coopRASI Dorong Koperasi di Indonesia untuk Go Digital

Liputan6.com, Jakarta – Pesatnya perkembangan teknologi membuat koperasi harus adaptif dan dinamis dalam merespons berbagai tren serta perkembangan terbaru di tengah masyarakat. Koperasi mesti segera mengadopsi teknologi informasi (TI) baik untuk manajemen maupun pelayanan anggota.

Mau tidak mau, suka tidak suka, digitalisasi koperasi adalah tuntutan agar koperasi terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

Melihat peluang tersebut PT Sistim Digital Transaksi Indonesia (SDTI) sebagai salah satu perusahaan inovasi yang dikembangkan PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) hadir untuk memberikan solusi mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada dunia koperasi di Indonesia.

Menurut Subhan Novianda CEO PT SDTI, banyak koperasi yang berkembang dan memiliki potensi untuk maju, namun belum ditunjang oleh teknologi yang andal untuk memudahkan pengelola dan anggota melakukan pencatatan segala jenis transaksi yang terjadi.

Apalagi saat ini masih sedikit koperasi yang mampu memberikan kemudahan fasilitas bagi para anggotanya dalam mengelola akun simpanan dan pinjaman yang dimiliki untuk melakukan transaksi atas simpanan atau pinjaman mereka.

Juga masih banyak koperasi yang masih menggunakan teknologi tradisional untuk menunjang transaksi finansial dengan para anggotanya. Hal ini disebabkan keterbatasan koperasi untuk pengadaan sebuah sistem yang handal dan efektif.

SDTI hadir melalui produk coopRASI sebagai solusi untuk membuat koperasi maju dan berkembang bersama-sama di dunia koperasi Indonesia. Juga sebagai bagian dalam proses pemanfaatan teknologi digital, khususnya di sektor koperasi.

2 dari 2 halaman

Perkuat Eksistensi Koperasi

Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah (kiri) bersama CIO Multi Inti Sarana Group dan CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda. Dok: coopeRASI

Sejalan dengan visi “purpose driven innovation”, SDTI yakin mampu menghadirkan inovasi demi memperkuat eksistensi koperasi di seluruh Indonesia.

Pada umumnya, tahap awal pendirian koperasi di mana jumlah anggota dan transaksi pembukuan masih sedikit, pengelolaan pembukuan koperasi masih sederhana.

Seiring peningkatan jumlah anggota dan jumlah transaksi koperasi, maka pengelolaannya semakin kompleks, sehingga banyak pekerjaan atau proses pembukuan yang bermasalah.

Dengan coopRASI, permasalahan seperti ini tidak akan terjadi pada koperasi, karena semua alur pembukuan akan terintegrasi dengan baik menggunakan aplikasi coopRASI.

Chairman Multi Inti Sarana (MIS Group) Tedy Agustiansjah mengakui, saat ini MIS Group mengembangkan teknologi di era digital, sehingga semua operasional dilakukan berdasarkan revolusi industri 4.0.

Salah satunya coopRasi yang merupakan satu dari lima startup yang dikembangkan MDB.

“Aplikasi ini memiliki beragam fitur, misalnya simpanan, pinjaman, dan melihat sisa hasil usaha melalui smartphone. Saya berharap aplikasi ini akan banyak digunakan dan memberi kemudahan bagi koperasi secara digital,” papar Tedy.

(Isk/Ysl)