Harga Huawei P30 Pro Turun hingga 90 Persen

Liputan6.com, Jakarta – Dampak peraturan pemerintah Amerika Serikat yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan mulai terasa. Melalui peraturan ini, perusahaan Amerika Serikat diwajibkan untuk memutuskan hubungan bisnis dengan Huawei.

Akibatnya, sejumlah perusahaan teknologi kenamaan asal Amerika Serikat perlahan mulai memutuskan bisnis dengan Huawei.

Salah satu perusahaan tersebut adalah Google, disebut akan berdampak pada produk smartphone besutan Huawei yang memakai sistem operasi Android.

Oleh sebab itu, menurut sejumlah laporan, harga jual smartphone Huawei kini terjun bebas. Dikutip dari Forbes, Senin (27/5/2019), harga jual smartphone Huawei turun hingga 90 persen.

Informasi ini diketahui dari salah situs jual beli asal Inggris, Music Magpie. Dari situs itu diketahui bahwa harga Huawei P30 Pro yang dijual kembali tidak lebih dari 100 pounds, padahal harga baru smartphone ini adalah 899 pounds.

Sementara varian lawas dari seri P, yakni P20 Pro jauh lebih parah. Laporan menyebut bahwa harga jual kembali P20 Pro dibanderol kurang dari 50 pounds.

Peristiwa ini juga terjadi di pasar global, termasuk merambah ke pasar Asia. Strait Times melaporkan bahwa harga jual smartphone Huawei dibanderol jauh lebih rendah dari harga awal.

Beberapa toko juga disebut telah menolak untuk membeli kembali smartphone Huawei yang dijual. Di negara tersebut, penjualan smartphone Huawei juga dilaporkan menurun tajam.

Di sisi lain, perusahaan juga menyebut bahwa pihaknya masih menyediakan update keamanan dan purna jual untuk seluruh produk Huawei maupun Honor di seluruh dunia.

Karenanya, Huawei mengaku optimistis bahwa akibat penerapan peraturan ini dapat diselesaikan.