menggunakan beberapa filter sekaligus, dan dihapus dalam waktu 48 jam sejak di-upload.

Tentu saja, kita tidak mengetahui dengan pasti apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna, tetapi perlu dinggat, kita selalu mengunggah foto wajah ke server perusahaan sepanjang waktu, seperti ke Facebook atau Google.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Undur Diri, Petinggi Xiaomi Pindah ke Google

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu petinggi Xiaomi, Donovan Sung, mengabarkan bahwa dia undur diri dari perusahaan. Donovan, yang merupakan juru bicara dan direktur manajemen produk Xiaomi global, mengumumkan bahwa bulan ini merupakan bulan terakhir baginya di Xiaomi.

“Ini adalah bulan terakhir bagi saya di #Xiaomi,” kata Donovan lewat akun Twitter pribadinya.

Di antara pengalaman yang berkesan baginya selama lima tahun terakhir adalah kesempatan untuk mengunjungi lebih dari dua puluh negara di seluruh dunia, termasuk India, Indonesia, Mesir dan Spanyol.

Untuk diketahui, dia memang pernah bertandang ke Indonesia ketika peluncuran produk pada bulan September 2017 silam di Jakarta.

Secara khusus pria yang pernah bekerja di Spotify, YouTube, Google dan Microsoft itu berterima kasih kepada Lei Jun yang merupakan CEO dan pendiri Xiaomi.

Ia pun menyebut beberapa capaian perusahaan lima tahun terakhir. Mulai dari ekspansi Xiaomi ke lebih dari delapan puluh negara di seluruh dunia hingga menjadi merek smartphone nomor satu di India selama tujuh tahun berturut-turut.

2 dari 2 halaman

Pindah ke Google

Pengumuman ini menimbulkan pertanyaan ke manakah Donovan akan berlabuh? 

Masih lewat twit di akun pribadiya, Donovan mengatakan dia akan pindah ke Google di Singapura. Dia akan membantu menangani inisiatif metode pembayaran Google di pasar negara berkembang.

“Google Play telah menunjukkan kemajuan di India dan saya bersemangat untuk melanjutkan misi menghadirkan inovasi teknologi terkini kepada miliaran pengguna berikutnya,” ujar Donovan.

Kemudian, ia kembali menyampaikan terima kasih kepada Lei Jun dan beberapa rekannya di Xiaomi.

“Bergabung dengan tim global #Xiaomi adalah pengalaman sekali seumur hidup. Kami telah membangun tim keren yang memiliki gagasan besar dan mengeksekusi gagasan dengan cepat, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Terima kasih kepada semua Mi Fans yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” pungkas Donovan.

(Why/Ysl)

PUBG Akhirnya Punya Latar Belakang Cerita

Liputan6.com, Jakarta – Gim battle royale PUBG dikenal oleh para pemainnya tidak memiliki latar belakang cerita tersendiri. Jadi, tidak banyak pemain yang mengetahui seperti apa kisah dalam permainan ini.

Namun dari laporan terbaru, PUBG berencana mengubah hal tersebut. Memasuki musim keempat, pengembang PUBG Corp teryata merilis sebuah trailer singkat yang menceritakan tentang gim ini.

Meski singkat, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (19/7/2019), PUBG ternyata memiliki latar belakang kisah yang kelam. Hal itu dapat dilihat dari kisah yang ditampilkan di trailer tersebut.

Trailer ini dibuka dengan sosok anak kecil yang berada di pulau Erangel, peta pertama PUBG. Dikisahkan, dia ternyata berhasil menjadi penyintas dari pertempuran yang terjadi di pulau itu.

Lalu, kisah dibawa ke beberapa tahun ke depan, saat si anak kecil itu kini menjadi salah satu peserta pertempuran battle royale. Belakangan, diketahui ternyata ada seseorang yang mengatur turnamen battle royale di Erangel.

Kisah itu pun ditutup dengan diperlihatkannya sosok pria yang menonton pertempuran di Erangel melalui layar monitor. Kemunculan trailer ini, PUBG dipastikan memiliki kisah yang berbeda dari kompetitornya, seperti Fortnite.

Seperti diketahui, Fortnite memiliki kisah yang lebih ceria dengan tampilan gim yang lebih warna-warni. PUBG sendiri memang disebut ingin memperbesar franchise gim ini.

Baru-baru ini, PUBG baru merekrut Glen Schofield, sosok yang bertanggung jawab untuk gim Call of Duty dan Dead Space. Dia disebut akan mengepalai studio baru yang berfokus pada kisah orisinal dalam semesta PUBG

2 dari 3 halaman

Gim PUBG Bakal Kehadiran Story Mode

Memainkan PUBG Mobile di Huawei Nova 3i (Foto: screenshot)

Sebelumnya, dikutip laman Ubergizmo, Sabtu (29/5/2019), pengembang PUBG akan menghadirkan pengalaman naratif untuk pengguna. Saat ini, pihak PUBG tengah mengembangkan story mode untuk seluruh PUBG Universe.

Artinya, baik pengguna PUBG versi PC maupun PUBG Mobile akan kebagian story mode ini.

Konfirmasi tersebut muncul dalam pengumuman dari PUBG yang menyebutkan, Co-Founder Sledgehammer bernama Glen Schofield telah bergabung dengan PUBG untuk menjalankan studio baru yang bernama Striking Distance.

Disebutkan, Schofield menjadi CEO Stiking Distante, yakni sebuah studio pengembangan gim baru. Sekadar informasi, Striking Distance inilah yang akan menggarap pengalaman naratif bagi PUBG Universe.

Sejauh ini, PUBG merupakan sebuah gim battle royale yang berfokus pada pengalaman multiplayer.

Di mana, para pemain harus berkompetisi memenangkan permainan dengan mengalahkan seluruh tim lawan. Tim yang bertahan hingga akhirlah yang dinyatakan sebagai pemenang gim PUBG.

3 dari 3 halaman

Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Pemain PUBG

PUBG Mobile versi 0.13.0 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Namun demikian, gim PUBG tidak memiliki cerita tentang alasan serta tujuan adanya pertarungan. Oleh karenanya, proyek pengalaman naratif ini akan menambah perspektif berbeda untuk para pemain PUBG.

“Sepanjang karier saya, saya memiliki banyak peluang membuat gim luar biasa yang menceritakan kisah-kisah luar biasa. Masing-masing memiliki sesuatu yang istimewa bagi saya,” kata Schofield, sebagaimana dikutip Venture Beat.

Ia menyebut, pengalaman mengembangkan gim beserta cerita naratifnya bakal membantu Schofield membangun tim yang bisa mengeksplorasi desain dan konsep baru di Striking Distance.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Kaspersky Angkat Bicara soal Keamanan Data di Aplikasi FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Fenomena FaceApp yang kembali populer setelah meluncur pertama kali 2 tahun sebelumnya, berujung panjang.

Dibalik ketenaran aplikasi ini, banyak masyarakat juga mempertanyakan bagaimana keamanan data para penggunanya.

Menjawab hal tersebut, Kaspersky memberikan langkah-langkah proaktif dan rekomendasi bagi para pengguna agar terhindar dari risiko keamanan yang berbahaya.

Dikutip dari keterangan resminya, Jumat (19/7/2019), Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA mengatakan, “Sebuah aplikasi menjadi viral–seperti FacApp–di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan sering terjadi.”

“Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan–seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak.”

Kaspersky mengungkap data, ada mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi ketika mereka menginstal aplikasi baru.

Pada dasarnya, memang tidak ada salahnya mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini, namun ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, pesan pribadi, dan lainnya.

Karena bila mengeklik “Allow” tanpa pikir panjang, bukan hal yang tidak mungkin pembuat aplikasi resmi ataupun ilegal untuk mengakses hal yang seharusnya tetap menjadi data rahasia Anda.

Ketika data sensitif ini diretas atau disalahgunakan, aplikasi viral macam FaceApp pun dapat memanfaatkan celah untuk dieksploitasi oleh peretas menyebarkan virus berbahaya.

2 dari 4 halaman

Tips Hindari Pencurian Data dari Kaspersky

Seiringnya teknologi berkembang, tingkat kegunaan smartphone pun terus meningkat. Walaupun begitu, masih saja ada pencurian data

Lebih lanjut, Kaspersky pun memberikan tips bagaimana agar pengguna dapat menghindari pencurian data.

Perusahaan menyarankan, “para pengguna online harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka.”

Adapun berikut ini adalah beberapa langkah dasar yang dapat kamu lakukan:

1. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Baca ulasan dan peringkat aplikasi juga

2. Pilih aplikasi yang ingin di instal pada perangkat mereka dengan bijak

3. Baca perjanjian lisensi dengan cermat4. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi Anda

5. Hindari mengklik “next” selama instalasi aplikasi

6. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat Anda.

3 dari 4 halaman

Aplikasi FaceApp Palsu Menginfeksi Korban Dengan Modul Adware

Ilustrasi peretasan sistem komputer. (Sumber Pixabay)

Selaku perusahaan keamanan siber berbasis di Rusia, Kaspersky juga telah mengidentifikasi aplikasi palsu FaceApp yang dirancang untuk menipu pengguna.

Disebutkan, aplikasi tiruan itu dapat menginfeksi perangkat korban dengan modul adware yang disebut MobiDash.

Setelah aplikasi diunduh dari sumber tidak resmi dan diinstal, itu mensimulasikan kegagalan dan kemudian terhapus. Setelah itu, modul berbahaya dalam aplikasi memasuki perangkat pengguna secara diam-diam dan menampilkan iklan.

Menurut data Kaspersky, sekitar 500 pengguna unik telah menemui masalah dalam dua hari terakhir, dengan deteksi pertama muncul pada 7 Juli 2019. Ada hampir 800 modifikasi modul berbeda yang telah diidentifikasi.

“Orang-orang di belakang MobiDash sering menyembunyikan modul adware mereka dengan kedok aplikasi dan layanan populer. Ini berarti kegiatan FaceApp versi palsu dapat meningkat, terutama jika kita berbicara tentang ratusan target hanya dalam beberapa hari,” kata Igor Golovin, peneliti keamanan di Kaspersky

“Kami menyarankan segera pengguna untuk tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dan menginstal solusi keamanan pada perangkat mereka untuk menghindari kerusakan.”

(Ysl/Isk)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Top 3 Tekno: Bahaya Aplikasi FaceApp Sedot Perhatian

Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi FaceApp dilanda isu privasi dan dianggap berbahaya. Berita ini pun menyedot perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (19/7/2019) kemarin.

Berita lain yang juga menyedot perhatian datang dari Google yang memblokir pengembang Tiongkok di Play Store.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler berikut di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. FaceApp Kembali Viral, Bahaya Keamanan Pengguna Jadi Perhatian

Masih pada ingat dengan aplikasi FaceApp? Yup, aplikasi buatan Rusia yang sempat booming dua tahun lalu tersebut kembali mendominasi feed semua akun media sosial.

FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa ‘memermak’ foto selfie dengan sejumlah efek, termasuk mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Digunakan oleh banyak orang dan sangat menghibur, terkadang banyak pengguna yang tidak menyadari aplikasi tersebut dapat mengakses sejumlah fitur di dalam smartphone, atau pun informasi pribadi pengguna.

Baca selengkapnya di sini

2. Senator Partai Demokrat Minta FBI Selidiki FaceApp

Diwartakan sebelumnya, aplikasi edit foto FaceApp sedang viral sejak beberapa hari belakangan ini. Tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge disertai foto editan FaceApp memenuhi linimasa jejaring sosial.

Terkini, aplikasi buatan perusahaan Rusia tersebut dilanda isu privasi. Bahkan senator Partai Demokrat AS, Chuck Schumer, menyerukan FBI dan FTC untuk melakukan investigasi.

Lewat akun Twitter pribadinya, dia mengunggah surat dan mengatakan bahwa “FBI dan FTC harus menyelidiki risiko keamanan dan privasi nasional saat ini karena jutaan orang Amerika telah menggunakannya (FaceApp).”

Baca selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

3. Langgar Kebijakan Iklan, Google Blokir Pengembang Tiongkok dari Play Store

Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Google memblokir pengembang aplikasi asal Tiongkok karena menyalahi kebijakan iklan. Pengembang aplikasi yang diblokir Google adalah CooTeks yang telah terdaftar di bursa saham NYSE. Salah satu aplikasi garapan CooTek adalah TouchPal, sebuah aplikasi keyboard yang cukup banyak dipakai di negara-negara barat.

Dengan pemblokiran ini, CooTek dengan sejumlah aplikasinya tidak bisa lagi mengakses platform iklan Google.

Mengutip laman The Verge, Kamis (18/7/2019), pemblokiran ini diawali dari investigasi yang dilakukan oleh Lookout. Hasil investigasi menunjukkan ratusan aplikasi milik CooTek menggunakan adware plugin bernama BeiTaAd.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

3 Aplikasi Serupa FaceApp Ini Juga Ikutan Populer

Liputan6.com, Jakarta – Beberapa hari ini, aplikasi ‘permak’ wajah berbasis AI buatan perusahaan Rusia, FaceApp, tiba-tiba kembali populer.

Sejumlah warganet hingga selebritas pun ramai-ramai mengunakan FaceApp. Alhasil, tren #FaceAppChallenge sempat viral di berbagai platform media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.

Dengan kepopuleran yang didapat oleh FaceApp, sejumlah aplikasi tiruan–yang kurang dikenal–tiba-tiba melesat dan bertengger pada posisi teratas di App Store dan Google Play.

Dikutip dari Mashable, Jumat (19/7/2019), tiga dari sepuluh aplikasi gratis teratas di App Store adalah aplikasi ‘rombak’ wajah, serta aplikasi berbayar nomor satu. Sementara itu, FaceApp masih memegang posisi teratas di kategori aplikasi gratis.

Popularitas instan ketiga aplikasi itu menunjukkan bagaimana kesuksesan satu aplikasi–seperti FaceApp–dapat mempengaruhi aplikasi serupa, meskipun mereka kurang update atau kualitasnya dipertanyakan.

