Bos Acer: Laptop Ultra Thin Kian Digemari Konsumen Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Acer baru saja merilis laptop premiumnya yang paling tipis sekaligus ringan (ultra thin) di dunia, Acer Swift 7.

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan membanderol perangkat ini dengan harga mahal, yakni Rp 30 juta.

Meski mengusung harga yang tinggi ketimbang laptop lain, Acer Indonesia mencacat, ada kenaikan permintaan yang signifikan terhadap jenis laptop tipis atau ultra thin. Seri laptop tipis ini termasuk dalam pasar laptop premium.

Diungkapkan oleh Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang, ketimbang tahun lalu, segmen pecinta laptop ultra thin tumbuh 25 persen secara industri.

“Secara market, (produk laptop) ultra thin ini lebih kurang 25 persen dari total market yang ada,” kata Herbet ditemui saat peluncuran Acer Swift 7 di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Untuk itu, Acer melakukan berbagai upaya agar bisa menguasai segmen market premium di tanah air.

Salah satu upaya Acer menguasai pasar laptop premium adalah dengan menghadirkan Swift 7 yang diklaim paling tipis dan ringan. Selain Swift 7, Acer juga memiliki model lain yakni Swift 3 dan Swift 5.

Herbet mengatakan, Swift 3 dan Swift 5 sudah menjadi barang primadona di pasaran. Apalagi, saat Acer menggelar Acer Day, Swift jadi incaran banyak konsumen.

“Karena demand kebutuhan market akan Swift 3 dan 5 sangat besar, kini kami juga hadirkan Swift 7,” katanya.

Tanpa menyebutkan angka, Herbet mengatakan, kontribusi laptop ultra-thin di Acer naik sebesar 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

2 dari 2 halaman

Konsumen Mobile dan Produktif

Laptop tertipis dan teringan di dunia, Acer Swift 7 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Menurut Herbet salah satu alasan konsumen memilih laptop yang tipis karena orang lebih banyak bekerja secara mobile tetapi di sisi lain mereka ingin terus produktif.

“Notebook yang semakin mobile, akan semakin baik. Oleh karenanya kami membawa Swift 7. Selain powerful, notebook ini paling tipis, paling ringan,” tuturnya.

Ia mengatakan, tren mobile dan produktif terus dikejar oleh pengguna. Meski begitu ia tidak memungkiri, tiap segmen laptop memiliki pasar masing-masing.

Herbet menyebut, semuanya tergantung karakter konsumen pengguna laptop. Ia mencontohkan, pengguna laptop Aspire memiliki karakter berbeda dengan pengguna Swift.

Terlepas dari itu, Acer yang kini jadi salah satu pemain kunci di segmen laptop premium melihat bahwa produk ultra thin menjadi fokus bagi Acer.

(Tin/Ysl)