Melongok Persiapan Pembayaran Tol Berbasis SLFF

Liputan6.com, Jakarta – Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) saat ini tengah melakukan uji coba penerapan sistem single-lane free flow (SLFF) di beberapa jalan tol di Indonesia.

Dengan sistem SLFF, pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat laju kendaraan atau berhenti sejenak untuk bayar tol. Nantinya, akan ada alat yang menjadi media pembayaran elektronik yang dipasang pada tiap kendaraan.

Alat tersebut akan memancarkan sinyal yang dibaca alat penangkap signal di gardu tol, sehingga saat pengendara melewatinya, saldo akan otomatis terpotong.

Dalam hal ini JMTO mengembangkan uang elektronik (e-money) berbasis server yang terhubung dengan stiker RFID (Radio Frequency Identification) yang diberi nama FLO.

Untuk menggunakan FLO, pengguna jalan tol perlu membeli stiker RFID, di mana saldo transaksi pembayaran jalan tol dapat dimonitor melalui aplikasi FLO.

Sementara untuk melakukan pengisian saldo, pengguna dapat melakukan top up saldo FLO melalui ATM, e-banking serta mitra yang ditunjuk sebagai jalur distribusi dan top up.

“FLO merupakan salah satu bukti kesuksesan kami dalam membuat terobosan elektronifikasi jalan tol yang tingkat kesiapannya mendekati 100 persen. Sejak Desember 2018 lalu, kami telah melakukan uji coba terbatas di Jalan Tol Bali Mandara dengan menggandeng beberapa mitra,” kata Septerianto Sanaf, Pimpinan Konsorsium Elektronifikasi Pembayaran SLFF (FLO) dalam keterangannya, Kamis (31/1/2019).

Septerianto berharap semakin banyak ruas-ruas jalan Tol di Indonesia yang menggunakan FLO, tidak terbatas hanya ruas-ruas yang dimiliki oleh Jasa Marga. 

2 dari 2 halaman

Apa Itu Stiker RFID?

Uji coba pembayaran tol berbasis SLFF. Dok: JMTO

Stiker RFID sendiri merupakan alat sensor yang dipasang pada bagian depan kendaraan yang teregistrasi dengan aplikasi FLO. Adapun fitur yang terdapat di aplikasi FLO ini di antaranya seperti cek saldo, e-receipt (struk) serta riwayat transaksi pembayaran Tol.

Harga stiker RFID pun terbilang terjangkau sehingga ke depannya teknologi ini tidak akan memberatkan kantong para pengguna jalan tol.

Perbedaan mendasar antara FLO yang mengusung skema uang elektronik berbasis server dengan teknologi terdahulu yang menggunakan e-money berbasis chip, adalah payment processing berlangsung secara online dan real-time.

Dengan demikian langsung dapat memotong durasi transaksi yang terjadi di gerbang dan diharapkan dapat mengurangi jumlah antrean panjang.

(Isk/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini