Facebook Rilis Panduan Online Bullying, Begini Cara Aksesnya

Liputan6.com, Jakarta – Media sosial kini jadi tempat untuk mengekspresikan berbagai hal. Karya, opini, hingga curhat kerap dituangkan melalui media sosial. Begitu juga dengan pertemanan online yang tak jarang terjalin di media sosial.

Keamanan para pengguna media sosial pun harus dijaga, seperti di dunia nyata. Salah satunya dari bahaya perundungan online atau online bullying.

Sadar bahwa bahaya bullying begitu nyata bagi kesehatan mental, Facebook merilis panduan untuk mengenali perundungan online atau online bullying.

Dalam keterangan resmi yang Tekno Liputan6.com terima, Sabtu (12/10/2019), Facebook menyebut perundungan online bisa sama menyakitkannya seperti kekerasan fisik, apalagi jika hal ini terjadi di dunia nyata.

Selain mengganggu anak secara emosional, menghadapi online bullying bisa menjadi tantangan yang rumit bagi para orang tua. Bagi orang tua tentu tak mudah mengajak anak korban perundungan di ranah siber untuk bercerita tentang apa yang mereka alami.

Bahkan, korban bullying kerap menutupi apa yang dialaminya karena tak ingin orang lain tahu apa yang terjadi. Ada banyak faktor yang mendasari sikap diam ini, salah satunya karena anak tak ingin orang tua tahu apa yang mereka lakukan selama di media sosial.

2 dari 3 halaman

Takut Kehilangan Akses Online

Ilustrasi Foto Bullying (iStockphoto)

Tidak jarang, anak juga takut mereka bakal kehilangan akses untuk online ketika perundungan yang dialaminya.

Kadang, anak berpikir mereka bisa menyelesaikan masalah sendiri, tapi rupanya memendam masalah bisa mengakibatkan depresi.

Untuk itu dalam memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Facebook mengajak para orang tua untuk lebih jeli dalam mendeteksi gejala awal online bullying.

“Penting bagi orang tua untuk membuat kesepakatan bersama tentang penggunaan internet namun tetap membuat anak nyaman untuk bercerita saat menghadapi masalah di ranah online,” kata Facebook dalam keterangannya.

3 dari 3 halaman

Akses Facebook Help Center

Ilustrasi/copyright shutterstock

Facebook melihat, perubahan sikap secara drastis pada remaja, menutupi sesuatu, dan terlihat gelisah bisa menjadi tanda awal dari indikasi online bullying.

Facebook berbagi tips kepada orang tua mengenai langkah awal yang harus diambil, jika anak menjai korban bullying.

“Kunci utama dalam mengatasi bullying di ranah online adalah menanggapi masalah dengan baik dan bekerja sama untuk menjaga keamanan diri saat berselancar di internet,” tulis Facebook.

Selain itu, orang tua bisa mengunjungi Facebook Help Center untuk mendapatkan informasi lanjut tentang cara mencegah online bullying. Berikut adalah tautannya: https://www.facebook.com/help/420576171311103/.

(Tin/Why)