Microsoft Larang Karyawan Meriahkan Prank April Mop

Liputan6.com, Jakarta – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah perusahaan teknologi diprediksi akan turut membuat prank atau lelucon untuk memeriahkan 1 April atau yang dikenal sebagai April Mop.

Namun, Microsoft dipastikan tidak akan mengikuti April Mop pada tahun ini.

Dilansir Softpedia, Minggu (31/3/2019), Chief Marketing Microsoft, Chris Capossela, mengimbau para karyawan untuk tidak ikut-ikutan membuat prank di hadapan publik.

Alasannya sederhana, tidak semua orang menyukai lelucon dan menurut memo yang bocor, disebutkan tidak semuanya berdampak baik.

“Terkadang hasilnya menyenangkan, dan terkadang tidak. Bagaimanapun, data yang kita miliki menunjukkan bahwa aksi ini memiliki dampak positif terbatas, dan sangat bisa menghasilkan siklus berita yang tidak diinginkan,” ungkap Capossela di dalam memo internal yang diperoleh The Verge.

Capossela selanjutnya meminta para karyawan untuk meneruskan pengumuman tersebut kepada tim, dan mitra-mitra internal.

Ia ingin Microsoft menjauh dari prank eksternal yang dapat melibatkan konsumen.

“Mengingat tantangan yang dihadapi industri teknologi saat ini, saya meminta semua tim di Microsoft untuk tidak melakukan aksi April Mop yang berkaitan dengan publik. Saya menghargai orang-orang yang mungkin mencurahkan waktu dan sumber daya untuk kegiatan-kegiatan tersebut, tapi saya yakin kita lebih banyak mendapatkan kerugian daripada keuntungan dengan mencoba menjadi lucu pada satu hari ini,” tulisnya.

Langkah Microsoft ini disebut tidak terduga. Perusahaan-perusahaan teknologi lain kerap melakukan prank April Mop pada tahun-tahun sebelumnya, dan Google adalah salah satunya.

Kendati demikian, sangat mungkin ada yang mengikuti langkah Microsoft, termasuk Google, mengingat perusahaan pernah mendapatkan pengalaman tak mengenakkan saat membuat prank Gmail Mic Drop pada 2016.