Asteroid Tabrak Bulan dengan Kekuatan Setara 1 Ton Dinamit

Liputan6.com, Jakarta – Pada pekan lalu, fenomena gerhana ‘Super Blood Wolf Moon’ hanya dapat disaksikan di bagian utara dan selatan Amerika. Ternyata, gerhana Bulan tersebut punya kisah lain.

Dilansir dari CNET pada Jumat (1/2/2019), ternyata saat puncak gerhana berlangsung, ada sebuah asteroid yang menabrak Bulan. Para peneliti pun mencoba meneliti dampak yang ditimbulkan akibat tabrakan tersebut. 

Dengan bermodalkan video yang diambil oleh astronom amatir, peneliti dari Kolombia dan Republik Dominika merekonstruksi tabrakan tersebut. Hal ini diketahui dari laporan yang diunggah Cornell University.

Para peneliti memperkirakan tabrakan asteroid menghasilkan kekuatan setara 0,9 hingga 1,8 ton dinamit. Efeknya menyisakan sebuah kawah berdiameter 15 meter di permukaan Bulan.

“Dampaknya terjadi di wilayah kawah Byrgius yang mudah diidentifikasi di sebelah tenggara Mare Humoris,” tulis laporan ilmiah Cornell University.

Pecahan asteroid yang menimpa bulan itu memiliki kecepatan sekitar 13,8 kilometer per detik. Akan tetapi, ukurannya relatif kecil, berkisar antara 30 hingga 50 cm saja.

Bulan sebetulnya memang sering dihantam bebatuan luar angkasa, tidak seperti bumi yang memiliki lapisan atmosfer yang relatif tebal.

Dengan demikian, sebagian besar batu yang jatuh ke Bumi akan terbakar habis terlebih dahulu sebelum berhasil mencapai permukaan.

2 dari 3 halaman

NASA Umumkan 3 Asteroid Bakal Melintas di Dekat Bumi

Ilustrasi asteroid Bennu (NASA)

Tiga asteroid yang melintas mendekati Bumi membuat NASA mengeluarkan peringatan ada “ojek di dekat Bumi”.

Asteroid pertama yang mendekati Bumi memiliki panjang 17 meter. Asteroid ini diperkirakan akan melintasi Bumi pada pukul 16.20 waktu Selandia Baru atau sekitar pukul 10.20 WIB.

Mengutip laman Newshub, Rabu (16/1/2019), kemungkinan asteroid ini akan melintasi dengan kecepatan 7380 kilometer per jam.

Asteroid yang diberi nama 2019 AT6 ini berjarak 3,2 juta kilometer dari Bumi.

Memang kelihatannya tidak terlampau dekat, namun NASA menyebutnya sebagai salah satu “objek di dekat Bumi”.

Asteroid lainnya yang juga melintas bernama 2019 AM8. Asteroid ini memiliki ukuran sebesar Paus Biru. Kecepatan 2019 AM8 ini dua lipat (40.555 kilometer per jam) dibandingkan dengan kecepan asteriod pertama.

Kemungkinan, asteroid ini bakal melintas Bumi pada Rabu pagi, pukul 05.03 waktu Selandia Baru (pukul 11 malam WIB).

Jarak terdekat antara asteroid 2019 AM8 dengan Bumi, kira-kira adalah delapan setengah kali jarak Bumi dengan Bulan.

3 dari 3 halaman

Asteroid Ketiga

Ilustrasi Oumuamua, asteroid yang berasal dari ‘dunia lain’. (Foto: ESO/M. KORNMESSER)

Asteroid ketiga yang bakal melintas di dekat Bumi adalah 2019 AG7. Benda ini merupakan yang paling besar di antara ketiga benda yang melintas di Bumi.

2019 AG7 memiliki diameter 51 meter dan tingginya seperti menara miring Pisa.

Asteroid ini memiliki kecepatan lintas 24.333 kilometer per jam. Letaknya sekitar 1,53 juta kilometer dari Bumi.

NASA memprediksi, asteroid ini akan melintas di dekat Bumi pada Rabu 11.43 waktu Selandia Baru.

Sekadar informasi, asteroid kecil pun bisa menyebabkan kerusakan bila mereka menabrak Bumi.

Pada Februari 2013 misalnya, sebuah meteor berukuran 20 meter mendatangkan malapetaka di kota Chelyabinski Rusia, 1.500 orang luka-luka karena Bumi dihantam benda langit ini.

Pada bulan Januari sendiri, akan cukup banyak asteroid yang melintasi Bumi. Total ada 12 asteroid yang terbang melintasi Bumi hingga akhir bulan.

(Surya Handika R/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: