Gandeng Operator Arab Saudi, Smartfren Rilis Paket Internet Haji

Liputan6.com, Jakarta – Operator seluler merilis layanan roaming untuk memudahkan komunikasi para jemaah yang melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.

Salah satunya PT. Smartfren Telecom, Tbk (Smartfren), yang menghadirkan promo khusus paket kuota internet unlimited, Smart Day Pass Arab Saudi.

Roaming internasional ini hadir melalui kerja sama Smartfren dengan operator Arab Saudi, Zain Saudi. Kehadiran paket kuota internet ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan telekomunikasi para pelanggan, yang lebih banyak menggunakan layanan data.

“Melihat bahwa saat ini, pelanggan telekomunikasi tidak terkecuali para jemaah haji, lebih banyak menggunakan data untuk berkomunikasi dengan sanak saudaranya di tanah air. Maka kami  menghadirkan promo untuk unlimited kuota data,” ungkap Dept Head of International Roaming Smartfren, Aya Sofia, dalam keterangan resminya, Kamis (11/7/2019).

Promo Smart Day Pass Arab Saudi ini dapat diperoleh dengan harga Rp 150 ribu dengan kuota internet selama 14 hari. Periode promo ini berlangsung mulai dari 15 April hingga 30 September 2019.

Untuk menikmati layanan ini, pelanggan Samrtfren harus mengaktifkan layanan roaming melalui aplikasi MySmartfren atau datang ke galeri Smartfren.

Setelahnya, aktifkan fungsi internet roaming dan beli Promo Smart Day Pass melalui aplikasi MySmartfren atau *128# sebelum berangkat dari Indonesia. Pulsa akan terpotong otomatis ketika pelanggan melakukan pembelian, dan kuota internet unlimited dapat langsung digunakan ketika pelanggan tiba di Arab Saudi.

Selain layanan di Arab Saudi, Smartfren juga menghadirkan layanan roaming di benua lain, mulai dari Asia, Australia, Amerika, Afrika hingga Eropa.

2 dari 2 halaman

110 Hotel Disiapkan untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah

Jemaah haji Indonesia di hotel. Foto: Sitria/MCH

Lebih lanjut, sebanyak 110 hotel disiapkan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi. Hotel tempat jemaah tinggal, mulai dari bintang tiga hingga bintang lima.

Lokasi hotel terdekat dari Masjid Nabawi berjarak 10 meter, dan paling jauh sekitar 500 meter. Letak hotel tersebut terbagi dalam wilayah kerja 5 sektor dan 1 sektor khusus.

“Sudah ada lebih dari 22 ribu jemaah masuk ke Madinah. Sebagian besar hotel sudah dipenuhi jemaah calhaj,” kata Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja Madinah, Ihsan Faisal di Kantor Urusan Haji (KUH) Madinah, seperti dikutip Rabu (10/7/2019).

Hotel yang akan dihuni jemaah haji telah di sewa pemerintah Indonesia dengan dua sistem, yakni full musim dan blocking time. Rinciannya, masing-masing 60 untuk hotel full musim, dan 51 hotel sistem blocking time.

Jemaah haji gelombang pertama rencananya berada di Madinah selama 8 hari untuk melaksanakan arbain atau shalat 40 waktu, tanpa terputus di Masjid Nabawi. Kemudian pada 14 juli, akan bertolak ke Makkah dan digantikan dengan jemaah gelombang kedua.

Hotel yang ditinggalkan gelombang pertama pun selanjutnya diisi jemaah gelombang kedua. “Setelah wukuf, gantian para jamaah haji gelombang dua yang tiba lewat Jeddah akan bergerak ke Madinah,” ungkap Ihsan.

(Din/Isk)