Gim Mobile Semakin Potensial untuk Tayangkan Iklan

Liputan6.com, Jakarta – Gim mobile tak dimungkiri menciptakan keasyikan tersendiri bagi pengguna smartphone.

Pasalnya, dengan keberadaan gim yang bisa diakses di mana saja, pengguna smartphone jadi makin lama berada di depan layar sembari memainkan berbagai gim.

Apalagi, jumlah pemain gim di Indonesia cukup banyak. Indonesia bahkan disebut sebagai pasar mobile gaming terbesar di dunia baik dari segi revenue maupun jumlah pemain.

Jumlah mobile gamers di Indonesia diprediksi melebihi 100 juta user pada 2019. Di mana, gim yang paling banyak diunduh per 2018 adalah Mobile Legend.

Sementara itu, berdasarkan hasil penelitian terbaru dari Pokkt, Decision Labs, dan MMA yang dipaparkan oleh Program Director MMA APAC Azalea Aina, ada 60 juta mobile gamers di Indonesia, angka ini diprediksi meningkat jadi lebih dari 100 juta gamers pada 2020.

“Uniknya, pemain gim mobile di Indonesia tidak hanya didominasi oleh pria muda, melainkan juga perempuan dengan berbagai rentang usia, termasuk ibu-ibu,” katanya di Jakarta, Kamis (28/2/2018).

Hasil survei MMA, di Indonesia 55 persen gamer  adalah laki-laki dan 58 persen lainnya adalah perempuan.

Adapun usianya beragam, di mana usia 16-24 tahun adalah 64 persen, 25-34 tahun adalah 65 persen, usia 35-44 tahun ada 64 persen, dan usia 45-54 tahun sebesar 47 persen.

Belum lagi, gamer ibu-ibu dengan anak usia di bawah 10 tahun yang jumlahnya mencapai 55 persen.

2 dari 3 halaman

Lebih Suka Main Gim Mobile Ketimbang Buka Aplikasi

Country Manager MMA Indonesia Shanti Tolani menjelaskan tentang MMA Indonesia. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Saking masifnya jumlah pemain gim mobile di Tanah Air, hasil penelitian MMA menyebutkan, pengguna smartphone lebih banyak main gim mobile ketimbang membuka aplikasi lain di smartphone-nya.

Di mana, akses akan gim mobile 25 persen, sedangkan akses terhadap aplikasi online shop mencapai 7 persen, telepon/SMS sebesar 7 persen, aplikasi media sosial 17 persen, dan video streaming 12 persen.

Makanya, platform gim mobile pun bisa jadi sarana untuk beriklan, mengingat penggunanya yang cukup banyak dan beragam.

“Stigma bahwa main gim hanya buat anak muda itu ternyata tidak juga,” katanya.

Azalea lebih lanjut mengungkapkan, karena potensi gim mobile untuk platform tayang iklan, sudah ada iklan-iklan yang muncul di gim mobile. Namun jumlah itu belum banyak.

“Sudah ada beberapa brand (yang iklan di platform gaming) tetapi belum banyak, kemungkinan pada tahun ini akan bertambah. MMA juga akan mengadakan workshop mobile creativity untuk memberi masukan, bentuk-bentuk iklannya bisa seperti apa saja di aplikasi gim mobile,” tutur dia.

3 dari 3 halaman

Sangat Potensial untuk Platform Iklan

Mobile Legends dikonfirmasi jadi salah satu judul gim esports yang dipertandingkan di SEA Games 2019. Liputan6.com/ Jeko Iqbal Reza

MMA juga akan mengedukasi melalui workshop bahwa gim mobile sangat potensial untuk menjadi platform iklan.

Sementara itu, Country Manager MMA Indonesia Shanti Tolani mengatakan, meski aplikasi gim mobile potensial untuk platform iklan, perlu dilihat relevansi antara brand dengan penggunanya.

“Jadi yang perlu diperhatikan itu bukan hanya gim mobile ngetren, terus brand bisa masuk (iklan), karena gamer juga tidak suka diganggu dengan banyaknya iklan,” tuturnya.

Dia mencontohkan, di dalam gim, pengiklan bisa memasukkan iklan. Menurutnya ada banyak cara kreatif yang bisa dilakukan pengiklan agar pengguna tidak terganggu dengan iklan itu sendiri.

“Misalnya di dalam gim ditampilkan produk tertentu dari brand sebagai item dalam permainan, atau cara lainnya,” kata Shanti.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: