Imej Apple di Tiongkok Runtuh, Pengaruhi Penjualan?

Penurunan terbesar terjadi di 3 bulan pertama tahun 2019. Menurut data Canalys, Apple hanya mampu menjual 6,5 juta saja di Tiongkok, padahal awal tahun sebelumnya penjualan bisa mencapai 9,3 juta.

Apple memang tidak kehilangan banyak uang, tapi itu berarti telah terjadi penurunan yang besar, hingga 30 persen.

Fakta lainnya, penjualan di Tiongkok menyumbang sebesar 18 persen dari keseluruhan angka penjualan, sehingga dipastikan ‘pemboikotan’ ini bakal menurunkan laju bisnis Apple.

Mungkin, masalah terbesar Apple sekarang adalah popularitas iPhone yang diprediksi terus menurun di seluruh dunia, berawal dari region Tiongkok. Dilaporkan, angka penjualan iPhone turun 9 hingga 16 juta unit pada kuartal ke-1 2019.

Terlepas dari itu, tidak ada yang tahu kapan ketegangan antara AS dan Tiongkok bakal berlangsung, sehingga apapun yang akan terjadi, masing-masing pihak harus siap menerima resikonya.

(Tik/Ysl)