BSSN Imbau Pengguna WhatsApp Segera Perbaru Aplikasi

Celah keamanan pada WhatsApp dimanfaatkan oleh aktor jahat untuk menyebarkan software mata-mata. Belakangan, teridentifikasi spyware tersebut merupakan besutan NSO Group.

Sebagaimana dilaporkan oleh Financial Times, si penjahat siber bisa memasang software jahat itu di smartphone hanya dengan cara menelepon korban melalui panggilan WhatsApp.

Mengutip laman Business Insider Singapura, Rabu (15/5/2019), rupanya tanpa diangkat oleh korbannya, panggilan telepon tersebut bisa membuat si peretas menguasai smartphone korban.

Hal ini bisa dilakukan tanpa diketahui oleh korban. Pasalnya, si peretas dapat langsung menghapus riwayat panggilan mereka dari perangkat korban.

Jika cara ini sukses, seluruh data-data –termasuk data pribadi– yang ada di dalam smartphone korban bisa dikuasai. Mulai dari riwayat panggilan sampai data lokasi.

Sejauh ini, tidak diketahui berapa banyak pengguna WhatsApp yang menjadi korban peretasan ini.

Meski begitu, NSO Group kalau pihaknya terkait dengan peretasan WhatsApp. Namun demikian, hal ini tak menghalangi kemungkinan ada aktor lain yang memakai produk-produk NSO Group untuk mengeksploitasi celah keamanan WhatsApp.