Mirip Boneka Salju, Begini Wujud Objek Terjauh di Tata Surya

Liputan6.com, Jakarta – Pesawat luar angkasa New Horizons, baru saja mengambil foto wujud Ultima Thule, yakni objek luar angkasa terjauh yang ada di Tata Surya.

Dikutip laman Mirror pada Kamis (31/1/2019), objek luar angkasa ini diabadikan pesawat luar angkasa NASA ini pada 1 Januari lalu. Dalam foto yang diperlihatkan, wujud Ultima Thule lucunya tampak seperti boneka salju.

Saat itu, New Horizons berada dalam jarak 4.200 mil dari Ultima Thule. Objek tersebut berada di wilayah Kuiper Belt, yang jaraknya sekitar 4 miliar mil jauhnya dari Bumi.

Foto yang diambil New Horizons, diklaim NASA memiliki kualitas terbaik dari semua foto yang pernah diambil.

Meski foto asli memiliki resolusi yang rendah, ilmuwan ternyata mampu mempertajam foto untuk mengungkap beberapa detail topografi objek ini, seperti beberapa lubang kecil yang diyakini mengandung material es. 

“Foto terbaru ini mulai mengungkap perbedaan karakteristik geologi Ultima Thule, dan menghadirkan misteri baru,” ujar salah satu ilmuwan NASA Alan Stern.

Stern mengungkap, ke depannya NASA akan memotret lebih banyak wujud Ultima Thule dalam resolusi dan warna yang lebih baik.

“Kami harap ini akan membantu mengungkap misteri objek tersebut,” tambahnya.

Ultima Thule sendiri diyakini NASA menjadi salah satu objek vital di alam semesta, yang bisa mengungkap misteri terkait formasi terbentuknya Tata Surya kurang lebih pada 4,5 miliar tahun lalu.

2 dari 3 halaman

Cetak Rekor, Pesawat NASA Lintasi Benda Terjauh di Tata Surya

Gambar tersebut diabadikan oleh New Horizons, dengan teknik yang disebut `principal component analysis` (Doc: Express)

Seperti diketahui, New Horizons sukses melintasi Ultima Thule beberapa waktu lalu.

New Horizons mengumpulkan data Ultima Thule selama empat jam setelah melintasi objek.

“Hari ini adalah hari di mana kita sukses menjelajahi dunia lebih jauh dari sebelumnya dalam sejarah,” kata Stern.

3 dari 3 halaman

Sekilas New Horizons

New Horizons, pesawat luar angkasa penyelidik Pluto nyaris kehilangan komunikasi pada saat menjalankan misi investigasinya

New Horizons sendiri merupakan bagian dari misi khusus NASA untuk menjelajahi Pluto yang dimulai sejak 2006. Misi ini diketahui memakan biaya sebesar US$ 800 juta dolar.

Stern juga menyebut rekor baru ini, menandakan 50 tahun Neil Armstrong dan Buzz Aldrin saat menginjakkan kaki di bulan pertama kali pada Juli 1969.

Ultima Thule sendiri ditemukan oleh Teleskop Antariksa NASA, Hubble, pada Juni 2018. Kala itu, Hubble menemukan target baru untuk New Horizons di wilayah ketiga Tata Surya, Kuiper Belt.

Misi New Horizon yang diusung NASA untuk mengamati Pluto sudah berakhir sejak 2016, tepatnya setelah pesawat luar angkasa yang dikirimkan untuk mengamati planet tersebut selesai mengirim data penjelajahan. 

Menurut NASA, robot New Horizon telah mengirimkan seluruh data penjelajahannya selama ini. 

“Data yang sudah dikumpulkan New Horizon telah membuat kami terkagum-kagum dengan kecantikan dan kompleksitas Pluto termasuk sistem bulannya,” ujar ketua misi New Horizon Alan Stern, seperti dikutip dari Engadget, Selasa (1/11/2016).

Data berkapasitas lebih dari 50GB itu membutuhkan waktu sekitar 15 bulan untuk dapat dikirimkan ke Bumi. Hal itu disebabkan New Horizon hanya mampu mengirimkan data 1-4kb per detik. 

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: