Oolean, Kolaborasi Melon dan Agate untuk Dongkrak Industri Gim Lokal

Liputan6.com, Jakarta – Didukung Telkom Indonesia, Melon dan Agate berkolaborasi memperkenalkan sebuah inisiatif bernama Oolean, Rabu (10/7/2019) di bilangan Kuningan, Jakarta.

Oolean adalah sebuah inisiatif untuk mengembangkan industri gim lokal Indonesia. Oolean sendiri diambil dari bahasa Sunda, yaitu Ulin yang berarti “main”.

Lingkup dari kerja sama antara Melon dan Agate meliputi pengembangan platform gim untuk pengguna, dan pembuatan properti intelektual orisinil yang fokus memproduksi gim lokal.

Juga bekerja sama dengan pengembang gim lokal lain untuk membuat gim yang bisa go internesional, serta mengembangkan platform untuk mendistribusikan gim dari perusahaan lokal maupun internasional yang sudah dirancang dan dibangun oleh Melon.

Tidak hanya itu, mereka juga merencanakan untuk mengembangkan ekosistem gim lokal lewat inkubator, institusi pendidikan dan komunitas pengembangan gim, bekerja sama dengan brand Indigo, yang akan meluncurkan Indigo Game Startup Incubation.

“Saya harap dengan adanya Indigo Game Startup Incubation bisa memudahkan developer untuk membuat gim dan dapat mengembangkan ide-ide gim yang dimiliki,” kata Arief Widhiyasa selaku CEO & Co-Founder Agate.

Sedikit mengintip latar belakang kedua perusahaan ini, Melon adalah perusahaan yang dibentuk pada 2010 sebagai joint venture company antara PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dengan SK Telecom (SKT) untuk menghadirkan layanan musik digital di Indonesia.

Sementara Agate adalah perusahaan dan pengembangan gim yang didirikan pada 2009 di Bandung, Jawa Barat.

2 dari 2 halaman

Sektor Gim di Indonesia Naik 37,3 Persen

Kedua perusahaan besar ini mengambil peluang untuk mengembangkan industri gim, karena meningkatnya pasar yang signifikan pada sektor gim di Indonesia.

Bisa dilihat dari 2013 hingga 2017, terdapat kenaikan sebesar 37,3 peren per tahun. Bahkan menurut Newzoo, pada 2017 besarnya nilai pasar di Indonesia sudah mencapai US$ 879,7 juta, dan diprediksi pada 2019 akan naik mencapai USD 1 miliar.

Maka dari itu, mereka tidak ingin melewatkan peluang besar yang ada di Indonesia.

(Linda Fahira Putri/Isk)