Instagram Bakal Rilis Fitur Stiker Lirik Lagu, Ingin Saingi TikTok?

Terlepas dari upaya memberantas konten anti-vaksin, Instagram dilaporkan berusaha untuk mengurangi peredaran informasi palsu atau hoaks. Hal ini sejalan dengan langkah yang dilakukan “saudaranya”, Facebook.

Dikutip dari Phone Arena, Facebook saat ini bekerja sama dengan 52 perusahaan untuk melakukan fact checks atau pemeriksaan fakta.

Jika ada konten yang terbukti palsu oleh salah satu fact checker, maka distribusi unggahan melalui News Feed si pembuat akan dikurangi.

Instagram pun menerapkan dasar kebijakan yang sama dengan Facebook. “Pendekatan kami terkait informasi palsu sama dengan Facebook. Ketika kami menemukan informasi palsu, ketimbang menghapusnya, kami akan mengurangi distribusinya,” jelas juru bicara Instagram, Stephanie Otway.

Instagram pun dilaporkan tengah melakukan pengujian dengan fact checker. Mitra fact checker Instagram disebut sama dengan Facebook, termasuk Factcheck.org dan agensi berita seperti Associated Press.

Adapun dengan adanya pemeriksaan fakta itu, unggahan yang ditandai Instagram akan dihapus dari tab Explore dan laman pencarian tagar. Namun akan tetap ada di laman yang membuat unggahan.

Langkah tersebut akan membatasi jumlah pembaca unggahan-unggahan polarisasi semacam itu.

Menurut laporan The Verge, selain membatasi penyebaran konten hoaks, Instagram juga memiliki fitur tambahan seperti pop-up yang akan muncul ketika pengguna mencari topik seperti anti-vaksin. Topik ini sering digunakan untuk menyebarkan hoaks.

(Tik/Isk)