Huawei Minta Bantuan Developer Android Perkuat AppGallery

Email “bujukan” semacam ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah developer juga pernah menerima email serupa dari Amazon untuk meminta mereka mempublikasikan aplikasinya di Amazon Appstore. Namun, untuk kasus Huawei berbeda.

Masa depan Huawei sebagai manufaktur smartphone bergantung pada keberhasilkan “membujuk” para developer aplikasi tersebut. Hal ini tidak mudah mengingat mereka harus membuat aplikasi untuk platform yang belum diuji, dan tidak ada yang benar-benar tahu rinciannya.

Masalah lainnya, 13 dari 15 aplikasi di Google Play Store berasal dari developer yang berbasis di AS. Dengan demikian, mereka tidak mungkin bekerja sama dengan Huawei.

Ini juga sebabnya Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger tidak akan lagi menjadi aplikasi bawaan di handset Huawei.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah AS memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam ekspor perdagangan. Hal ini terpaksa membuat sejumlah perusahaan AS memutus hubungan dengan Huawei.

Seperti layanan media sosial dan pesan singkat di atas, berbagai produk Google pun tidak akan lagi ada di perangkat Huawei.

(Din/Isk)