Kesiapan Jaringan Operator di Sepanjang Jalur MRT

Liputan6.com, Jakarta – PT Moda Raya Terpadu mulai membuka uji coba mass rapid transit (MRT) dari 12-24 Maret 2019 untuk warga Jakarta. Uji coba dilakukan pukul 08.00-16.00 dengan total 98 perjalanan dalam sehari.

Pantauan Tekno Liputan6.com di media sosial, Jumat (15/3/2019), banyak warganet yang mengabadikan momen bersejarah ini. Bahkan di platform berbagi video YouTube, banyak warga yang membuat vlog tentang pengalaman mereka ketika menjajal MRT.

Namun sayangnya, tak sedikit dari mereka yang mengeluh kehilangan sinyal saat MRT memasuki jalur bawah tanah.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengaku pihaknya kebanyakan menerima keluhan sinyal seluler pada saat Ratangga (sebutan MRT Jakarta) melintas rel bawah tanah.

“Jadi, untuk evaluasi kebanyakan mengenai sinyal seluler di bawah masih belum stabil,” ujar Kamaluddin.

Lalu, bagaimana kesiapan operator seluler dalam menyediakan fasilitas internet di sepanjang jalur MRT?

Direktur Jaringan Telkomsel Bob Apriawan menyatakan sejauh ini hanya Telkomsel yang sudah memasang 48 BTS di 13 stasiun yang dilewati MRT Jakarta.

“Total ada 74 sektor dengan 222 NE BTS mixed 2G, 3G, dan 4G. Untuk 4G, kami pakai carrier aggregation LTE FDD 1800 dan LTE TDD 2300 dikombinasikan,” tuturnya.

Manager External Media Relations Telkomsel Singue Kilatmaka menambahkan, pihaknya serius melayani kebutuhan masyarakat yang akan menggunakan MRT karena moda tersebut diperkirakan akan menjadi primadona baru transportasi masyarakat metropolitan.

“Di Jakarta, Telkomsel mengantongi 7,8 jutaan pelanggan. Perkiraan kami nanti load trafik akan tinggi saat pagi dan sore jelang malam. Layaknya di Singapura atau Hong Kong, pengguna MRT tentunya tetap mau eksis selama di jalan,” katanya.