KoinWorks Bidik Salurkan Pinjaman Rp 2,3 Triliun Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta – Startup fintech (financial technology) layanan pinjaman online, KoinWorks, menargetkan bisa menyalurkan pinjaman hingga Rp 2,3 triliun pada tahun ini.

Jumlahnya naik signifikan dibandingkan yang telah dicapai perusahaan selama dua tahun terakhir, sekitar Rp 900 miliar per Maret 2019 dengan NPL 0,44 persen.

Sejak dibuka untuk publik pada September 2016, KoinWorks telah melayani 6.000 borrower atau peminjam dari total sekira 80 ribu permohonan pinjaman.

Sementara lender atau pemberi pinjaman ada sebanyak 120 ribu, dan jumlahnya ditargetkan pada tahun ini bisa mencapai 400-450 ribuan.

Dari total 6.000 peminjam, 50 persen di antaranya kembali mengajukan pinjaman.

“Sejak berdiri dua tahun lalu, kami sudah menyalurkan pinjaman Rp 900 miliar, per April ini target kami Rp 1 triliun. Perbulan sekarang sudah sekira Rp 150 miliar, dan target kami tahun ini bisa mencapai Rp 2,3 triliun,” ungkap Co-founder dan CEO KoinWorks, Benedicto Haryono di kantor KoinWorks, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

KoinWorks merupakan perusahaan peminjaman yang melayani pendanaan online P2P Lending dengan machine learning.

Perusahaan menghubungkan pemberi pinjaman dengan peminjam dalam sebuah platform.

Pendana dapat mendanai mulai dari Rp 100.000 dan peminjam dapat mengajukan pinjaman dengan bunga rendah.

KoinWorks saat ini memiliki dua produk utama, Koin Bisnis dan Koin Pendidikan. Mayoritas pinjaman berasal dari Koin Bisnis.

Produk lain adalah Koin Kesehatan. Namun produk ini tidak begitu dipasarkan karena peminatnya yang sedikit.

“Koin Bisnis porsinya 92 persen, dan memang supply chain-nya paling besar. Pendidikan ini sebenarnya menarik juga, tapi dari sisi funding supply belum banyak yang cocok ke sana,” tutur Benedicto.