Instagram Angkat Bicara Soal Akun Komik Muslim Gay

Liputan6.com, Jakarta – Kehadiran akun Komik Muslim Gay di Instagram, belakangan ini meresahkan masyarakat.

Akun tersebut, diduga mengandung konten pornografi dalam komik bertemakan homoseksual sehingga menjadi sorotan polisi.

Pantauan Tekno Liputan6.com, akun milik pengguna bernama @alpant**i tersebut mengantongi 5.933 pengikut.

Dalam akun itu, terpampang bio dengan tulisan ‘Komik Muslim Gay untuk orang yang bisa berfikir’.

Foto profil akun menampilkan sosok kartun pria berkulit cokelat dengan peci hitam.

Menanggapi kehadiran akun ini, Instagram pun akhirnya memberikan tanggapan.

Kepada Tekno Liputan6.com, Instagram berkata pihaknya ingin menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.

Karenanya, mereka memiliki Panduan Komunitas dan proses peninjauan yang komprehensif untuk menentukan konten yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan di Instagram.

“Jika pengguna menemukan konten yang membuat mereka merasa tidak nyaman, atau melanggar Panduan Komunitas Instagram, mereka bisa segera melaporkan akun atau konten tersebut ke Instagram melalui fitur pelaporan di aplikasi kami,” ujar Instagram.

2 dari 3 halaman

Soal Posting-an Pengguna Dibatasi, Ini Kata Instagram

Ilustrasi konten Instagram. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Baru-baru ini, ada sebuah kabar yang menyebut Instagram (IG) mengubah algoritma kolom feed penggunanya.

Algoritma baru ini kabarnya membuat unggahan pengguna hanya dilihat oleh tujuh persen followers mereka. Hal ini berarti IG membatasi agar unggahan tidak bisa dilihat oleh banyak orang.

Namun demikian, kabar yang sempat viral ini buru-buru dibantah oleh pihak Instagram. Melalui akun Twitter-nya, Instagram menyebut mereka masih tetap memakai algoritma lama.

“Kami sadar ada kabar tentang Instagram yang membatasi jangkauan foto pengguna hanya bisa dilihat oleh tujuh persen follower. Kami akan menjernihkan hal ini,” kata Instagram melalui akun Twitter, sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Business Insider, Kamis (24/1/2019).

Instagram menjelaskan, apa yang muncul pertama kali pada feed pengguna ditentukan oleh unggahan dan akun apa yang paling banyak terlibat dengan pengguna tersebut.

Faktor lain yang juga berkontribusi menentukan adalah ketepatan waktu unggah, seberapa sering pengguna memakai IG, dan berapa banyak yang diikuti di IG.

3 dari 3 halaman

Feed Pengguna IG Dipersonalisasi

Ilustrasi Instagram. (Foto: Pixabay)

“Kami belum membuat perubahan terbaru untuk apa yang terlihat di feed. Kami juga tidak pernah menyembunyikan unggahan dari orang yang di-follow. Pengguna akan melihat semuanya,” tutur Instagram dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, disebutkan feed pengguna IG dipersonalisasi khusus pengguna dan berkembang seiring waktu, berdasarkan bagaimana Anda menggunakan IG,” kata Instagram.

Dengan kata lain, algoritma Instagram mencoba menebak apa yang ingin dilihat oleh pengguna. Artinya, sebagian akun akan lebih banyak dilihat oleh pengguna Instagram, ketimbang akun-akun lainnya.

Bisa dikatakan, jika seorang pengguna mengikuti ratusan atau ribuan akun, mereka tak akan bisa melihat semua unggahan milik orang yang diikutinya, kecualiĀ jika meluangkan waktunya untuk men-scroll semua akun yang diikutinya.

Kendati begitu, Instagram tidak mengumumkan batasan persentase dari akun-akun yang dilihat unggahannya.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: