Google Hadirkan Live Transcribe, Bantu Penyandang Tunarungu Berkomunikasi

Liputan6.com, Jakarta – Google menghadirkan aplikasi Live Transcribe untuk membantu penyandang tunarungu atau sulit mendengar, berkomunikasi dengan orang lain. Kehadiran aplikasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Google untuk menghadirkan berbagai produk yang mudah diakses oleh siapa pun.

Live Transcribe ini menggunakan teknologi pengenalan suara otomatis dengan mentranskripsikan pembicaraan menjadi tulisan secara real-time. Sederhananya, teknologi dalam aplikasi ini akan mendeteksi pembicaraan, kemudian menerjemahkannya ke dalam teks untuk dibaca.

Google berharap kehadiran aplikasi ini dapat lebih membantu penyandang tunarungu atau sulit mendengar berkomunikasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 466 juta tunarungu dan sulit mendengar.

Presentasi apliaksi Live Transcribe (Foto: Andina Librianty / Liputan6.com)

“Live Transcribe ini akan sangat membantu tunarungu, karena ketika ada orang berbicara, maka teksnya akan muncul. Sehingga membuat komunikasi mereka menjadi lebih baik,” tutur Product Manager Google AI Research Group, Sagar Savla, melalui video press conference di kantor Google Indonesia, Selasa (14/5/2019).

Live Transcribe saat ini sudah mendukung 70 bahasa di dunia, termasuk Bahasa Indonesia dan juga bahasa daerah Jawa. Bahasa lain di antaranya Inggris, Belanda, Bahasa Melayu, dan Prancis.