Era Industri 4.0, Teknologi Hybrid Dibutuhkan untuk Infrastruktur Korporasi

Liputan6.com, Jakarta – Kebanyakan perusahaan merasa kalau infrastruktur teknologinya berjalan dengan baik-baik saja.

Namun di era industri 4.0, seiring transformasi digital saat ini dan kebutuhan bisnis ke depannya, perusahaan justru perlu mengkaji ulang infrastruktur teknologinya, apakah mampu mendorong pengembangan bisnis menuju ‘digital ready’?

Menjawab tantangan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) bekerja sama dengan Tech Data Indonesia dan HPE mengadakan seminar bertajuk “Accelerating Speed to Market Through Hybrid IT” di Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dalam seminar ini, dipaparkan soal solusi HPE SimpliVity dengan platform hyperconverged, dan HPE Synergy dengan teknologi infrastruktur composable yang mampu mendukung transformasi bisnis dengan mengedepankan kecepatan dan efisiensi.

Hadir sebagai pembicara tamu adalah PT Yamazaki Indonesia, produsen My Roti asal Jepang dengan pabrik di Deltamas, Cikarang, yang berbagi pengalamannya setelah mengadopsi HPE SimpliVity yang diimplementasikan oleh Multipolar Technology.

Yamazaki Indonesia mengakui peningkatan kinerja infrastruktur sehingga mampu mendukung operasional bisnisnya dengan lebih baik dibanding sebelumnya.

Sinkronisasi data penjualan dari 5000 outlet yang sebelumnya memakan waktu 4 jam, setelah menggunakan HPE SimpliVity hanya memerlukan waktu 1 jam saja.

“Solusi HPE SimpliVity yang siap pakai ini memang mampu merampingkan operasional TI dengan platform hyperconverged yang menyajikan kecepatan, kemudahan, dan efisiensi. Pemanfaatan HPE SimpliVity dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan storage, dimana proses backup dapat dilakukan lebih cepat dan tidak memerlukan konfigurasi khusus, serta mudah dimonitor melalui single device,” kata Jip Ivan Sutanto, Director Solution and Infrastructure Business Multipolar Technology.