Apple Beli Startup Mobil Otonomos

Liputan6.com, Jakarta – Kabar baru datang dari raksasa teknologi Apple. Dikabarkan, perusahaan bentukan Steve Jobs itu baru saja membeli startup mobil self-driving (otonomos), Drive.ai, yang bermarkas di Mountain View.

San Fransisco Chronicles melansir, startup ini memberhentikan 90 pekerja mereka. Namun Apple datang ‘menyelamatkan’ Drive.ai dan merekrut karyawan yang di PHK. Sebagian besar, mereka ditarik untuk bekerja di divisi perangkat keras dan divisi perangkat lunak Apple.

Drive.ai sendiri sebenarnya cukup inovatif. Mereka menggagas perlengkapan untuk mengubah mobil manual (yang harus dikendarai manusia) menjadi mobil yang bisa berjalan otomatis.

Namun, masih belum jelas apa tujuan Apple membeli startup yang 2 tahun lalu bernilai USD 200 juta ini.

Raksasa teknologi ini tidak pernah mengumumkan hendak mengembangkan teknologi yang membuat mobil self-driving, seperti sensor, komputer, sistem atau perangkat lunaknya.

Juru bicara Apple juga mengkonfirmasi kabar akuisisi Drive.ai, namun tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan akuisisi tersebut. Begitu pun pihak Drive.ai, masih enggan memberikan komentar.

Sementara, Apple juga tidak menyebutkan nilai akuisisi ini.

2 dari 2 halaman

Perjalanan Drive.ai

Ilustrasi mobil swakemudi atau self-driving car. (iStock)

Sejak awal didirikan pada 2015, Drive.ai mendapatkan modal USD 77 juta dari GGV Capital, New Enterprise Associates, perusahaan ventura milik Nvidia dan perusahaan ventura lainnya.

Kucuran dana terakhir datang dari Grab pada September 2017 lalu. Kala itu, Drive.ai berencana akan membuka kantor di Singapura, namun hingga saat ini belum ada kantor dengan nama demikian di sana.

Pada 2017, sempat tersiar kabar kalau Drive.ai bakal menyediakan taksi robot untuk Lyft, perusahaan jaringan transportasi di San Fransisco, namun belum jelas bagaimana kabar proyek tersebut.

Tahun lalu, Drive.ai menawarkan layanan antar-jemput dengan mobil self-driving di kota Arlington, Texas, yang selesai pada 31 Mei lalu.

Kemudian, start-up ini juga sempat menguji layanan di Frisco, pinggiran kota Dallas, Amerika Serikat, yang berakhir Maret lalu karena kontrak mereka telah habis.

(Tik/Ysl)