Jelajahi Bulan, Probe Tiongkok Bawa Tanaman dan Ulat Sutera

Liputan6.com, Jakarta – Eksplorasi luar angkasa terus dikembangkan para peneliti di berbagai belahan dunia.

Setelah sistem wahana tanpa awak milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyentuh obyek terjauhnya, kini peneliti dari Tiongkok memberikan informasi mengenai uji coba tanaman dan tumbuhan di Bulan.

Dilaporkan Live Science, probe penjelajah milik Tiongkok, Chang’e-4 telah mendarat di Bulan pada 3 Januari 2018. Di dalam mesin penjelajah itu terdapat beberapa mahluk hidup.

Kaleng kecil di mesin penjelajah itu berisi benih kentang dan tanaman berjenis Arabidopsis thaliana.

Tanaman ini kerap digunakan ilmuwan untuk memberi petunjuk siklus harian banyak organisme termasuk kesehatan manusia.

Selain tanaman, mesin penjelajah ini juga membawa telur ulat sutera. The Telegraph melaporkan, ide membawa mahluk hidup ke Bulan itu untuk mengetahui sistem adaptasi dan siklus mahluk.

Tanaman akan mendukung ulat sutera dengan oksigen, dan pada gilirannya tanaman itu akan membantu menyediakan makanan bagi ulat sutera.

“Mengapa kentang dan Arabidopsis? Karena periode pertumbuhan Arabidopsis pendek dan nyaman untuk diamati. Dan kentang bisa menjadi sumber makanan utama bagi para pelancong ruang angkasa di masa depan,” kata Liu Hanlong, Direktur Utama Percobaan dan Wakil presiden Universitas Chongqing.

“Eksperimen kami mungkin dapat membantu mengumpulkan pengetahuan untuk membangun basis Bulan dan tempat tinggal jangka panjang di Bulan,” ujar dia.

Dalam eksperimen ini, para peneliti akan mengamati tanaman secara teliti untuk melihat apakah tanaman tersebut berhasil melakukan fotosintesis atau tidak.

Selain itu, ilmuwan ingin mengetahui apakah tanaman itu dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan Bulan.

“Kami ingin mempelajari respirasi benih dan fotosintesis di Bulan,” kata Xie Gengxin, Kepala Perancang Percobaan kepada Xinhua.