2 dari 2 halaman

Tiga Aplikasi Serupa dengan FaceApp

Ilustrasi: penggunaan aplikasi FaceApp untuk keperluan mengedit foto

Ambil contoh aplikasi AgingBooth. Diluncurkan 9 tahun lalu, aplikasi ini sekarang meloncat menjadi aplikasi nomor dua di App Store (dan di top 50 Google Play).

Anehnya, AgingBooth sama sekali belum mendapatkan pembaruan hampir tiga tahun. Tetapi, dalam sepekan terakhir ini aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 2,2 juta kali, berdasarkan data dari Sensor Tower.

Tidak seperti FaceApp yang menghadirkan ‘permak’ wajah lebih realistis, efek AgingBooth terlihat lebih seperti kartun.

Aplikasi lain dengan kualitas meragukan juga menuai popularitas. Dibuat oleh pengembang asal Tiongkok, Akie Mine, aplikasi berjudul faceapp! juga beranjak ke posisi teratas di peringkat App Store dalam beberapa hari terakhir. Tampil dengan ikon mirip FaceApp, anehnya aplikasi ini tidak memiliki fitur yang dapat mengubah usia.

Terakhir, Oldify adalah aplikasi klon FaceApp yang populer baru-baru ini. Berumur 6 tahun, aplikasi ini tidak dapat diunduh secara gratis.

Dibanderol harga Rp 13 ribu, Oldify saat ini masuk ke dalam daftar teratas aplikasi berbayar di iOS dan sudah diunduh sebanyak 330 ribu kali dalam seminggu terakhir.

(Ysl/Why)

Warganet Cibir Jokowi, Kaesang Pangarep: Sang Pisangnya Kakak

Liputan6.com, Jakarta – Pagi ini, Jumat (19/7/2019), Twitter diramaikan dengan cara unik Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membalas nyinyiran warganet yang dialamatkan kepada ayahnya.

Bukannya balik mengomentari warganet tersebut, Kaesang malah mempromosikan “Sang Pisang”, usaha kuliner miliknya.

Hingga berita ini diturunkan, cuitan Kaesang sudah mendapatkan retweet dari warganet hingga 5,3 ribu dan 18,3 ribu yang menyukai komentarnya di Twitter.

Bukan itu saja, cuitan Kaesang di atas juga mengundang reaksi para warganet sehingga menduduki trending topic di urutan kedua.

Banyak di antara mereka yang menyukai cuitan kaesang, sampai penasaran bagaimana cara Kaesang bisa santai menanggapinya.

2 dari 4 halaman

Cuitan Warga Twitter

Kaesang Pangarep (Sumber: Instagram/kaesangp)

Penasaran seperti apa cuitan warganet yang me-retweet jawaban Kaesang? Berikut beberapa di antaranya: 

3 dari 4 halaman

Tanggapan Kaesang

Kaesang Pangarep memberi kuliner Markobar kepada pengunjung saat launching outlet kuliner Sang Pisang dan Markobar di Cikini, Jakarta, Minggu (11/3). Kolaborasi tersebut diharapkan bisa menarik lebih banyak pembeli. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kaesang pun menanggapi cuitan sejumlah warganet.

(Linda Fahira Putri/Isk)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Gofleet, Layanan Sewa Mobil Khusus Hasil Kolaborasi Gojek dan Astra

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan patungan PT Astra International Tbk (ASII) dan Gojek, PT Solusi Mobilitas Bangsa (SMB), baru saja meluncurkan solusi mobilitas roda empat bernama Gofleet.

Gofleet merupakan penyelenggara layanan angkutan sewa khusus yang menyediakan solusi mobilitas berkualitas bagi mitra driver jasa transportasi online pintu ke pintu di Indonesia, dalam bentuk penyediaan kendaraan, perawatan, layanan perbaikan, perlindungan asuransi, dan monetisasi kendaraan melalui pemasangan iklan.

“Gofleet merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis antara Astra dan Gojek yang dimulai sejak investasi kami di Gojek pada Februari 2018,” kata Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto melalui keterangannya, Jumat (19/7/2019).

Prijono menuturkan, pihaknya mendukung penuh upaya kolaborasi otomotif dan teknologi agar dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia.

“Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” ucapnya menambahkan.

Sementara pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim mengatakan, “Kerjasama ini sejalan dengan misi kami untuk terus berinovasi dan mencari cara memberikan kesempatan yang merata bagi masyarakat Indonesia.”

Nadiem melanjutkan, peluncuran Gofleet menjadi perwujudan kolaborasi dan perpaduan kekuatan dua karya anak bangsa terdepan untuk terus memajukan ekonomi digital Indonesia di mata dunia.

2 dari 3 halaman

Menggabungkan Dua Kekuatan

Gofleet menggabungkan kekuatan dua perusahaan nasional, yakni pengalaman Astra di industri otomotif dan Gojek, pemain terdepan yang memiliki keahlian di industri teknologi.

Kendaraan serta layanan perbaikan, perawatan, dan perlindungan asuransi yang disediakan oleh Gofleet bagi mitra driver memiliki kualitas sesuai standar Astra. Sementara sistem kemitraan dan teknologi dibangun sesuai dengan standar kecanggihan teknologi Gojek.

Presiden Direktur Gofleet Meliza M. Rusli menambahkan bahwa kehadiran Gofleet pada akhirnya akan memberikan benefit bagi mitra driver dan pelanggan jasa transportasi online pintu ke pintu di Indonesia.

“Dengan bergabung bersama Gofleet, mitra driver dapat fokus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, sementara perawatan dan perbaikan kendaraan akan dikelola oleh Gofleet. Mereka juga berkesempatan mendapat penghasilan tambahan dari media iklan yang akan dipasangkan di kendaraan,” katanya.

3 dari 3 halaman

Mengoperasikan Ribuan Unit

Secara bertahap Gofleet direncanakan akan mulai mengoperasikan ribuan unit kendaraan untuk dipergunakan mitra driver di area Jabodetabek.

Semua calon mitra driver dan mitra Go-Car saat ini yang tertarik dapat mulai bergabung menggunakan layanan Gofleet dengan melakukan pendaftaran, memenuhi persyaratan administratif, menjalankan pelatihan pengoperasian sistem dan pemanfaatan fasilitas serta pemenuhan persyaratan lainnya.

Setelah area Jabodetabek, layanan direncanakan akan mulai tersedia di kota-kota lain di Indonesia.

(Isk/Ysl)

10.000 Pengguna Microsoft Jadi Sasaran Peretasan Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta – Sekitar sepuluh ribu orang dalam setahun terakhir telah mendapat peringatan Microsoft bahwa mereka telah ditargetkan oleh peretas yang disponsori negara atau pemerintah.

Para korban dijadikan sasaran atau diserang oleh pihak-pihak yang bekerja untuk pemerintah asing. Microsoft mengatakan, dalam hampir semua kasus, segmen pengguna perusahaan merupakan target utama.

Sekitar satu dari sepuluh korban lainnya merupakan segmen pengguna pribadi. Demikian dikutip dari Tech Crunch, Jumat (19/7/2019).

Laporan terbaru Microsoft, yang dipaparkan di Aspen Security Forum in Colorado, Amerika Serikat belum lama ini, menunjukkan “sejauh mana negara terus mengandalkan serangan siber sebagai alat untuk memperoleh informasi intelijen, memengaruhi geopolitik, atau mencapai tujuan lainnya.”

Terkait hal ini, Microsoft telah merilis 781 pemberitahuan serangan yang disponsori pemerintah terhadap organisasi-organisasi tertentu yang menggunakan teknologi AccountGuard. Teknologi ini dirancang untuk kampanye politik, partai politik dan lembaga pemerintah.

2 dari 2 halaman

Microsoft Akan Matikan Gim pada Windows Versi Lama

Diwartakan sebelumnyam, Microsoft akan mematikan beberapa gim dengan layanan internet termasuk Backgammon, Checkers, Hearts, Reversi, Spades dan MSN Go. Ketersediaan gim-gim itu bergantung pada versi Windows yang digunakan.

Perangkat berbasis Windows XP dan Windows ME adalah perangkat pertama yang aksesnya pada gim tersebut di atas selain MSN Go akan dimatikan. Rencana ini akan dilakukan akhir Juli 2019.

Menyusul Windows XP dan Windows ME, perangkat berbasis Windows 7 akan kehilangan akses pada gim tersebut di atas per 22 Januari 2020. Itu sekitar satu pekan setelah Microsoft akan menghentikan dukungan untuk Windows 7.

Microsoft sudah memberikan peringatan sejak jauh-jauh hari kepada pengguna untuk memperbarui Windows mereka dengan versi terbaru. Tahun lalu, Microsoft telah menghentikan pembaruan Windows XP dan ME. Tidak lama lagi Windows 7 akan bernasib sama seperti kedua Windows versi lawas tersebut.

(Why/Ysl)

Google Setop Proyek Mesin Pencari di Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta – Upaya Google untuk meraup ceruk pasar mesin pencari di Tiongkok berakhir. Menurut laporan Buzzfeed, yang Tekno Liputan6.com kutip, Jumat (19/7/2019), Wakil Presiden Google untuk Kebijakan Publik, Karan Bhatia, menjawab pertanyaan Senator dari Partai Republik, Josh Hawley, tentang aktivitas Google di Tiongkok pada saat rapat dengar pendapat belum lama ini.

“Kami telah menghentikan proyek Dragonfly. Kami tidak memiliki rencana untuk merilis mesin pencari di Tiongkok dan saat ini kami tidak sedang melakukan aktivitas apa pun pada proyek seperti itu,” ujar Bhatia.

Kabar mengenai Project Dragonfly terungkap pertama kali pada Agustus 2018. Saat itu disebutkan bahwa Google memiliki tim yang tengah mengerjakan layanan mesin pencari untuk Tiongkok. Layanan itu, supaya dapat beroperasi di Tiongkok, akan mematuhi aturan sensor pemerintah setempat.

Kemudian Oktober 2018 Wakil Presiden AS Mike Pence meminta Google untuk menghentikan proyek itu. Selanjutnya pada Desember 2018, anggota parlemen di Kongres mencecar CEO Google Sundar Pichai sehubungan dengan proyek ini

2 dari 2 halaman

Tiongkok Blokir Banyak Layanan

Populasi Tiongkok yang mencapai 1,4 miliar orang menjadi daya tarik bagi perusahaan teknologi. Laporan China Internet Network Information Centre (CNNIC) menyebut bahwa jumlah pengguna internet di Tiongkok per akhir 2018 mencapai 829 juta. Angka itu meningkat 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Oleh sebab itu, wajar jika banyak perusahaan teknologi ingin meraup ceruk pasar di negara tersebut, tak terkecuali Google yang dalam hal ini bersedia menawarkan mesin pencari yang “disesuaikan” dengan peraturan pemerintah Tiongkok.

Adapun layanan perusahaan teknologi yang diblokir di Tiongkok adalah sebagai berikut (urutan alfabetis):

Daily Motion

Discord

Dropbox

DuckDuckGo

Facebook, termasuk WhatsApp, Mesenger dan Instagram

Flickr

Google, termasuk YouTube, Gmail, Google Play, Google Maps, Google Drive, Hangouts dan Blogger

Medium

Pinterest

Quora

Reddit

Slack

Snapchat

SoundCloud

Tumblr

Twitch

Twitter, termasuk Periscope

Vimeo

(Why/Isk)

Memotong Buah di Mobile Premier League Bisa Bikin Kamu Tajir

Liputan6.com, Jakarta – Memotong buah di sejumlah gim yang tersedia di platform esport Mobile Premier Leauge (MPL) bisa membuat kamu memiliki banyak uang alias tajir. Bagaimana caranya?

Kamu cukup memotong buah sebanyak-banyaknya di gim Fruit Chop, Fruit Slice, dan Fruit Dart, serta terus mengikuti turnamennya setiap jam.

Dalam 1 jam, ada 3-5 turnamen berhadiah Berlian yang bisa diikuti. Kalau kamu adalah pemain pemula yang hanya bisa memenangkan 5 Berlian dari satu turnamen, maka rata-rata dalam 1 jam dia berpotensi mendapatkan sedikitnya mengikuti 240 Berlian dari 16 gim yang ada.

Mengutip keterangan pers yang Tekno Liputan6.com terima, Jumat (19/7/2019), dari 240 Berlian itu kamu bisa menukarkannya menjadi saldo GoPay senilai Rp 240.000

Semakin tinggi level, kian besar pula batas hadiah yang bisa kamu dapatkan. Konsep ini bukan untuk mempersulit pemain mendapat hadiah, tetapi karena MPL adalah platform esports, yang tentunya harus ada tingkat kesulitan untuk membedakan pemain amatir dan pemain Pro.

2 dari 2 halaman

Tak Cuma Berlian

Kalau kamu sering memotong buah di MPL, kamu bahkan tidak cuma bisa mengantongi Berlian, tapi juga dapat mengikuti sejumlah event harian khusus, seperti Kamis Kejutan.

Beberapa ‘tukang buah’ yang dinilai paling jago sudah memenangkan voucher Tokopedia dengan nilai Rp 1 juta dan berbagai smartphone, mulai dari Samsung Galaxy S10, Xiaomi Mi 9, hingga Oppo F11.

Jika kamu tertarik untuk memainkannya, cukup unduh aplikasi MPL melalui https://id.mpl.live.

(Isk/Ysl)

Peretas Dapat Lacak Perangkat lewat Celah Keamanan pada Bluetooth

Liputan6.com, Jakarta – Temuan terbaru dari para peneliti Boston University yang disampaikan pada 19th Privacy Enhancing Technologies Symposium, di Stockholm, Swedia, menunjukkan suatu celah keamanan pada Bluetooth.

Celah ini, menurut temuan tersebut, berdampak pada perangkat Bluetooth yang berjalan pada sistem operasi Windows 10, iOS dan MacOS. Selain itu, jam tangan pintar Fitbit dan Apple Watch juga ikut terdampak. Demikian dikutip dari The Verge, Jumat (18/7/2019).

