Duh, Kulit Bisa Berjerawat Gara-Gara Smartphone Kotor

Liputan6.com, Jakarta – Jangan pernah anggap remeh jika smartphone kamu kotor. Sebab, berdasarkan penelitian yang dilakukan ahli dermatologi Dr. Erin Gilbert, smartphone yang kotor bisa menyebabkan banyak risiko kesehatan yang berbahaya, salah satunya bisa membuat kulit bermasalah.

Dr. Gilbert berkata, smartphone merupakan salah satu media yang mampu menghimpun komplotan bakteri.

Karenanya, smartphone bisa menjadi sumber kontaminasi untuk kulit.

“Masalah kulit yang sering terjadi akibat bakteri yang ada di smartphone adalah acne (jerawat),” kata Dr. Gilbert sebagaimana dikutip laman Tech Insider, Jumat (14/3/2019).

“Bakteri tersebut bisa berupa staphylococcus, streptococcus, dan corynebacterium. Meski begitu perlu diingat bahwa badan Anda sudah ‘menyimpan’ banyak bakteri. Namun hal itu saya anggap normal,” ia melanjutkan.

Yang tidak normal menurutnya adalah, bertambahnya triliunan bakteri yang hidup di smartphone pindah ke kulit penggunanya.

“Konsentrasi perpindahan bakteri dari smartphone ke kulit manusia akan menjadi lebih tinggi karena kadar kelembaban yang dibuat oleh minyak dan make up penggunanya. Inilah yang menyebabkan mengapa kulit manusia bisa punya jerawat,” tutur ia menerangkan.

Untuk menuntaskan masalah ini, ia mengimbau pengguna smartphone untuk membersihkan perangkatnya.

Caranya mudah, bersihkan smartphone dengan kain lap microfiber dan cairan anti bakterial atau alkohol untuk membersihkan semua bagian smartphone.

Tak hanya smartphone, gadget lain yang juga bisa membuat kulit manusia bermasalah adalah headphone.

Ahli dermatologi Dr. Debra Luftman mengatakan, menggunakan headphone yang kotor dapat meningkatkan infeksi kulit dan penyebaran bakteri acne.

Cara menanggulanginya juga sama seperti membersihkan smartphone, bersihkan bagian dalam headphone dengan cairan pembersih hingga kotoran hilang tak berbekas.