Kang Emil hingga Gojek Raih Penghargaan IDC

Liputan6.com, Jakarta – International Data Corporation (IDC) mengumumkan para pemenang IDC Digital Transformation Awards 2019 (DXa) Indonesia.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian organisasi yang telah berhasil merencanakan, dan melaksanakan transformasi pada satu atau berbagai bidang melalui penerapan teknologi digital yang disruptif.

Managing Director IDC Asean, Sudev Bangah, mengungkapkan ada sejumlah sektor yang berkembang sangat cepat di ranah digital, termasuk e-commerce, transportasi, dan finansial.

“Salah satu sektor yang tumbuh sangat cepat (ke digital) adalah transportasi. Aplikasi transportasi dulu belum semodern sekarang, dan bisa dilihat salah satunya dengan kehadiran taksi online,” tutur Sudev di acara IDC DXa, Kamis malam (13/9/2019).

Dalam IDC DXa tahun ini, ada berbagai organisasi yang masuk dalam nominasi. Tidak hanya dari sektor transportasi seperti Gojek, tapi juga perbankan dan beverages (minuman).

Ajang penghargaan ini digelar oleh IDC Indonesia sejak 2017. Untuk tahun ini, pengumumannya digelar di Jakarta pada Kamis (12/9/2019).

Berikut daftar pemenang IDC DXa 2019 Indonesia dengan projek transformasi digital terbaik mereka:

1. Digital Transformer dan Talent Accelerator: Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI)

Terkait kategori Digital Transformer, IDC menilai CCAI telah menunjukkan kepemimpinan dan budaya secara digital dalam model operasi end-to-end untuk mengoptimalkan hasil dan pengalaman operasi.

Mengenai Talent Accelerator, CCAI mengakui ada kesenjangan kemampuan dan culture shock dalam implementasi teknologi baru maupun kebutuhan untuk menjalankan metodologi lebih cepat.

Untuk mengatasi hal tersebut, CCAI menginisasi Supply Chain Accademy dan One Amatil IT Framework untuk membantu mengakomodasi proses digital baru di lapangan dan bekerja sama dengan spesialis IT di seluruh Grup Amatil.

2. Digital Disruptor: PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek)

Gojek dinilai telah memberikan pengaruh terhadap pasar Indonesia dengan teknologi dan pengalaman pengguna.

Gojek telah menggunakan implementasi big data yang dapat memberikan perkiraan permintaan dan mendorong organisasi, pengambilan keputusan dan operasi yang berbasis data ke dalam ekosistem mereka.

3. Information Visionary: FinAccel (Kredivo)

FinAccel dinilai berhasil mengoptimalkan operasi bisnis melalui teknologi pendeteksian data, dan penipuan melalui sistem manajemen risiko industri yang mampu mencapai metrik risiko tingkat bank.

4. Omni Experience Innpvator: Bank BTPN (Jenius: Foreign Currency Balance)

IDC menilai layanan perbankan digital milik BTPN, Jenius, terus mengembangkan penawaran yang lebih sederhana, cerdas, dan aman dalam pengelolaan keuangan melalului smartphone.

Jenius meningkatkan kualitas dengan program Foreign Currency Balance untuk menyederhanakan proses pembuatan akun mata uang asing dan menggunakannya sehari-hari ketika di luar negeri.

5. DX Leader: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Sejak menjadi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memiliki inisiasi andalan yaitu Provinsi Digital Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu ingin mengubah fungsi pemerintah secara digital dengan mengintegrasikan inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan bekerja sama dengan startup.

Inisiatif tersebut termasuk Layanan Digital Jabar, Desa Digital (Digital Village), dan pengembangan aplikasi komunikasi bernama Sapawarga.

6. Operating Model Master: Bank BRI (BRI Link)

IDC menilai BRILink merupakan sebuah inovasi di dunia keuangan, khususnya industri perbankan, untuk memfasilitasi akses kepada orang-orang yang tidak memiliki layanan perbankan melalui basis pelanggan BRI secara nasional.

BRILink berbasis agensi ini dinilai tidak hanya memberikan manfaat efisiensi operasional, tapi juga memberikan kemudahan dalam bertransaksi di masyarakat.

Dua Tahap Penentuan Pemenang

Industri perbankan di era digital
Ilustrasi industri perbankan di era digital. Dok: intelligentcio.com

IDC DXa menggunakan dua tahap pendekatan dalam menentukan pemenang dari masing-masing negara dan regional. Setiap nominasi dinilai secara independen oleh analis lokal dan regional IDC berdasarkan standar penilaian dari IDC DX Taxonomy.

Semua projek transformasi digital Indonesia yang menang dipilih sebagai bagian dari lebih dari 1.000 entri yang diterima dari organisasi end-user di Asia Pasifik.

Pemenang dari masing-masing negara akan menjadi salah satu finalis untuk penghargaan di tingkat regional. Mereka akan dinilai kembali dengan pemenang lain dalam kategori yang sama untuk menentukan yag terbaik di tingkat regional.

Penghargaan di tingkat regional akan dumumkan pada 23 – 24 Oktober 2019 di Raffles City Convention Centre, Singapura.

(Din/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