Disebutkan bahwa peretas dapat melacak perangkat dengan mengeksploitasi celah kelemahan Bluetooth Low Energy (BLE) tersebut dengan cara mengekstraksi token pengidentifikasi seperti jenis perangkat atau data lainnya yang dapat diidentifikasi.

BLE merupakan tipe Bluetooth yang relatif baru. Gagasan di balik BLE adalah untuk menghemat konsumsi daya tanpa mengurangi jangkauan komunikasi antarperangkat. Sebagian besar produsen perangkat mulai mengadopsi BLE pada perangkat buatannya pada 2012.

BLE menggunakan saluran publik tak terenkripsi untuk mengekspos keberadaannya ke perangkat lain di dekatnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyambungan di antara dua perangkat. Inilah yang dapat dieksploitasi oleh peretas dan para peneliti, dalam percobaannya, berhasil melacak perangkat dengan memanfaatkan celah tersebut.

2 dari 2 halaman

Bluetooth Supercepat

Diwartakan sebelumnya, Huawei berencana mengembangkan teknologi High Speed Bluetooth atau Bluetooth berkecepatan tinggi miliknya sendiri dan akan dikenalkan bersamaan dengan peluncuran Honor 20 Series di Tiongkok.

Dilansir dari Huawei Central, seorang blogger di Weibo menyatakan, Huawei bakal mengembangkan teknologi Bluetooth yang disebut X-BT AKA Super Bluetooth dan dipersenjatai chip Si1109.

Chip tersebut memiliki algoritma kecerdasan bautan yang secara otomatis mendeteksi kekuatan sinyal Bluetooth dan faktor lingkungannya.

Di waktu yang bersamaan, teknologi itu secara otomatis juga bisa menyesuaikan konsumsi daya berdasarkan penggunaannya. Contohnya, jika sinyal Bluetooth lemah, maka teknologi akan bekerja untuk meningkatkan kekuatan sinyal.

Kerennya, teknologi Bluetooth ini diperkirakan akan tetap terhubung dengan jarak sampai 138 meter tanpa adanya gangguan koneksi.

(Why/Ysl)

Google Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Bantu Orang dengan Hambatan Bicara

Liputan6.com, Jakarta – Para ilmuwan di Google tengah berupaya untuk menyediakan solusi bagi orang-orang yang mengalami hambatan bicara. Solusi ini didukung oleh teknologi kecerdasan buatan.

Melalui proyek bernama Parrotron, mereka sedang melangsungkan penelitian yang bertujuan untuk membuat bahasa atipikal, yang biasa diujarkan oleh orang dengan hambatan bicara, menjadi lebih mudah dipahami. Atipikal sendiri berarti “tidak sesuai dengan jenis yang biasa atau pola yang diharapkan.”

“Parrotron memudahkan pengguna dengan ujaran yang tidak biasa untuk diajak bicara dan dipahami oleh orang lain dan melalui antarmuka pembicaraan, dengan pendekatan konversi ujaran end-to-end, lebih memungkinkan untuk mereproduksi ujaran yang dimaksudkan pengguna,” kata Fadi Biadsy dan Ron Weiss dalam tulisan blog resmi Google AI, sebagaimana dikutip dari Venture Beat, Jumat (10/7/2019).

Parrotron memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan end-to-end yang dilatih untuk mengubah ujaran seseorang dengan hambatan menjadi ujaran “fasih”. Teknologi ini hanya mempertimbangkan sinyal ujaran ketimbang isyarat visual seperti gerak bibir.

2 dari 2 halaman

Dua Fase

Selain itu, teknologi ini dilatih dalam dua fase yang menggunakan korpora paralel. Di dalam ilmu bahasa, korpora (bentuk jamak dari korpus) merupakan “kumpulan ujaran yang tertulis atau lisan yang digunakan untuk menyokong atau menguji hipotesis tentang struktur bahasa.”

Fase pertama menggunakan korpus berdurasi sekitar 30.000 jam yang terdiri dari jutaan pasangan ujaran anonim. Setiap pasangan ujaran menyertakan ujaran alami yang dipasangkan dengan ujaran yang disintesis secara otomatis.

Fase kedua menggunakan kumpulan pasangan ujaran yang dihasilkan dengan cara yang sama seperti dataset pertama.

Namun, di fase kedua ini, korpus digunakan untuk mengadaptasi jaringan ke pola akustik/fonetik, fonotaktik dan bahasa tertentu. Hal itu termasuk bagaimana ujaran mengubah, mengganti, dan mengurangi atau menghilangkan vokal atau konsonan tertentu.

(Why/Isk)

Google Doodle Merayakan 50 Tahun Pendaratan di Bulan Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Untuk memperingati perayaan 50 tahun pendaratan bulan dan manusia pertama kali menginjakkan kaki di bulan, Google menciptakan Google Doodle interaktif yang seakan-akan membawa kita ke bulan.

Google Doodle pada hari ini, Jumat (19/7/2019), tercipta berkat kerjasama antara Google dengan NASA–memungkinkan pengguna melakukan perjalanan ke bulan lewat video pendek yang diceritakan oleh astronot Apollo 11 Michael Collins.

Saat kamu mengeklik Google Doodle di laman utama pencarian, video pendek yang menampilkan misi Apollo 11 akan berjalan.

Dalam video tersebut Collins menceritakan awal peluncuran roket pada 16 Juli 1969 pagi, sampai ke pendaratan awak Apollo 11 di Samudra Pasifik pada 24 Juli 1969.

Apollo 11 tiba di permukaan bulan pada 20 Juli 1969, di mana Neil Armstrong mengambil satu langkah kecil dan menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan pada hari berikutnya.

2 dari 4 halaman

Parayaan Panjang

Gambar ukuran sebenarnya roket NASA, Saturn V, diproyeksikan di Monumen Washington menandai peringatan 50 tahun misi Apollo 11 ke bulan di National Mall, Washington, Selasa (16/7/2019). Pada 16 Juli 1969, NASA mencatatkan sejarah dengan melakukan peluncuran Apollo 11. (Brendan Smialowski/AFP)

Digital Trends melaporkan, perayaan untuk memperingati 50 tahun Apollo 11 digelar sepanjang minggu. Pada Selasa lalu, CBS menyajikan liputan berita asli pendaratan di bulan.

Collins dan sesama astronot Apollo 11, Buzz Aldrin, juga muncul di siaran langsung untuk NASA pada hari Selasa, di mana mereka mengenang misi dan mengadakan sesi tanya jawab.

Monumen Washington bahkan terlibat dalam perayaan tersebut, di mana monumen itu dinyalakan agar terlihat seperti roket misi Apollo 11.

3 dari 4 halaman

Bukan Kali Pertama

Misi Apollo 11 di permukaa Bulan (NASA)

Ini bukan pertama kalinya Google merayakan momen pendaratan di bulan. Sebelumnya, raksasa teknologi itu membuat Google Doodle soal Apollo 11 untuk peringatan 40 tahun pada 2009 dan juga pada 2005.

Menurut Google, lebih dari 2.000 doodle telah dibuat di seluruh dunia sejak tahun 2000.

“Eksplorasi ruang angkasa berlanjut hingga hari ini, dengan tonggak bersejarah seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional dan rencana misi ke Mars. Baru-baru ini, program Artemis NASA–dinamai saudara perempuan Apollo dalam mitologi Yunani–bertujuan untuk membawa wanita pertama ke bulan,” demikian pernyataan Google dalam blog resminya.

Menurut NASA, astronot akan kembali ke bulan sekali lagi pada tahun 2024, pertama kali manusia menginjakkan kaki di bulan sejak 1972. NASA akan fokus pada penyediaan komersial dan program kru komersial untuk misi bulan baru.

(Isk/Ysl)

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Senator Partai Demokrat Minta FBI Selidiki FaceApp

Liputan6.com, Jakarta – Diwartakan sebelumnya, aplikasi edit foto FaceApp sedang viral sejak beberapa hari belakangan ini. Tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge disertai foto editan FaceApp memenuhi linimasa jejaring sosial.

Terkini, aplikasi buatan perusahaan Rusia tersebut dilanda isu privasi. Bahkan senator Partai Demokrat AS, Chuck Schumer, menyerukan FBI dan FTC untuk melakukan investigasi.

Lewat akun Twitter pribadinya, dia mengunggah surat dan mengatakan bahwa “FBI dan FTC harus menyelidiki risiko keamanan dan privasi nasional saat ini karena jutaan orang Amerika telah menggunakannya (FaceApp).”

Aplikasi itu, kata Chuck, “dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di Rusia. Dan pengguna diwajibkan untuk memberi akses penuh terhadap foto dan data pribadinya yang tidak dapat dibatalkan.”

Di akhir suratnya, Chuck menekankan pentingnya keamanan data personal dan biometrik di era teknologi pengenalan wajah seperti sekarang ini, tak terkecuali dari negara asing yang berseteru.

2 dari 4 halaman

Temuan Sementara

Seorang peneliti keamanan Baptiste Robert telah memeriksa ke manakah foto-foto yang diedit di FaceApp dikirimkan. Baptiste menemukan bahwa FaceApp hanya mengambil foto yang diedit di layanannya dan meneruskannya ke peladen (server) perusahaan.

Lantas, di manakah peladen itu berlokasi? Apakah di Rusia karena status FaceApp merupakan perusahaan yang berbasis di Rusia?

Temuan Forbes menunjukkan bahwa sebagian besar peladen FaceApp berlokasi di Amerika, bukan di Rusia seperti yang dituduhkan.

Diketahui bahwa FaceApp juga pernah menempatkan datanya di pusat data Amazon dan Google, yang tersebar di beberapa negara, termasuk Irlandia dan Singapura.

3 dari 4 halaman

Isu Privasi FaceApp di iOS

Selain Baptiste, ada juga peneliti lain yang menyelidiki isu ini, yakni Will Strafach. CEO dari Guardian App itu telah menyelidiki isu privasi photo library di perangkat iOS.

Diduga kuat bahwa FaceApp dapat mengakses camera roll tanpa persetujuan. Dugaan ini muncul karena di aplikasi FaceApp versi iOS, photo library pengguna juga muncul di dalam aplikasi FaceApp.

Pengguna sebetulnya memiliki opsi untuk memberi FaceApp akses ke seluruh photo library. Namun meskipun begitu, menurut Will, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa FaceApp mengunggah foto selain foto yang dipilih pengguna secara sadar.

(Why/Ysl)

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini

Instagram Mulai Sembunyikan Jumlah Likes di Akun Pengguna

Liputan6.com, Jakarta – April 2019, Instagram diketahui tengah melakukan uji coba untuk menyembunyikan jumlah likes yang didapatkan sebuah unggahan. Kini, uji coba itu diketahui mulai diterapkan di beberapa negara.

Awalnya, fitur ini pertama kali diuji coba di Kanada. Namun dikutip dari Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), uji coba ini hadir ke enam negara lain, yakni Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia baru.

Instagram sendiri mengaku masih terus melakukan uji coba fitur ini. Namun, belum dapat dipastikan kapan media sosial milik Facebook itu mulai menggulirkannya ke publik.

Dari desain yang beredar, nantinya sebuah unggahan tidak akan langsung menampilkan jumlah likes. Namun, Instagram akan menampilkan kata-kata unggahan itu di-liked oleh seseorang.

Lantas, apa yang menjadi alasan Instagram melakukan hal ini? Menurut Instagram, uji coba ini merupakan salah satu upaya Instagram agar followers lebih fokus pada unggahan, alih-alih melihat jumlah Likes-nya.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram (Sumber: Pexels)

Sebelumnya, Instagram dilaporkan juga akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Instagram Mulai Sembunyikan Jumlah Likes yang Ada di Pengguna

Liputan6.com, Jakarta – April 2019, Instagram diketahui tengah melakukan uji coba untuk menyembunyikan jumlah likes yang didapatkan sebuah unggahan. Kini, uji coba itu diketahui mulai diterapkan di beberapa negara.

Awalnya, fitur ini pertama kali diuji coba di Kanada. Namun dikutip dari Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), uji coba ini hadir ke enam negara lain, yakni Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia baru.

Instagram sendiri mengaku masih terus melakukan uji coba fitur ini. Namun, belum dapat dipastikan kapan media sosial milik Facebook itu mulai menggulirkannya ke publik.

Dari desain yang beredar, nantinya sebuah unggahan tidak akan langsung menampilkan jumlah likes. Namun, Instagram akan menampilkan kata-kata unggahan itu di-liked oleh seseorang.

Lantas, apa yang menjadi alasan Instagram melakukan hal ini? Menurut Instagram, uji coba ini merupakan salah satu upaya Instagram agar followers lebih fokus pada unggahan, alih-alih melihat jumlah Likes-nya.

2 dari 3 halaman

Instagram Pakai AI Untuk Kurangi Komentar Kasar

Ilustrasi Instagram (Sumber: Pexels)

Sebelumnya, Instagram dilaporkan juga akan mengeluarkan fitur baru yang ditenagai AI untuk mengingatkan pengguna jika komentar mereka berpotensi menyerang dan kasar.

Intervensi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk meng-undo komentar mereka.

Instagram menyatakan sudah melakukan uji coba fitur ini, dan memang bisa menahan pengguna untuk berkomentar kasar.

3 dari 3 halaman

Ada Fitur Baru, Restrict

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kemudian, ada juga fitur bernama Restrict, yang memungkinkan komentar hanya terlihat oleh pengguna saja.

Jadi, ketika salah satu pengikut posting komentar kasar, hanya pengguna yang bisa melihatnya, dan kalau memang pengguna ingin komentar itu terlihat, dia bisa mengaturnya sendiri.

Fitur ini berguna untuk meredam tersebarnya komentar yang berpotensi memicu pertengkaran.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Xiaomi Mi A3 Resmi Dirilis, Pakai Snapdragon 665 dan Tiga Kamera Utama

Liputan6.com, Jakarta – Tabir misteri tentang smartphone Xiaomi berbasis sistem operasi Android One, Mi A3, akhirnya terungkap.

Perusahaan asal Tiongkok itu resmi mengungkap Mi A3 di Spanyol, dengan tetap mengusung Android One atau Android murni langsung dari kotaknya.

Dalam kategori, Mi A3 mengusung prosesor Snapdragon 665, RAM 4GB, dan opsi memori internal sebesar 64GB atau 128GB.

Layarnya kini mengusung panel AMOLED dengan bentang 6 inci dengan resolusi 1560×720. Spesifikasi ini disokong oleh baterai dengan kapasitas 4.030mAh dan pengisian daya 18 watt.

Soal kamera, Mi A3 mendapatkan pembaharuan dari generasi sebelumnya. Pasalnya kini Mi A3 mengusung tripel kamera dengan konfigurasi kamera utama 48MP, kamera wide angle 8MP, serta kamera sensor kedalaman 2MP.

Spesifikasi penting lainnya adalah USB type C, headphone jack, dual SIM, serta tentunya Android One.

Berapa harga Xiaomi Mi A3 saat meluncur di pasaran? Xiaomi Mi A3 4GB+64GB dijual seharga Rp 3,9 juta, sementara varian 4GB+128GB sekitar Rp 4,4 juta.

2 dari 2 halaman

Konsisten dengan Android One

Logo Xiaomi (Foto: Agustin Setyo Wardani / Liputan6.com)

Informasi ini diketahui dari Global VP Xiaomi, Manu Kumar Jain, dalam kicauannya beberapa waktu lalu.

Melalui kicauannya, Jain menyebutkan bahwa akan ada perangkat baru dari Xiaomi yang memakai chipset Snapdragon paling anyar dari Qualcomm.

Dikutip dari GSM Arena, Senin (29/4/2019), informasi ini diumumkan tidak lama usai dirinya bertemu dengan pihak Qualcomm.

Smartphone anyar dari Xiaomi dengan Snapdragon terkini 7__ (yang diumumkan dua minggu lalu) segera menyambangi India! Ada yang bisa menebaknya?,” tulisnya melalui akun @manukumarjain.

Meski Jain tidak mengungkap seri chipset yang dimaksud, sejumlah pihak menduga angka 7 itu merujuk pada Snapdragon 730. Qualcomm sendiri memang baru memperkenalkan model ini pada dua minggu lalu.

Lantas, model smartphone anyar Xiaomi mana yang akan menggunakan chipset ini? Menjawab pertanyaan itu, sejumlah prediksi menyebut chipset ini akan digunakan untuk Xiaomi Mi A3.

Prediksi tersebut didukung dengan sejumlah kabar sebelumnya yang menyebut bahwa Xiaomi Mi A3 bakal dipersenjatai Snapdragon 730.

Selain itu, smartphone ini akan hadir dengan tiga kamera utama yang masing-masing beresolusi 48MP, 8MP, dan 13MP.

Reporter : Indra Cahya

Sumber: Merdeka.com

Update Layanan, Tokopedia Hadirkan Fitur Tuker Tambah Smartphone

Liputan6.com, Jakarta – Tokopedia baru saja mengumumkan fitur baru untuk konsumen yang ingin menjual smartphone lama dengan potongan harga untuk pembelian ponsel berikutnya, yakni Tokopedia Tukar Tambah.

Apa yang menjadi alasan Tokopedia memperkenalkan fitur Tukar Tambah?

Diungkap oleh Cynthia Limin, Head of Category Browse & Content Tokopedia, perusahaan memperkenalkan fitur ini berdasarkan kebiasaan masyarakat yang ingin selalu up to date dalam hal perangkat teknologi, khususnya smartphone.

“Karena hal tersebut, Tokopedia memutuskan untuk memperkenalkan fitur Tuker Tambah. Lewat fitur anyar ini, proses tukar tambah dapat lebih cepat dan mudah, di mana saja, dan kapanpun,” ucapnya saat acara peluncuran Tokopedia Tukar Tambah di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Sejak diperkenalkan pada April 2019, Tokopedia Tukar Tambah mendapatkan respon yang positif. “Sudah ada jutaan views terhadap tukar tambah. Rata-rata peningkatan transaksi tukar tambah terjadi lebih dari 250 persen setiap bulan sejak pertama kali diluncurkan.” ujarnya.

Guna meningkatkan layanan, Tokopedia memperkenalkan Laku6 sebagai partner kerja dalam fitur baru ini.

“Untuk menghadirkan pelayanan yang baik di Tokopedia, kami didukung oleh partner kami, yaitu Laku6 yang mempunyai visi sama untuk tukar tambah di Indonesia semakin mudah dan semakin baik,” kata Cynthia.

2 dari 2 halaman

Bentuk Kerja Sama dengan Laku6

Tokopedia

Lebih lanjut, pengunjung bisa melakukan proses pengecekan smartphone, baik melalui situs maupun aplikasi Tokopedia.

Dengan fitur ini, pengguna dapat melihat langsung harga terpotong setelah smartphone lama dilakukan pengecekan.

Smartphone baru yang sudah dibeli akan diantarkan langsung ke pengguna oleh kurir, sementara smartphone lama akan diambil,” ungkap dia.

Kurir akan melakukan pengecekan kembali, apakah smartphone lama yang akan dijual sudah log out dari semua akun, dan pengecekan IMEI.

Jika sudah melewati proses pengecekan dan dinyatakan berhasil, maka barang baru bisa diberikan kepada konsumen.

(Linda Fahira Putri/Ysl)

Samsung Bekali Galaxy A10s dengan Baterai 4.000mAh

Liputan6.com, Jakarta – Samsung kian agresif memasarkan seri Galaxy A, termasuk di Indonesia, dengan merilis Galaxy A80. Kali ini, muncul informasi tentang varian terbaru, Galaxy A10s

Dilansir dari GSM Arena, Kamis (18/7/2019), menurut laporan, Galaxy A10s akan memiliki dua kamera belakang dengan resolusi 13MP dan 12MP. Selain itu, juga terdapat prosesor octa-core 2GHz dan baterai 4.000mAh.

Smartphone ini juga dilengkapi kamera depan 8MP, lebih tinggi daripada varian Galaxy A10 dengan resolusi 5MP. Galaxy A10s juga hadir dengan fitur pemindai sidik jari di bagian bodi belakang.

Samsung dilaporkan akan menjual smartphone ini dengan tiga pilihan warna, hitam, biru, dan hijau. Galaxy A10s pun telah mengantongi sertifikasi FCC dan WiFi.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi tentang waktu peluncurannya. Harga jualnya pun belum diketahui.

2 dari 2 halaman

Samsung Galaxy Note 10 Pakai Chipset Exynos 9825

Gim Fortnite di Galaxy Note 9 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Lebih lanjut, Samsung akan mengumumkan flagship terbaru, Galaxy Note 10, pada bulan depan. Informasi tentang perangkat ini pun semakin banyak muncul di ranah maya.

Ubergizmo melaporkan, Galaxy Note 10 akan ditenagai chipset Exynos 9825. Performanya disebut lebih baik dari Exynos 9820, yang ada pada Galaxy S10.

Smartphone dengan nomor model SM-970F ini juga akan memiliki varian lain dengan chipset Snapdragon. Ada dua pilihan, Snapdragon 855 atau 855 Plus, tapi belum ada konfirmasi dari Samsung tentang hal ini.

(Din/Why)

MediaTek Pamer Chipset Helio G90 untuk Smartphone Gaming

Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan industri gim tidak hanya dimeriahkan dengan kehadiran berbagai smartphone yang didedikasikan untuk bermain gim. Produsen chip juga turut ikut memanfaatkan peluang tersebut.

Dilansir GSM Arena, Kamis (18/7/2019), MediaTek mengumumkan chipset untuk smartphone gaming pertamanya, yakni Helio G90. Perusahaan asal Taiwan tersebut mengumumkan keberadaan Helio G20 melalui sebuah gambar, yang diunggah di jejaring sosial Weibo.

Sayangnya, MediaTek tidak mencantumkan informasi lain tentang chipset tersebut. Kendati demikian, bocoran tentang performanya telah beredar.

G90 diprediksi berbasis pada Helio P90, yang memiliki CPU dengan dua inti Cortex-A75 (2.2GHz) dan enam inti A55 (2.0GHz). Sementara untuk GPU, hardware itu disokong Imagination PowerVR GM9446 (970MHz), yang menjanjikan peningkatan 15 persen dibandingkan Mali-G72 yang ada pada Helio P70.

Untuk GPU pada chipset G90 ini, MediaTek dinilai meningkatkan pengalaman gaming dengan modus khusus, seperti yang dimiliki chipset Kirin.

Smartphone gaming sendiri tampak kian populer. Namun, muncul kritikan karena kebanyakan di antaranya menggunakan chipset yang sama seperti flagship smartphone non-gaming. Kehadiran Helio G90 dan produk serupa dari Qualcomm, Snapdragon 855 Plus, diharapkan dapat memberikan pengalaman gaming jauh lebih baik.

2 dari 2 halaman

ROG Phone 2 Jadi Smartphone Pertama dengan Snapdragon 855 Plus

ROG Phone resmi meluncur di Indonesia. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Lebih lanjut, ROG Phone 2 akan menjadi smartphone pertama dengan chipset Snapdragon 855 Plus. Chipset ini dihadirkan khusus untuk perangkat mobile gaming, termasuk dukungan virtual reality lebih baik.

Snapdragon 855 Plus merupakan versi yang sudah ditingkatkan kemampuannya dari Snapdragon 855 biasa. Performanya dipastikan jauh lebih baik.

Kendati demikian, sejauh ini belum begitu banyak informasi tentang ROG Phone 2. Informasi lain yang diketahui yakni fresh rate perangkat tersebut, 120Hz.

(Din/Why)

Redmi K20 Pro Hadir Dalam Versi Emas, Harganya Rp 97 Jutaan

Liputan6.com, Jakarta – Xiaomi meluncurkan smartphone terbarunya, yakni seri Redmi K20 di pasar global, dimulai dari India. Vendor Tiongkok ini membawa dua Redmi K20, yakni Redmi K20 dan Redmi K20 Pro.

Tidak cukup di situ, Xiaomi juga menghadirkan versi spesial dari Redmi K20 Pro, yakni Redmi K20 Pro Signature Edition. Apa itu?

Mengutip laman Gizmochina, Kamis (19/7/2019), Redmi K20 Pro Signature Edition terbuat dari material emas murni, lengkap dengan berlian.

Uniknya, Xiaomi hanya membuat 20 unit Redmi K20 Pro Signature Edition ini. Makanya, tidak heran kalau harga smartphone ini pun cukup mahal, yakni sekitar USD 6.978 atau setara Rp 97,5 jutaan.

Selain material yang memakai emas, seluruh spesifikasi perangkat tetap sama dengan model standar.

Misalnya, Redmi K20 Pro Signature Edition mengusung layar AMOLED seluas 6,39 inci dengan resolusi Full HD+ dan rasio aspek 19,5:9 dan kecerahan hingga 600 nit.

2 dari 3 halaman

Chipset dan Memori Internal

Tampilan Redmi K20 Pro yang baru meluncur (kredit: Android Central)

Soal performa, smartphone ini dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 855 dari Qualcomm dengan fabrikasi 7nm berkecepatan 2,84Ghz, GPU Adreno 640. Sementara, sistem pendinginan yang dipakai adalah 8-layer graphite cooling system.

Redmi K20 Pro hadir dengan opsi RAM 6GB atau 8GB jenis LPDDR4X. Untuk model RAM 6GB, Redmi K20 Pro edisi emas dibekali dengan memori internal 128GB.

Untuk versi RAM 8GB, perangkat ini memiliki memori internal 256GB.

Redmi K20 Pro sendiri menjalankan sistem operasi Android 9 Pie dengan MIUI 10. Perangkat ini juga dibekali dengan Game Turbo generasi kedua untuk meningkatkan pengalaman bermain gim di smartphone.

3 dari 3 halaman

Spesifikasi dan Kamera

Redmi K20 dan K20 Pro (sumber: Mi Global)

Bicara kamera, Redmi K20 Pro dibekali dengan tiga kamera utama di bodi belakangnya. Adapun kamera yang dimaksud antara lain adalah kamera utama 48MP dengan Dual LED flash dan aperture f1.75 menggunakan sensor Sony IMX586.

Kemudian, ada juga lensa telephoto 6P dengan resolusi 8MP dan aperture f2.4, serta sebuah kamera wide-angle 124,8 derajat dengan resolusi 13MP dan aperture f2.4.

Sementara, kamera selfie smartphone ini memiliki resolusi 20MP dengan aperture f2.0 dengan desain pop-up.

Redmi K20 Pro juga menghadirkan fingerprint di layar generasi ketujuh. Perangkat ini juga masih dibekali dengan jack audio 3,5mm dan chip audio Qualcomm Aqstic WCD 9340 hi-Fi.

Untuk masalah konektivitas, perangkat ini mendukung panggilan VOLTE, WiFI 802.11ac, Bluetooth 5, GPS (L1-L2 Dual Band) dan GLONASS, NFC, serta dukungan USB Type C.

Redmi K20 Pro dibekali dengan baterai berkapasitas 4.000mAh dengan pengisian daya cepat Sonic Charge 27 watt.

(Tin/Why)

Google Tendang 7 Aplikasi Mata-mata dari Play Store

Liputan6.com, Jakarta – Google menghapus tujuh aplikasi mata-mata dari Play Store. Tujuh aplikasi tersebut pertama kali ditemukan oleh para peneliti ancaman mobile di perusahaan keamanan Avast.

Dilansir Phone Arena, Kamis (18/7/2019), semua aplikasi tersebut kini telah hilang dari Play Store. Namun, sebelumnya, aplikasi-aplikasi itu telah diinstal 130 ribu kali.

Tujuh aplikasi itu kemungkinan besar didesain oleh developer Rusia. Dua di antaranya adalah Spy Tracker dan SMS Tracker, yang telah diinstal lebih dari 50 ribu kali.

