KoinWorks Dapat Suntikan Dana Rp 170 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – KoinWorks, platform peer-to-peer (P2P) lending terbesar di Indonesia baru saja mendapatkan suntikan dana segar senilai US$16.5 juta (sekitar Rp 170 miliar) dari EV Growth dan Quona Capital bersama dengan investor lainnya.

Informasi, KoinWorks adalah salah satu platform yang mempertemukan peminjam dan pendana secara online. 

Terdaftar dan diawasi oleh OJK, KoinWorks hadir sebagai solusi teknologi finansial terpercaya di Indonesia yang fokus pada pinjaman produktif. Hal ini digunakan untuk pengembangan bisnis melalui produk Koin Bisnis dan Koin Pintar.

KoinWorks telah dipercaya lebih dari 300.000 pengguna dan menjadi wadah untuk pengembangan bisnis dan pendidikan.

Dikutip dari keterangan resminya, Jumat (28/6/2019), KoinWorks berencana bakal menggunakan pendanaan ini untuk memperkuat tim dan kemitraan KoinWorks, melakukan pengembangan sistem dan teknologi untuk menyediakan layanan finansial di seluruh Indonesia melalui satu platform finansial.

KoinWork didirikan oleh Benedicto Haryono dan Willy Arifin pada 2016. Tujuan didirikan KoinWork ini adalah untuk mempertemukan peminjam dan pendanaan daring melalui satu platform.

Tak hanya itu, platform ini juga menyediakan akses layanan keuangan untuk UKM yang memiliki keterbatasan akses perbankan(unbanked atau underbanked).

Di sini, kamu dapat mengakses pinjaman dengan bunga rendah. Namun pada saat bersamaan, juga bisa menerima pengembalian bunga yang menguntungkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena KoinWorks menggunakan sistem machine learning yang memudahkan peminjam.

2 dari 2 halaman

Produk KoinWorks

Bincang-bincang seputar investasi bersama dengan KoinWorks (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Produk yang ditawarkan oleh KoinWorks antara lain, pinjaman untuk pengembangan usaha melalui Koin Bisnis dan pendidikan melalui Koin Pintar.

Co-Founder dan Executive Chairman Koin Works, Willy Arifin mengatakan, “Saat memulai KoinWorks, kami berusaha untuk mendemokratisasikan keuangan di Indonesia. Kami juga mendorong inklusi keuangan secara bersamaan.”

“Sebenarnya jumlah investor di seri B lebih banyak peminatnya dari yang kami perkirakan. Namun, kami harus memilih investor yang memiliki visi misi yang sama, guna perkembangan Koin Works kedepannya,” lanjut Willy.

Benedicto Haryono menambahkan, “Selama tiga tahun terakhir, kami telah menyalurkan pinjaman produktif kepada ratusan ribu UKM di Indonesia. Pertumbuhan yang sangat signifikan ini juga didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki investasi sejak dini.”

Saat ini, lebih dari 60 persen pendana di platform KoinWorks adalah generasi milenial. Serta ada 70 persen yang mengatakan KoinWorks adalah investasi pertama mereka.

Pada 2018, KoinWorks telah menerima pendanaan Seri A dari Mandiri Capital Indonesia, Convergence Ventures, Gunung Sewu, Beeblebrox dan Quona Capital.

Wilson Cuaca, Partner EV Growth yang merupakan perusahaan hasil kerja sama antara East Ventures, Sinar Mas Digital Ventures (SMDV) dan YJ Capital Inc. mengatakan “Adanya kesenjangan antara akses dan kenyamanan dalam produksi investasi dan pinjaman membuat Koin Works menjadi fintech yang sangat unik di Indonesia.”

(Linda Fahira Putri/Ysl)