HEADLINE: Instagram, Facebook, WhatsApp Down, Apa Masalahnya?

Pengamat Keamanan Siber, Pratama Persadha, justru memiliki pandangan lain. Menurutnya, tumbangnya ketiga layanan milik Facebook ini justru tidak disebabkan oleh maintenance

Ia berkata, perusahaan sebesar Facebook tidak mungkin mengadakan maintenance dengan membuat sistemnya menjadi down.

“Perusahaan sekelas Facebook, apalagi masalah down time kalau maintenance harus ada uji coba server-nya dulu. Kalau ada maintenance, biasanya mereka beritahu,” kata Pratama kepada Tekno Liputan6.com via telepon.

Maintenance itu tidak mungkin selama ini dan tidak butuh waktu berjam-jam, karena biasanya maintenance ada server test dulu, update patch, semua diuji. Ketika di-patch, pasti mereka menguji akan bikin sistem down atau tidak,” lanjutnya.

Pratama memang tidak bisa memastikan penyebab yang melumpuhkan semua layanan Facebook. Namun ia yakin, pasti ini merupakan salah satu bentuk serangan siber. 

“Memang ini bukan DDoS, kan Facebook-nya sendiri sudah bilang. Menurut saya ada serangan lain, cuma menurut saya Facebook-nya tutupi karena mau investigasi. Masalahnya, mereka mau tidak terbuka dan transparan dengan pengguna?” terangnya. 

Pratama juga menilai mengapa Facebook menutupi penyebab lumpuhnya Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Menurutnya, Facebook menutupi hal tersebut karena memikirkan implikasi ke nilai ekonomi perusahaan.

Sebab, jika investor tahu sistem Facebook tidak kuat karena diserang, tentu hal ini akan berimbas ke saham Facebook yang menurun. 

“Ini akan menurunkan valuasi dari perusahaan makanya mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi. Coba bayangkan, server Facebook itu tidak kira-kira, ada puluhan hektar, kalau ada maintenace itu ya pasti bisa di-switch ke backup server lain,” tutupnya.

Saham Facebook

Lantas bagaimana dampak tumbangnya Instagram, Facebook dan WhatsApp, terhadap pergerakan saham Facebook Inc?

Mengutip data Bloomberg, saham Facebook di bursa saham Nasdaq naik tipis 0,84 persen atau 1,45 poin ke posisi USD 173,37 pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Dengan kenaikan tipis harga saham Facebook itu mendorong kapitalisasi pasar saham Facebook mencapai USD 494,79 miliar. Saham Facebook pada awal perdagangan sempat dibuka naik ke posisi USD 172,32 dari penutupan perdagangan Selasa USD 171,92.