Aplikasi-aplikasi tersebut dibuat untuk membantu para penggunanya “memata-matai” anak-anak, karyawan, atau orang lain yang diinginkan. Piranti lunak itu melacak lokasi target, kemudian mengumpulkan kontak, SMS, dan riwayat panggilan telepon mereka.

Untuk bisa berfungsi, orang yang akan memata-matai harus memiliki akses ke ponsel target, dan memasang aplikasi yang diinginkan pada perangkat orang lain tersebut. Setelahnya, aplikasi tersebut akan menghilangkan tanda-tanda yang menunjukkan perangkat target sedang dimata-matai.

2 dari 2 halaman

Aplikasi Mata-mata Tidak Etis

Kantor pusat Google di Mountain View. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

“Aplikasi ini sangat tidak etis dan bermasalah untuk privasi orang, sehingga tidak boleh ada di Google Play Store. Mereka mempromosikan perilaku kriminal, dan dapat disalahgunakan oleh pemiliknya, penguntit, atau orang lain untuk memata-matai korban mereka,” ungkap Kepala Intelijen dan Ancaman Keamanan Mobile Avast, Nikolaos Chrusaidos.

“Kami mengklasifikasikan aplikasi-aplikasi tersebut sebagai stalkerware, dan bisa dengan cepat mengidentifikasinya menggunakan apklab.io. Kami juga berkolaborasi dengan Google untuk menghapus aplikasi-aplikasi tersebut,” sambungnya.

Berikut tujuh aplikasi bermasalah tersebut:

1. Track Employees Check Work Phone Online Spy Free

2. Spy Kids Tracker

3. Phone Cell Tracker

4. Mobile Tracking

5. Spy Tracker

6. SMS Tracker

7. Employee Work Spy

(Din/Ysl)

Petisi Dorong Pemerintah Segera Terapkan Pemblokiran IMEI Ponsel Ilegal

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah diketahui berencana untuk mengeluarkan aturan pemblokiran IMEI ponsel ilegal yang beredar di Indonesia. Rencananya, aturan ini akan dikeluarkan pada 17 Agustus 2019.

Menanggapi akan keluarnya aturan tersebut, kelompok yang mengatasnamakan sebagai Masyarakat Peduli Konsumen (MPK) pun membuat sebuah petisi di Change.org. Isinya meminta pemerintah untuk segera menerapkan aturan terkait pemblokiran ponsel ilegal.

“Maka kami yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Konsumen (MPK) mengajak kamu untuk tanda tangan petisi ini dan menyebarkannya agar pemerintah segera merealisasikan aturan untuk melarang dan menindak tegas terhadap peredaran ponsel ilegal di Indonesia,” tulis petisi itu.

Menurut MPK, ponsel ilegal atau black market itu sebenarnya bertentangan dengan UU Perlindungan Konsumen. Karenanya, mereka meminta agar aturan ini dapat segera diterapkan.

“Karena menurut UU, konsumen harus mendapatkan pelayanan yang maksimal dari produsen, sedangkan kalau beli black market, vendor tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik jika perangkat milik konsumen mengalami masalah,” tulis MPK dalam deskripsinya.

Selain konsumen tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, tidak jarang ponsel tersebut tersebut merupakan barang replika. Terlebih, beberapa ponsel ilegal juga berpotensi terkena serangan malware.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Kamis, (18/7/2019), petisi ini sudah ditandatangani oleh 12 orang dari target 100 orang. Petisi ini sendiri ditujukan untuk Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

2 dari 3 halaman

Ponsel BM Rugikan Negara Rp 2,8 Triliun Per Tahun

Handphone/smartphone terpajang di salah satu gerai di Jakarta, Kamis (7/4/2019). Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementarian Komunikasi dan Informatika masih terus menggodok aturan pemblokiran ponsel ilegal atau black market. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perlu diketahui, salah satu kerugian nyata adalah potensi kerugian penerimaan pajak dari penjualan smartphone. Menurut data Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), potensi kerugian pajak yang timbul akibat beredarnya ponsel BM sekitar Rp 2,8 triliun per tahun.

Angka ini didapatkan dari banyaknya smartphone ilegal yang beredar di pasaran Indonesia. Menurut perhitungan APSI, jumlah smartphone ilegal yang beredar di Indonesia sekitar 20 persen dari total smartphone yang mencapai angka 45 juta unit. Dengan begitu, jumlah ponsel BM jika dihitung sekitar 9 juta unit.

Asosiasi ini menyebut, dari 9 juta unit smartphone ilegal harganya rata-rata adalah Rp 2,5 juta, sehingga bila ditotal sekitar Rp 22,5 triliun.

Sementara, kerugian penerimaan pajak bisa dihitung dari pajak yang harusnya diberlakukan untuk penjualan smartphone yakni pajak penghasilan (10 persen) dan pajak pertambahan nilai (5 persen).

Jika dihitung, pajak yang dibebankan kepada 9 juta unit smartphone ilegal tersebut harusnya adalah 15 persen dikali dengan Rp 22,5 triliun, sehingga bisa didapatkan nilai pajak yang harusnya diterima pemerintah adalah Rp 2,8 triliun.

Sayangnya, karena merupakan smartphone ilegal, vendornya pun tidak membayarkan pajak ke pemerintah.

Akibatnya, pemerintah berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 2,8 triliun. Bahkan jumlah tersebut harusnya lebih besar, mengingat tahun 2019, APSI memperkirakan jumlah ponsel BM ada 30 persen dari perangkat yang beredar. 

(Dam/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

FaceApp Kembali Viral, Bahaya Keamanan Pengguna Jadi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta – Masih pada ingat dengan aplikasi FaceApp? Yup, aplikasi buatan Rusia yang sempat booming dua tahun lalu tersebut kembali mendominasi feed semua akun media sosial.

Informasi, FaceApp adalah aplikasi edit foto berbasis AI (artificial intelligence) yang bisa ‘memermak’ foto selfie dengan sejumlah efek, termasu mengubah foto kamu menjadi lebih tua, anak-anak, pria, hingga wanita.

Digunakan oleh banyak orang dan sangat menghibur, terkadang banyak pengguna yang tidak menyadari aplikasi tersebut dapat mengakses sejumlah fitur di dalam smartphone, ataupun informasi pribadi pengguna.

Beberapa pertanyaan muncul seiring kembali viralnya aplikasi ini. Seperti, apakah FaceApp dapat mengakses camera roll tanpa persetujuan?

Dikutip dari laman Tech Crunch, Kamis (18/7/2019), peneliti keamanan dan CEO Guardian App, Will Strafach dan peneliti Baptiste Robert tidak menemukan bukti mengenai hal tersebut.

Aplikasi ini memang memungkinkan kamu memilih satu foto tanpa memberinya akses ke galeri foto. Tetapi, sebenarnya hal ini mendapatkan izin 100 persen dari API Apple saat iOS 11 diperkenalkan.

Ini memungkinkan pengembang membiarkan pengguna memilih satu foto dari sistem untuk diunggah ke aplikasi. Secara teori, FaceApp dapat memproses foto-foto di perangkat itu sendiri.

Yaroslav Goncharov, mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp mengatakan, foto yang diunggah ke aplikasi tersimpan di server perusahaan.

Hal tersebut dilakukan untuk menyimpan bandwidth jika pengguna menggunakan beberapa filter sekaligus, dan dihapus dalam waktu 48 jam sejak di upload.

Tentu saja, kita tidak mengetahui dengan pasti apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna, tetapi perlu dinggat, kita selalu mengunggah foto wajah ke server perusahaan sepanjang waktu, seperti ke Facebook atau Google.

2 dari 2 halaman

Tips Bikin Foto Selfie Makin Kece Pakai FaceApp

FaceApp, aplikasi edit foto yang konyol dan menggelitik. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Salah satu aplikasi edit foto yang kini tengah digandrungi pengguna smartphone adalah FaceApp. Aplikasi in berhasil menarik perhatian karena memiliki kemampuan mengubah hasil selfie seseorang menjadi orangtua, anak-anak, termasuk bertukar gender.

Aplikasi yang dibesut oleh startup Wireless Lab OOO yang berbasis di Rusia ini memanfaatkan kecerdasan buatan dan jaringan neural untuk mengubah wajah dengan efek realistis.

Namun tahukah kamu, aplikasi tersebut ternyata juga dapat dipakai untuk mengubah foto wajah menjadi lebih ganteng atau cantik. 

Ada dua filter yang dapat digunakan untuk membuat foto kamu lebih ciamik. Pertama, menambahkan filter Smile agar fotomu terlihat lebih semringah. FaceApp menawarkan dua opsi tampilan senyum yang dapat dipilih. 

Selain itu, ada pula filter Spark yang ditampilkan dengan ikon halilintar. Melalui filter ini, fotomu akan ditampilkan dengan kulit yang lebih bercahaya dan halus. Menarik bukan? 

Cara untuk melakukannya pun sangat mudah. Kamu cukup mengambil selfie seperti biasa dan mengeditnya langsung melalui FaceApp.

Bagi kamu yang penasaran seperti apa hasil foto yang diedit menggunakan dua modus tersebut di FaceApp di sini.

(Linda Fahira Putri/Ysl)

Senator AS Cecar Petinggi Facebook soal Libra

Liputan6.com, Kraków – Seorang petinggi Facebook David Marcus dicecar oleh senator Amerika Serikat yang menangani urusan perbankan. Hal ini sehubungan dengan rencana Facebook meluncurkan mata uang digital Libra.

Salah seorang senator, Sherrod Brown, sebagaimana dikutip dari BBC, Kamis (18/7/2019), mengatakan Facebook telah menunjukkan skandal demi skandal. Dengan demikian, menurut Sherrod, rencana Facebook ini “tidak layak mendapat kepercayaan kita”.

Sebelum menjalankan model bisnis baru di bidang mata uang digital, Facebook diperintahkan untuk menangani permasalahan yang sudah ada, misalnya dugaan pelanggaran privasi pengguna.

Sherrod, yang merupakan anggota Partai Demokrat, berujar, “Kami sudah gila, kalau kami memberi mereka kesempatan untuk membiarkan mereka bereksperimen dengan rekening bank orang.”

Seorang senator lain dari Partai Republik, Martha McSally, mengatakan, “Aku tidak percaya kalian. Alih-alih membereskan masalah, kalian malah mau menjalankan model bisnis baru.”

2 dari 4 halaman

Sekilas tentang Libra

Facebook resmi memperkenalkan mata uang digital yang diberi nama Libra bulan lalu. Melalui mata uang digital ini, Facebook memungkinkan pengguna untuk bertransaksi di seluruh dunia.

Kehadiran Libra menjadi upaya Facebook untuk menjangkau pengguna yang belum memiliki akun perbankan tradisional. Teknologi ini akan hadir sebagai aplikasi mandiri yang tersedia di platform lain milik Facebook, seperti WhatsApp dan Messenger. Rencananya, Libra akan tersedia di dua platform tersebut pada 2020.

Menurut Facebook, Libra dapat dipakai pengguna untuk berkirim uang maupun membayar jasa dan barang. Layanan ini akan memiliki dengan mata uang tersendiri dan tidak menggunakan mata uang lokal.

Adapun mata uang yang ditetapkan di Libra didasarkan pada Libra Association, sebuah asosiasi bentukan Facebook yang terdiri dari perusahaan keuangan, lembaga nirlaba, termasuk perusahaan dagang.

Setiap perusahaan yang ingin bergabung asosiasi ini masing-masing berkontribusi USD 10 juta sebagai modal. Beberapa perusahaan yang terlibat adalah Mastercard, PayPal, Coinbase, dan eBay.

Meski dibentuk Facebook, raksasa media sosial itu menyebut bahwa Libra akan berdiri sebagai perusahaan mandiri dan tidak terikat dengan pemerintah. Yayasan ini memiliki kantor pusat di Jenewa, Swiss.

3 dari 4 halaman

Teknologi Libra

Berbeda dari bitcoin dan mata uang digital lain, Libra terikat dengan sejumlah aset global. Hal ini dilakukan untuk mencegah Libra memiliki tingkat volalilitas tinggi.

Facebook juga membangun Libra dari teknologi blockhain yang dibuat sendiri. Dengan cara ini, perusahaan dapat meningkatkan skala penggunaan yang lebih luas secara cepat.

Selain itu, Libra juga berbeda dari mata uang digital yang terbuka dan dapat diakses siapa saja. Teknologi Libra bersifat tertutup dan hanya sejumlah orang saja yang dapat menjalankannya termasuk melakukan verifikasi transaksi.

(Why/Ysl)

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini

Top 3 Tekno: Dino Patti Djalal Kritik Rich Brian Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta – Video tentang Dino Patti Djalal yang viral di media sosial setelah mengkritik Rich Brian, menjadi artikel paling populer di kanal Tekno Liputan6.com, Rabu (18/7/2019).

Artikel lain yang juga menjadi sorotan pembaca kemarin, termasuk detik-detik peluncuran 5 ribu model roket dan Galaxy Note 10 bakal pakai chipset Exynos 9825.

Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa intip ketiga artikel tersebut berikut ini.

1. Dino Patti Djalal Kritik Rich Brian di Twitter

Ketum Asosiasi Dosen Indonesia Dino Patti Djalal memberikan sambutan dalam pembukaan pameran World Post Graduate 2018 di Jakarta, Sabtu (12/5). WPG ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Nama Dino Patti Djalal mendadak viral di media sosial usai ia mengunggah kritik kepada Rich Brian di akun Twitternya. Unggahan itu ditanggapi beragam oleh warganet.

Selengkapnya baca di sini

2. Detik-Detik Peluncuran 5 Ribu Model Roket

Ilustrasi: Drone (Sumber: The Verge)

Peringatan 50 tahun misi bersejarah Apollo 11 ke bulan ditandai dengan peluncuran 5 ribu model roket secara bersamaan di Alabama Amerika Serikat.

Selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

3. Samsung Galaxy Note 10 Pakai Chipset Exynos 9825

Chipset Samsung Exynos 9810 yang kabarnya akan disematkan pada duo Galaxy S9 (Sumber: Gizmochina)

Bulan depan atau lebih tepatnya 8 Agustus 2019, Samsung bakal mengungkap kehadiran Galaxy Note 10.

Jelang pengumuman resminya, bocoran informasi tentang lini terbaru Note inipun semakin marak muncul di internet.

Salah satu bocoran yang sudah diketahui saat ini, yakni Galaxy Note 10 akan diumumkan dalam dua varian di mana salah satunya menggunakan chipset Qualcomm, sementara varian lainnya memakai Samsung Exynos.

Selengkapnya baca di sini

(Ysl/Isk)

Berbagi Tautan Google Photos Buka Celah Privasi

Liputan6.com, Jakarta – Kamu pengguna aktif Google Photos dan biasa membagikan tautan berisi album atau foto-foto kamu ke orang-orang lain? Kalau iya, kamu patut waspada.

Dilansir lewat Ubergizmo, Kamis (18/7/2019), seorang peneliti Robert Wiblin menerbitkan tulisan di Medium, yang mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam membagikan tautan Google Photos kepada orang lain. Ternyata, orang yang memiliki tautan Google Photos, boleh jadi dapat mengakses foto-foto lain yang ada di aplikasi.

Google sebagai penyedia layanan ini sebenarnya menyadari hal tersebut. Dalam situs webnya, Google menyebut, “Siapa pun yang memiliki (akses ke) tautan, tentu bisa melihat album (foto)”.

Tampaknya, ini akan menjadi tugas serta pengawasan besar bagi Google untuk melindungi penggunanya.

2 dari 2 halaman

Perbedaan sistem tautan Google Photos dan Google Drive

Aplikasi lainnya yang ada di bawah naungan Google, yaitu Google Drive, memiliki sistem tautan yang berbeda. Di layanan berbagi dan penyimpanan file tersebut, hanya penerima terpilih yang dapat mengakses file di dalam aplikasi.

Perbedaan sistem keamanan antara Google Drive dan Google Photos menjadi pertanda bahwa pengguna harus lebih waspada dalam membagikan tautan Google Photos.

Sementara itu, kamu bisa membuka laman Google Support untuk mendapatkan informasi, bagaimana cara menghentikan berbagi album dengan orang lain.

(Linda Fahira Putri/Why)

Nintendo Ungkap Switch Model Baru dengan Kemampuan Baterai Lebih Awet

Liputan6.com, Jakarta – Nintendo baru saja mengumumkan versi terbaru dari konsol Switch besutan mereka–beda dari Switch Lite, yang diklaim memiliki kemampuan baterai lebih baik.

Disebutkan, model baru konsol hybrid buatan Nintendo ini akan memiliki masa pakai baterai tambahan sekitar dua jam dari Switch versi awalnya, yaitu 2,5 dan 6,5 jam.

Dengan ini, Nintendo Switch yang baru bakal memiliki kemampuan masa pakai baterai antara 4,5 hingga 9 jam.

Tak hanya itu, kemampuan konsol Switch versi baru ini juga mengungguli kemampuan baterai dari Switch Lite yang baru-baru ini diumumkan oleh Nintendo.

Dikutip dari laman produk Nintendo via The Verge, Kamis (18/7/2019), versi baru konsol Nintendo Switch ini bakal dibandrol Rp 4,2 jutaan.

Nintendo direncanakan bakal mulai meluncurkan versi terbaru Switch pada pertengahan Agustus di Amerika Serikat.

2 dari 2 halaman

Seminggu Usai Switch Lite Diumumkan

Tampilan Nintendo Switch Lite yang baru diperkenalkan (sumber: Nintendo)

Pengumuman versi baru Nintendo Switch ini terjadi seminggu setelah perusahaan meluncurkan Switch Lite, model lebih kecil dan lebih murah.

Dirancang untuk dimainkan secara mobile, Switch Lite tampil dengan layar sentuh berukuran 5,5 inci, dan masa pakai baterai antara 3 hingga 7 jam.

Nintendo berencana mulai menjual Switch Lite pada 20 September 2019 dengan bandrol harga Rp 2,7 juta.

(Ysl/Isk)

Begini Cara Main Gim Wimbledon 2019 di Google Chrome

Liputan6.com, Jakarta – Meski gelaran Wimbledon 2019 sudah berakhir, kamu masih memiliki kesempatan untuk mencoba bermain gim mini tenis lucu yang disembunyikan oleh Google di depan mata.

Penasaran bagaimana cara mengaksesnya? Cukup mudah kok, yang perlu kamu lakukan adalah mengetik kata “Wimbledon Score” di kolom pencarian Google.

Di bagian atas hasil pencarian, kamu bisa swipe header berwarna ungu ke kiri yang menampilkan skor lengkap pertandingan Wimbledon, seperti kategori tunggal pria, tunggal wanita, dan banyak lagi.

Di ujung tab tersebut, kamu bakal menemukan bola tenis hijau. Jika diklik, kamu akan dibawa langsung ke dalam gim tersembunyi tenis milik Google.

Bagi kamu yang tertarik ingin mencoba, gim tenis itu dapat diakses melalui berbagai browser, asalkan kamu melakukan pencaria via Google, dan pada desktop atau seluler, sebagaimana dikutip dari laman Gamerant, Kamis (18/7/2019).

Gamer akan melakukan servis pertama, dan kemudian harus bergerak ke kiri dan ke kanan agar karakter berada di depan bola untuk mengembalikannya ke arah lawan–seperti pertandingan tenis sebenarnya.

Berjalannya waktu, kecepatan bola akan semakin meningkat, dan gim bakal berakhir segera setelah pemain gagal mengembalikan bola.

So, tunggu apalagi? Coba keahlian kamu dapat bermain gim tenis mini di Google Chrome dan capai skor paling tinggi.

2 dari 2 halaman

Kamu Bisa Main Gim Snake di Google Maps

Ada gim Snake di Google Maps. (Doc: Google)

Bertepatan dengan perayaan April Fools (April Mop) pada hari ini, 1 April 2019, Google menyajikan sebuah gim yang dapat dinikmati lewas Google Maps.

Dilansir The Verge, Senin (1/4/2019), perusahaan raksasa mesin pencari tersebut memunculkan gim Snake ke Google Maps untuk pengguna perangkat Android dan iOS.

Tak hanya itu, Google juga meluncurkan sebuah laman web terpisah yang dapat dimainkan walaupun kamu tidak memiliki aplikasi. Yang hanya perlu kamu lakukan adalah dengan berkunjung ke laman snake.googlemaps.com di browser pilihan.

Bagaimana caranya bermain Snake di aplikasi Google Maps? Kamu hanya perlu membuka aplikasi, tap ikon menu pada sudut kiri atas, dan pilih “Play Snake.”

Setelah memilih kota yang diinginkan, kamu dapat mulai mengangkut sebanyak mungkin penumpang saat kereta bepergian ke seluruh dunia.

Seperti gim lawasnya, kereta akan semakin panjang dengan setiap kali jumlah penumpang yang diangkut.

Informasi, gim Snake di Google Maps saat ini sudah meluncur di seluruh dunia pada hari ini dan akan tersedia untuk dimainkan hingga satu minggu kedepan.

(Ysl/Why)

Langgar Kebijakan Iklan, Google Blokir Pengembang Tiongkok dari Play Store

Liputan6.com, Jakarta – Google memblokir pengembang aplikasi asal Tiongkok karena menyalahi kebijakan iklan. Pengembang aplikasi yang diblokir Google adalah CooTeks yang telah terdaftar di bursa saham NYSE. Salah satu aplikasi garapan CooTek adalah TouchPal, sebuah aplikasi keyboard yang cukup banyak dipakai di negara-negara barat.

Dengan pemblokiran ini, CooTek dengan sejumlah aplikasinya tidak bisa lagi mengakses platform iklan Google.

Mengutip laman The Verge, Kamis (18/7/2019), pemblokiran ini diawali dari investigasi yang dilakukan oleh Lookout. Hasil investigasi menunjukkan ratusan aplikasi milik CooTek menggunakan adware plugin bernama BeiTaAd.

Plugin ini diyakini telah mengirimkan iklan yang agresif kepada pengguna, bahkan ketika smartphone sedang tidak dipakai. Peneliti Lookout Kristina Ballam menyebut, plugin tersebut bisa membuat smartphone hampir tidak dapat digunakan.

2 dari 3 halaman

Hentikan Plugin Adware Jahat

Ilustrasi Internet (iStockphoto via Google Images)

Dalam pernyataannya, CooTek menyebut, pihaknya akan menghentikan penggunaan plugin BeiTaAd. Namun, BuzzFeed dan Lookout menemukan banyak aplikasi yang diperbarui dan masuk ke PlayStore ternyata berisi kode terpisah dan memungkinkan praktik iklan yang sama berjalan di smartphone.

“Tidak ada keterlibatan kembali atas aktivitas iklan yang ditunjukkan oleh Lookout pada salah satu aplikasi yang kami perbarui,” kata juru bicara CooTek, Mina Luo.

Luo menyebut, temuan yang diklaim oleh Lookout kurang bukti dan logikanya tidak meyakinkan.

3 dari 3 halaman

Kata Google

Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Meski begitu, juru bicara Google dengan tegas menyebutkan, kebijakan pengembang Google Play sangat melarang adanya praktik iklan yang jahat dan menipu. Begitu juga dengan iklan yang mengganggu.

“Jika kami menemukan adanya pelanggaran, kami langsung mengambil langkah,” kata juru bicara Google.

Sekadar informasi, ini bukan pertama kalinya Google mengambil langkah pada pengembang aplikasi Tiongkok yang melanggar kebijakan Play Store. Sebelumnya pada April lalu, pengembang Do Global pun diblokir karena melakukan pelanggaran serupa.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini juga mengambil langkah tegas pada pengembang aplikasi Cheetah Mobile dan Kika Tech tahun lalu, atas pelanggaran serupa.

(Tin/Why)

FBI Rilis Kunci Dekriptor untuk Ransomware Jenis Gandcrab

Liputan6.com, Kraków – FBI merilis kunci dektriptor untuk ransomware jenis Gandcrab. Ransomware ini bekerja seperti kebanyakan jenis ransomware lainnya.

Ia mengenkripsi konten komputer yang terinfeksi, kemudian menyandera data di komputer pengguna, lalu meminta tebusan yang dibayarkan dalam mata uang kripto. Demikian dikutip dari The Washington Times, Kamis (18/7/2019)

Sejak awal 2018 Gandcrab telah menginfeksi lebih dari setengah juta komputer di seluruh dunia. Kerugian yang disebabkan Gandcrab, menurut FBI, ditaksir melebihi US$ 300 juta.

FBI menyebut Gandcrab beroperasi layaknya model bisnis afiliasi. Pembuat Gandcrab menjual lisensi kepada afiliasi dan menawarkan komisi sebesar 60 persen dari tebusan yang dibayarkan oleh korban. Sementara 40 persen sisanya menjadi jatah bagi si pembuat Gandcrab.

Adapun kunci dekriptor yang FBI rilis mampu membuka komputer yang terinfeksi ransomware GandCrab versi 4, 5, 5.0.4, 5.1, dan 5.2 secara efektif.

2 dari 2 halaman

Kiat Mencegah Serangan Ransomware

Diungkapkan Country General Manager Dimension Data, Hendra Lesmana, penjahat siber biasanya menyebarkan ransomware untuk menargetkan perusahaan-perusahaan. Berikut ini kiat dari Dimension Data agar dapat terhindar dari serangan ransomware.

Pertama, sebaiknya karyawan perusahaan tidak menggunakan perangkat pribadinya untuk bekerja. Biasanya perangkat dari perusahaan telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang lebih baik, berbeda dengan milik pribadi.

“Perangkat pribadi atau tren BYOD, merupakan salah satu penyebab terinfeksi ransomware. Hal ini karena ransomware dapat memasuki jaringan lebih mudah melalui perangkat pribadi,” kata Hendra.

Kiat kedua, pengguna sebaiknya tidak menggunakan layanan WiFi publik yang biasanya tidak memiliki level enkripsi tinggi. Kiat lain, jangan pernah membuka email, link ataupun situs webmencurigakan.

Hendra menyarankan, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan orang-orang bagian sistem keamanan di perusahaan tempatnya bekerja jika mendapatkan email, tautan dan situs web mencurigakan.

“Perusahaan harus bisa mengedukasi para karyawannya agar berhati-hati dan tidak sembarangan membuka email ataupun link mencurigakan. Hal ini juga berlaku pada pengguna komputer pribadi, karena tidak menutup kemungkinan juga bisa menjadi korban,” ungkap Hendra.

(Why/Ysl)

Kecanggihan Teknologi di Balik Ajang Tour de France

Liputan6.com, Jakarta – NTT, penyedia layanan teknologi global dengan Amaury Sport Organisation (A.S.O.), penyelenggara Tour de France, telah memperbarui kemitraan mereka hingga 2024. Kemitraan ini dipelopori oleh Dimension Data pada 2015.

Dengan adanya perpanjangan perjanjian ini memungkinkan NTT untuk terus memberikan inovasi terbaru dalam meningkatkan pengalaman penggemar serta menarik generasi baru yang cakap digital.

Lima tahun menjalin kerjasama, NTT dan A.S.O. telah menjadi pemimpin dalam menggunakan teknologi canggih untuk olahraga bersepeda. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan data dapat merevolusi pengalaman penggemar olahraga.

Hal tersebut telah membuka jalan bagi NTT untuk menggunakan keahliannya dalam mendigitalisasikan bidang olahraga lainnya seperti stadion dan velodrom yang terhubung.

“Sejak 2015, A.S.O. dan NTT telah merevolusi pengalaman menyaksikan Tour de France untuk penggemar di seluruh dunia dari berbagai jalur, baik secara langsung, seluler, TV, dan media sosial,” kata Yann Le Moenner, CEO di A.S.O melalui keterangannya, Kamis (18/7/2019).

