Masih Belum Menyerah, HTC Bakal Balik ke Industri Smartphone

Liputan6.com, Jakarta – HTC belum merilis satu smartphone pun pada tahun ini, tapi bukan berarti perusahaan sudah menyerah. Perusahaan menegaskan tidak hengkang dari pasar smartphone.

Dilansir GSM Arena, Rabu (9/10/2019), CEO HTC, Yves Maitres, mengatakan HTC belum menyerah di bisnis smartphone. Ia mengungkapkan, perusahaan akan kembali ke pasar smartphone high-end ketika waktunya sudah tepat.

Selagi itu, HTC akan fokus ke pasar dengan Gross Domestic Product (GDP) tinggi ketimbang bersaing di negara berkembang. HTC dalam dua tahun terakhir dilaporkan hanya merilis dua handset di segmen kelas menengah dan high-end.

Lebih lanjut, Yves menjelaskan alasan HTC yang tertinggal jauh dibandingkan vendor smartphone lain termasuk Apple, Samsung, dan Oppo.

Menurutnya, HTC berhenti berinvestasi di riset dan pengembangan sejak lama. Sebaliknya, perusahaan kini sedang fokus di bisnis Virtual Reality (VR).

Pada saat yang sama, para kompetitornya seperti Samsung dan Huawei terus berinvestasi di inovasi hardware dan software. Investasi ini merupakan salah satu pendorong angka penjualan kedua perusahaan meningkat.

2 dari 2 halaman

HTC Nilai VR Mainkan Peran Penting dalam Perkembangan 5G

HTC Vive

Adapun HTC beberapa waktu lalu mengungkapkan, VR akan menjadi bagian penting perkembangan adopsi 5G di dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh SVP of Product and Strategy HTC Vive, Raymond Pao.

Pao mengatakan, VR bisa menjadi killer app untuk 5G. Isitilah killer app ini merujuk pada program atau software populer yang digemari banyak orang.

Menurut Pao, film dan gim cloud berbasis VR akan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan adopsi 5G di kalangan konsumen. “Film-film dan gim cloud VR kemungkinan akan menjadi segmen aplikasi terbesar ketika 5G digabungkan dengan VR,” ungkap Pao.

HTC pun berencana mengintegrasikan VR dan 5G pada ponselnya di masa depan untuk mengantisipasi kedua hal tersebut menjadi mainstream. Menurut Pao, kualitas jaringan 5G yakni bandwidth tinggi dan latensi yang rendah akan menjadi kunci dari pengalaman VR nanti.

(Din/Ysl)