Kemristekdikti Kucurkan Rp 113 Miliar untuk Pendanaan Startup

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), mengklaim telah mencetak sekitar 1.200 startup lokal untuk digembleng dan memasarkan produknya ke publik.

Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kemristekdikti Retno Sumekar, mengatakan kalau startup-startup ini diseleksi berdasarkan jenis layanan yang ditawarkan serta dampaknya untuk Tanah Air.

Tentunya, layanan yang dikembangkan harus berbasis riset, penelitian, dan inovasi yang komprehensif. 

Meski ada 1.200 startup yang disaring, 30 di antaranya yang diklaim berhasil dengan bisnis mereka.

Dalam tahap ini, ujar Retno, Kemristekdikti tak cuma berperan sebagai akselerator saja, tetapi juga memberikan dana kepada mereka yang lolos.

“Kita terakhir cuma bisa mendanai 300 startup. Kalau jumlah pendanaan, setiap tahun berbeda-beda, pada 2018 pendanaan kita untuk semua startup totalnya Rp 62 miliar, kalau tahun ini ditotal lagi jadi Rp 113 miliar,” ujar Retno kepada Tekno Liputan6.com di acara temu media bersama Kemristekdikti di Jakarta, Kamis malam (28/3/2019). 

Adapun masing-masing startup yang didanai Kemristekdikti, sambung Retno, mengantongi kucuran dana yang berbeda-beda.

“Ya (startup yang didanai) jumlahnya beda-beda lagi, tergantung teknologinya, kisaran pendanaannya mulai dari Rp 250 juta hingga Rp 500 juta,” ungkapnya.