Platform analitik NTT dan “pabrik konten” yang dikembangkan bersama, Moenner melanjutkan, memungkinkan memproduksi sekitar 2.000 konten eksklusif setiap tahun dan yang disiarkan di semua layar.

Sementara Jason Goodall, CEO NTT Ltd. menambahkan, “Sebagai Dimension Data, kami meningkatkan daya tarik Tour de France dan membawa para pendukungnya untuk lebih dekat kepada pengendara sepeda favorit mereka.”

2 dari 2 halaman

Fitur yang Diperbarui

Tour de France. Dok: NTT

Sejumlah fitur teknologi yang diperbarui sedang diuji untuk lebih dapat meningkatkan pengalaman para penggemar Tour de France. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

  • Grafik TV yang Ditingkatkan – memperkaya siaran televisi internasional dengan grafik baru termasuk pendalaman data dari tim data NTT, dan pemetaan 3D dari situasi lomba secara langsung.
  • Menguji Augmented Reality (AR) – menggunakan teknologi untuk menciptakan visi tentang bagaimana penggemar yang berada di dalam rumah dapat menonton dan berinteraksi dengan balapan di masa depan.
  • “Le Buzz” – model ini merupakan pembelajaran mesin baru yang diuji coba untuk pertama kalinya di Tour de France 2019. Model ini menganalisis gerakan dalam peloton untuk memprediksi setiap momen yang potensial seperti peningkatan kemungkinan kecelakaan terjadi, perpecahan di peloton, atau perubahan dalam dinamika balapan.
  • Prediktor “Catch the Break” – #NTTPredictor telah ditingkatkan untuk memperhitungkan berbagai strategi balapan yang dimainkan di titik-titik berbeda dalam satu stage, melalui machine learning tersendiri untuk setiap 10km dari perlombaan.
  • Stage Favorit – dapat memprediksi jalannya stage yang dapat diperbaharui secara langsung di seluruh tahapan balapan berdasarkan pada peristiwa yang terjadi.
  • Cloud platform automation – semua solusi teknologi yang digunakan di Tour De France akan memanfaatkan cloud NTT, dan dikembangkan serta didukung oleh tim global. Melalui kombinasi DevOps dan cloud automation, mampu secara gesit mengadopsi perubahan pemanfaatan teknologi berdasarkan permintaan pengguna atau disesuakani kebutuhan.
  • Layanan Platform Terkelola- memberikan peluang semua inovasi untuk meningkatkan pengalaman penggemar di Tour de France melalui platform yang kuat dan andal.

(Isk/Why)

Oppo Bakal Boyong Oppo Reno Edisi FC Barcelona ke Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Setelah merilis smartphone premium terbarunya, yakni Oppo Reno series, Oppo Indonesia bakal menghadirkan Oppo Reno edisi spesial.

Perangkat edisi spesial yang dimaksud adalah Oppo Reno FC Barcelona. PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto memastikan Oppo Reno edisi FC Barcelona akan dijual juga di Indonesia.

“Oppo Reno FC Barcelona Edition akan segera diperkenalkan (di Indonesia) dalam beberapa bulan mendatang,” kata Aryo saat dijumpai di Malang, Rabu (17/7/2019).

Aryo enggan menyebut tanggal pasti peluncuran smartphone ini. Namun, dia mengatakan, dari dua seri Reno, yakni Oppo Reno dan Oppo Reno 10x Zoom, hanya Oppo Reno 10x Zoom yang memiliki edisi FC Barcelona.

Oppo bakal memperkenalkan Reno 10x Zoom Edisi FC Barcelona (Foto: Agustin Setyo W)

Aryo juga tidak menyebut informasi lain mengenai smartphone ini, termasuk apakah spesifikasinya akan sama dengan versi standar Oppo Reno 10x Zoom atau ada perbedaan lain.

Sekadar informasi, Oppo sebelumnya pernah menghadirkan smartphone edisi FC Barcelona. Smartphone edisi FC Barcelona milik Oppo hadir dalam jumlah terbatas.

Misalnya, Oppo F1 Plus FC Barcelona yang saat itu hanya dijual 10 unit. Kemudian Oppo F3 FC Barcelona edition yang hanya dijual 200 unit.

2 dari 3 halaman

Tentang Oppo Reno 10x Zoom

Oppo Reno dan Oppo Reno 10X yang rencananya akan dirilis di Indonesia dalam waktu dekat (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Seperti namanya, salah satu keunggulan utama Oppo Reno 10x Zoom ada pada kameranya. Perangkat ini dilengkapi dengan tiga kamera belakang, yakni kamera utama beresolusi 48 MP UltraHD F/1.7, kamera wide-angle 8 MP F/2.2 dan kamera telephoto 13 MP F/3.0.

Berkat kehadiran ketiga kamera belakang tersebut, Oppo Reno 10x Zoom dapat memberikan focal length 16-160 mm, sehingga memberikan kebebasan berkreativitas bagi pengguna dalam hal fotografi.

Dari sisi kamera selfie, Oppo Reno 10x Zoom mengadaptasi struktur pivot-rising, di mana kamera depan baru akan muncul dari bagian atas perangkat apabila kamera depan diaktifkan atau lampu kilat dinyalakan.

Struktur ini telah melalui standar pengujian Oppo sebanyak 200 ribu kali tanpa ada masalah. Dengan kata lain, apabila digunakan sebanyak 100 kali dalam sehari pun, perangkat ini dapat tetap bertahan hingga lebih dari lima tahun.

3 dari 3 halaman

Spesifikasi Oppo Reno 10x Zoom

Peluncuran Oppo Reno. Dok: Athika Rahma

Dari sisi dapur pacu, Oppo Reno 10x Zoom hadir dengan prosesor flagship Snapdragon 855. Dengan begitu, Oppo Reno 10x Zoom menjadi smartphone dengan Snapdragon 855 pertama yang resmi ada di Indonesia.

Oppo Reno 10x Zoom dilengkapi dengan RAM 8GB dan memori penyimpanan internal sebesar 256GB. Perangkat ini dibekali satu slot hybrid untuk kartu SIM kedua atau microSD hingga 256 GB.

Sumber tenaga Oppo Reno 10x Zoom berasal dari baterai berkapasitas besar, yakni 4.065mAh. Baterai ini dipadukan dengan sistem pengisian daya cepat VOOC 3.0.

OPPO Reno 10x Zoom tersedia dalam dua varian warna, yaitu Ocean Green dan Jet Black.

(Tin/Why)

Oppo: Pemblokiran IMEI Lindungi Industri Smartphone

Liputan6.com, Malang – Vendor smartphone Oppo menyambut baik rencana pemerintah untuk menerbitkan aturan pemblokiran IMEI (International Mobile Equipment Identification) guna memberantas peredaran ponsel ilegal di pasar gelap (black market, BM).

Diungkapkan oleh PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto, aturan mengenai pemblokiran IMEI akan memberikan perlindungan bagi vendor smartphone yang telah mengikuti aturan untuk bisa berbisnis di Indonesia.

“Dengan adanya aturan IMEI, tentu akan melindungi kami (vendor smartphone) yang sudah dari dulu mematuhi aturan pemerintah mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Kami merasa dulu tidak ada perlindungan karena barang ilegal masih besar jumlahnya,” tutur Aryo di Malang, Rabu (17/7/2019) malam.

Aryo mengatakan, dengan adanya kebijakan mengenai IMEI, ada kesan positif bahwa pemerintah mulai peduli pada perusahaan yang telah menerapkan aturan TKDN.

“(Adanya aturan IMEI) bagus, dalam artian tidak secara brand, tetapi industri. Secara asosiasi, yaitu perusahaan smartphone yang memiliki pabrik di Indonesia, adanya smartphone BM itu merugikan sekali,” katanya.

Untuk itu, mewakili Oppo Indonesia, Aryo menganggap jika aturan pemblokiran IMEI diterapkan lebih cepat akan lebih baik. Pasalnya, pasar smartphone ilegal bisa jadi market share bagi vendor smartphone secara industri.

Aryo menyebutkan, potensi industri smartphone tanah air tanpa smartphone ilegal sekitar 20 persen lebih tinggi. Pria berkaca mata ini tak menampik bahwa di Indonesia Oppo tak terbebas dari ponsel BM.

“Pasti ada, tetapi tidak tahu volumenya berapa karena biasanya orang memasukkan smartphone BM adalah orang per orang, misalnya dia bawa satu atau dua smartphone dari luar, kemudian dijual kembali. Bukan dalam bentuk masif,” tutur Aryo, memberi penjelasan.

2 dari 3 halaman

Ingin Pemblokiran IMEI Cepat Diterapkan

Pegawai menata handphone/smartphone di salah satu gerai di Jakarta, Kamis (7/4/2019). Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementarian Komunikasi dan Informatika tengah menyiapkan kebijakan pemblokiran ponsel ilegal atau black market. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pihak Oppo Indonesia sendiri ingin aturan ini segera disahkan dan diterapkan. Pasalnya, menurut Aryo, sudah terlalu lama sejak 2016 ketika vendor asal Tiongkok ini mematuhi aturan TKDN dengan merakit smartphone di Indonesia, hingga saat ini, belum ada payung hukum yang mengatur peredaran ponsel BM.

“Intinya Oppo ingin registrasi IMEI ini (disahkan dan diterapkan) secepat mungkin karena sejak 2016 kami sudah berkomitmen TKDN. Namun, memang belum ada payung hukum yang mengatur smartphone BM,” katanya.

Oppo juga berharap ketika aturan ini dijalankan, setiap operator telah memiliki alat yang terhubung dengan database IMEI resmi yang dimiliki Kementerian Perindustrian. Dengan begitu, ketika ada smartphone BM yang menggunakan layanan operator, bisa langsung diblokir.

3 dari 3 halaman

Perlukah Pemutihan?

Petugas gabungan berhasil gagalkan penyelundupan ponsel ilegal di Dumai. Foto: (Lanal Dumai)

Aryo mengatakan, selama ini masih ada informasi keliru yang beredar di masyarakat bahwa ketika aturan telah diterbitkan pada 17 Agustus 2019, tidak serta merta membuat smartphone BM tak bisa dipakai. Tenggat waktu yang tersisa sekarang dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi kepada konsumen yang memiliki smartphone BM.

“Perlu ada solusi untuk konsumen yang memiliki ponsel BM, apakah perlu program untuk mengganti ponsel BM dengan barang resmi atau tidak. Saat ini keputusannya belum final karena melibatkan tiga kementerian dan stakeholder lainnya,” tutur Aryo.

Bicara pemutihan yang disebut-sebut dalam aturan ini, Aryo menyebut ada beberapa opsi yang bisa dilakukan. Misalnya, pemilik smartphone BM harus mendaftarkan nomor IMEI smartphone untuk kemudian membayar pajak atau seperti apa.

“Kami inginnya lebih memikirkan konsumen yang memiliki smartphone nonresmi, difasilitasi agar bisa memiliki barang resmi dari Oppo,” kata Aryo.

Ia juga menyebut, melalui penerapan aturan pemblokiran IMEI, persaingan di antara vendor smartphone di tanah air bukan lagi masalah harga, melainkan peta inovasi dan pelayanan yang diberikan.

(Tin/Why)

Visa Suntik Dana ke Gojek

Liputan6.com, Kraków – Visa telah menyuntikkan dana ke perusahaan penyedia jasa berbasis aplikasi Gojek. Meski tidak disebutkan nilainya, investasi itu merupakan bagian dari putaran pendanaan seri F bagi Gojek.

Kedua perusahaan akan bekerja sama untuk menyediakan lebih banyak opsi untuk pembayaran nontunai bagi pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kami merasa rendah hati atas dukungan para investor selama putaran penggalangan dana saat ini sebab mereka benar-benar menunjukkan kepercayaan pada visi jangka panjang kami untuk memperkuat fase selanjutnya dari pertumbuhan yang didorong teknologi di Asia Tenggara,” kata presiden Gojek, Andre Soelistyo, dikutip dari blog resmi Gojek Engineering, Kamis (18/7/2019).

Fintech Report 2018 yang dirilis Daily Social menyebut Gopay sebagai layanan fintech terpopuler di masyarakat. Hal itu wajar mengingat Gopay merupakan salah satu opsi pembayaran semua layanan Gojek yang sudah memiliki jutaan pengguna aktif.

Kemitraan Gojek dan Visa ini disebut akan memungkinkan solusi pembayaran inovatif yang menyasar konsumen digital-first (konsumen yang selalu mengutamakan layanan digital ketimbang tradisional) dan populasi Asia Tenggara yang belum memiliki rekening bank.

2 dari 2 halaman

Investasi dari Bank Thailand

Diwartakan sebelumnya, bank terbesar di Thailand, Siam Commercial Bank, juga memberikan kucuran dana segar untuk Gojek. Baik Siam Commercial Bank maupun Gojek menolak berkomentar tentang besaran investasi yang dikucurkan.

Namun, pendanaan ini disebut-sebut masih bagian dari putaran pendanaan seri F yang secara total diperkirakan mencapai angka USD 3 miliar.

Selain itu SCB juga mengumumkan kemitraan dengan Gojek versi Thailand, yakni GET. Dengan kemitraan ini, para pengemudi dan mitra usaha GET bisa mendapatkan pinjaman dari bank tersebut.

Langkah investasi bank terbesar Thailand ini diumumkan hanya beberapa bulan setelah Kasikornbank (bank Thailand lain) berinvestasi senilai USD 50 juta kepada Grab. Grab sendiri merupakan kompetitor terbesar bagi Gojek.

Dengan kerja sama ini, para pengemudi GET bisa membuka akun rekening di SCB. Para pengemudi juga dapat memindahkan uang (masuk dan ke luar) dari aplikasi GET memakai sistem Easy Pay milik SCB, sekaligus mengajukan pinjaman usaha melalui aplikasi.

