Facebook Dinilai Rasis dalam Menampikan Iklan Perumahan

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuding Facebook menjual iklan perumahan yang mendiskriminasikan orang berdasarkan ras. Hal ini dianggap telah melanggar undang-undang mengenai perumahan.

Departemen Perumahan dan Pengembangan Daerah Urban AS menilai, Facebook telah membatasi sejumlah pengguna melihat iklan perumahaan berdasarkan pada asal, agama, status keluarga, jenis kelamin, dan kecatatan.

Pihak Facebook sendiri mengatakan telah bekerja sama degan otoritas yang dimaksud untuk mengatasi masalah ini. Facebook juga terkejut dengan tudingan rasis yang dialamatkan pada mereka.

Pasalnya, Facebook mengaku telah melakukan langkah-langkah signifikan untuk mencegah adanya iklan yang diskriminatif pada platform mereka.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (29/3/2019), Facebook menyebut, “pemerintah bersikeras mengakses informasi-informasi sensitif seperti data pengguna, tanpa penjagaan yang cukup.”

Facebook pun menyebutkan pihaknya bersedia menyediakan laporan agregasi, namun bukan informasi pribadi milik penggunanya.

Departemen perumahan mengklaim, Facebook telah menambang data pengguna kemudian menggunakan teknologi machine learning untuk memprediksi respon pengguna terhadap iklan yang ditayangkan.

Tidak hanya itu, Facebook dituding memakai ras sebagai salah satu karakteristik pengelompokan. Juru bicara departemen perumahan menolak berkomentar mengenai masalah ini.