Wakil Presiden Eksekutif SCB Apiphan Charoenanusorn mengatakan, “Kemitraan ini akan membantu memperluas basis pelanggan SCB melalui aplikasi GET serta menciptakan ekosistem digital bagi pengguna GET melalui pengalaman perbankan mobile SCB.”

(Why/Ysl)

Smartphone Tahan Banting Rilis, Mampu Bertahan 2 Minggu di Air

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan smartphone asal Tiongkok, Doogee, baru saja memperkenalkan produk terbarunya ke publik. Untuk kali ini, Doogee memperkenalkan smartphone tahan banting yang diberi nama S90 Pro.

Dikutip dari GSM Arena, Kamis (18/7/2019), S90 Pro sudah mengantongi beragam sertifikasi ketahanan, seperti IP68, IP69K, dan MIL-STD-810G. Tidak hanya itu, smartphone ini juga hadir dengan konsep modular.

Doogee menyertakan sejumlah aksesoris yang dapat dilepas pasang, mulai dari kontroler gim, baterai tambahan, termasuk modul kamera malam. Menurut perusahaan, perangkat ini menyasar pengguna yang terbiasa beraktivitas outdoor.

Salah satu kemampuan andalan smartphone ini, menurut Doogee, adalah kemampuan bertahan di dalam air. Doogee mengklaim smartphone ini tetap hidup selama dua minggu di kedalaman air hingga 1,5 meter.

Perusahaan menyebut kombinasi besi dan polycarbonate yang digunakan memungkinkan perangkat ini bertahan dari suhu ekstrem, jatuh dari ketinggian, termasuk korosi akibat larutan garam.

S90 Pro memiliki layar full HD+ berukuran 6,18 inci, kamera selfie 8MP, dan dua kamera belakang dengan resolusi 16MP dan 8MP.

Performa smartphone ini didukung chipset Helio P70, RAM 6GB, dan memori internal 128GB. S90 Pro memiliki baterai berkapasitas 5.050mAh dengan fitur fast charging.

[Smartphone](3861601 “”) ini sudah menjalankan Android 9 Pie. S90 Pro dijadwalkan untuk pasar global pada Agustus tahun ini dan dibanderol dengan harga USD 299 (Rp 4,1 juta).

2 dari 2 halaman

Samsung Garap XCover 4S, Smartphone Tahan Air dan Tahan Banting

Samsung Xcover 4S

Selain Doogee, Samsung juga sebenarnya memiliki perangkat dengan kemampuan serupa. Smartphone yang dikabarkan bernama Galaxy Xcover 4S ini rumornya sudah siap diluncurkan.

Dilansir GSM Arena, Senin (10/6/2019), smartphone ini dirancang khusus agar tahan banting dan tahan air. Desain luarnya dilapisi karet untuk memudahkan genggaman dan membuat kesan yang tangguh. 

Smartphone ini juga sudah memiliki sertifikasi IP68 dan MIL-STD 810G. Xcover 4S dilengkapi layar LCD seluas 5 inci dengan resolusi 1280 x 720 piksel.

Dipersenjatai prosesor Exynos 7885, smartphone ini dibekali RAM 3GB dengan memori internal 32GB yang bisa ditambah dengan adanya slot microSD.

Ada tiga tombol navigasi fisik di bawah layar. Tak lupa, Xcover 4S bakal dibenamkan kamera belakang sebesar 16MP plus kamera depan 5MP.

Beda dari smartphone canggih lain, baterai Xcover 4S masih bisa dilepas pasang dan hanya mengusung daya 2.800 mAh saja. Meski begitu, ponsel pintar ini sudah menggunakan port USB Type C.

Rencananya, Samsung Galaxy Xcover 4S akan dijual 12 Juni 2019 di beberapa wilayah dengan harga 250 Euro atau sekitar Rp 4 jutaan.

(Dam/Ysl)

Harga Selisih Rp 1 Juta, Pilih Galaxy A80 atau Galaxy S10e?

Liputan6.com, Jakarta – Samsung telah resmi menghadirkan Galaxy A80 untuk pasar Indonesia dengan harga Rp 9.499.000. Smartphone ini menjadi produk pertama Samsung yang hadir dengan teknologi triple rotating camera.

Menariknya, harga Galaxy A80 ternyata memiliki selisih tidak terlalu besar dengan Galaxy S10e–smartphone yang notabene seri premium Samsung.

Untuk diketahui, Galaxy S10e dibanderol dengan harga Rp 10.499.000 untuk pasar Indonesia. Lantas, seperti apa rencana Samsung dengan kedua smartphone anyar ini?

Menjawab pertanyaan tersebut, Product Marketing Manager Irfan Rinaldi menuturkan, keduanya menyasar target pengguna yang berbeda. Dia mengatakan Galaxy A80 lebih ditujukan untuk generasi muda yang aktif membuat beragam konten.

“Targetnya (Galaxy A80) kami memang ingin untuk live generation. Karenanya, salah satu yang diandalkan adalah kualitas kamera, kami tidak ingin komporomi sehingga kemampuan kamera depan dan belakang sama baiknya,” tuturnya ditemui usai peluncuran Galaxy A80 di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Triple Rotating Camera di Galaxy A80. Liputan6.com/Agustinus Mario Damar

Selain itu, dari sisi estetis, smartphone ini berhasil tampil dengan desain full screen. Hal itu dimungkinkan sebab Samsung membuat modul kamera yang dapat dirotasi sehingga layar bersih dari cutout atau notch.

Tidak hanya itu, Samsung juga memilih untuk menghilangkan speaker untuk telepon dan menggantinya dengan on screen speaker (teknologi suara di bawah layar yang mengubah getaran menjadi suara).

“Sementara Galaxy S10e memang ditujukan untuk power user yang membutuhkan perangkat lebih compact,” tuturnya. Nah, untuk kamu sendiri bagaimana? Pilih Galaxy S10e atau Galaxy A80?

2 dari 3 halaman

Spesifikasi Samsung Galaxy A80

Samsung Galaxy A80 yang baru saja diperkenalkan di Indonesia (Liputan6.com/Agustinus M.Damar)

Kehadiran rotating camera memang membuat smartphone ini tampil full screen. Galaxy A80 sendiri memiliki layar Super AMOLED FHD+ berukuran 6,7 inci.

Beralih ke dapur pacu, smartphone ini dipersenjatai chipset Qualcomm Snadragon 730G, RAM 8GB, dan memori internal 128GB.

Sementara tiga lensa pada Galaxy A80 hadir dengan sensor utama 48MP, ultrawide 8MP, serta sensor 3D (ToF) Galaxy A80 yang menawarkan fitur Live Focus.

Untuk urusan daya, Galaxy A80 mengusung baterai berkapasitas 3.700 mAh dan dilengkapi Super-Fast Charging 25W.

Adapun pemindai sidik jari Galaxy A80 diletakkan di dalam layar.

(Dam/Ysl)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Kemkominfo Buka Pendaftaran 1000 Startup Digital 2019 hingga Akhir Tahun

Liputan6.com, Kraków – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah membuka pendaftaran program pembinaan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2019 hingga akhir tahun ini. Peminat program dapat mendaftar melalui https://participant.1000startupdigital.id/.

“Selama tiga tahun perjalanan, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah memberikan kesempatan bagi puluhan ribu anak Indonesia untuk merealisasikan mimpi besar mereka melalui solusi digital,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam keterangannya kepada Tekno Liputan6.com, Rabu (17/7/2019).

Tahun ini, lanjut Semuel, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital hadir dengan strategi, tahapan dan fitur-fitur yang berbeda. Konsep untuk perluasan skala dan peningkatan kualitas pengembangan startup digital, termasuk mengajak kementerian dan lembaga lain serta mitra lokal, akan diterapkan.

Tak hanya itu, kurikulum program pun telah direvisi dengan berfokus pada inkubasi. Selain itu, portofolio dan kualitas mentor akan ditingkatkan.

“Gerakan ini bukan sekolah, melainkan upaya untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital. Apalagi di Indonesia masih banyak peluang untuk membuat solusi dari permasalahan sehari-hari sampai masalah kota dan bangsa; mulai dari pertanian, pendidikan, kesehatan dan lain-lain,” ujar Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital, Lis Sutjiati.

Oleh sebab itu, program pembinaan ini pun bersifat inklusif. Seluruh individu berusia usia 18-40 tahun yang ingin membangun usaha digital dapat mendaftarkan diri. Untuk gelombang pendaftaran 2019 ini, dalam tiga hari pertama telah ada sekitar 4.000 pendaftar.

2 dari 2 halaman

Bekal untuk bersaing secara global

Lebih lanjut, secara umum pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih yang bertajuk Visi Indonesia, Presiden Joko Widodo menjelaskan komitmen pemerintah untuk mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Di era baru ini, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kembali didukung oleh berbagai institusi pemerintahan, masyarakat dan komunitas termasuk Kumpul yang terpilih menjadi koordinator nasional.

Faye Alund, CEO Kumpul menuturkan, “Kami sangat mengapresiasi KEMKOMINFO untuk kepercayaannya kepada Kumpul sebagai koordinator nasional program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.”

Sebagai platform pembelajaran bersama yang memberdayakan coworking space, lanjut Faye, Kumpul ingin menciptakan ekosistem yang berfokus pada pertumbuhan wirausaha. “Melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, kami berharap dapat menghadirkan jaringan kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Faye.

(Why/Ysl) 

PANDI Berambisi Domain Indonesia Sukses Gaet Pasar Luar Negeri

Liputan6.com, Jakarta – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan lebih agresif memasarkan domain .id di luar negeri. Tujuannya selain menumbuhkan jumlah pengguna country code top-level domain (ccTLD) tersebut, juga memperkuat branding domain tersebut di pasar lokal.

Langkah ini sebelumnya sudah dilakukan oleh beberapa negara, yang nama domain mereka berhasil menarik perhatian dunia, seperti .co dari Colombia, .me dari Montenegro, dan .tv Tuvalu. Menurut catatan PANDI, jumlah domain .tv mencapai 800 ribu dan lebih banyak digunakan di luar Tuvalu.

“Melihat data-data ini, artinya ada kecenderungan di luar negeri untuk menggunakan domain .id. Penggunaan domain .id di luar negeri pun sudah memperlihatkan pertumbuhan, dan kami optimistis bisa tumbuh lebih besar,” ungkap Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama, dan Marketing PANJI, Heru Nugroho, di kawasan Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Total domain .id terdaftar per Juni 2019, sebanyak 118.244, dengan sekitar 4 persen berasal dari luar negeri. Ia berharap pengguna dari luar negeri bisa memberikan kontribusi 50 persen dari total domain .id terdaftar pada akhir tahun ini.

Semakin banyaknya pengguna domain .id di luar negeri, kata Heru, diharapkan bisa menarik perhatian pasar lokal. Menurutnya, sampai saat ini pasar lokal masih menganggap domain .com jauh lebih menarik ketimbang .id.

“Dengan semakin bertambah pengguna dari luar negeri, kami berharap pasar lokal juga akan lebih tertarik. Namun memang penggunaan nama domain ini berhubungan dengan brand, jadi bagi yang sudah menggunakan .com lebih dahulu, misalnya, tentu mereka tidak akan mau begitu saja beralih ke .id,” tutur Heru.

Untuk di pasar lokal sendiri, kata Heru, PANDI juga akan menyiapkan strategi baru selain sosialisasi yang terus dilakukan. PANDI sendiri juga bekerja sama dengan Kemkominfo melalui program satu juta domain, tapi sejauh ini dinilai belum begitu efektif.

“Kami sedang mencari cara efektif untuk memasarkan domain .ID (tidak hanya ccTLD .id), mungkin dengan program 1 juta domain lagi, atau yang lain. Momen branding di luar negeri nanti juga akan kami manfaatkan,” sambungnya.

2 dari 3 halaman

Strategi Ekspansi di Luar Negeri

PANDI Berambisi Domain Indonesia Sukses Gaet Pasar Luar Negeri. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Untuk di luar negeri, PANDI sudah menyiapkan serangkaian strategi baru. Salah satunya dengan mengajak registrar PANDI untuk memiliki mitra di luar negeri sebagai perpanjangan guna memperluas pasar.

Selain itu, PANDI juga akan membuat website khusus di luar yang ada saat ini untuk mendukung aktivitas pemasaran. “Kami akan memperkuat branding ID menjadi lebih keren, termasuk dengan membuat domain khusus berbahasa Inggris,” jelas Heru.

Pendaftaran nama domain .id di luar negeri secara kebijakan dan teknis juga sudah disiapkan, termasuk sesuai dengan peraturan perlindungan data pribadi seperti General Data Protection Regualtion (GDPR).

3 dari 3 halaman

Terhambat Regulasi

Ketua Dewan Pengurus PANDI, Yudho Giri Sucahyo, saat ditemui di kawasan Jakarta, Rabu (17/7/2019). (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Ketua Dewan Pengurus PANDI, Yudho Giri Sucahyo, mengungkapkan PANDI memang sudah mempermudah pandaftaran domain .id. Namun untuk luar negeri, belum bisa begitu efektif karena sesuai amanat PP Nomor 82 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Sitem dan Transaksi Elektronik, PANDI tidak bisa menunjuk langsung registrar di luar negeri untuk menjembatani pendaftaran nama domain .id.

Mengingat PP tersebut sedang direvisi, PANDI akan memberikan masukan kepada pemerintah agar hal tersebut bisa dilakukan. Berdasarkan peraturan yang ada saat ini, registrar nama domain harus berbadan hukum di Indonesia.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan relaksasi, sehingga kami bisa menunjuk registrar luar negeri sebagai mitra PANDI, jadi kerja samanya bisa langsung,” ungkapnya.

Pendaftaran domain dapat dilakukan melalui 22 registrar PANDI terdaftar, termasuk dari instansi pemerintah yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Mabes TNI.

Registrar harus diakreditasi oleh PANDI selaku pengelola nama domain di Indonesia. PANDI pun melakukan verifikasi nama domain.

(Din/Ysl)