Amazon Rilis Alat Pengembang untuk Tingkatkan Alexa

Liputan6.com, Jakarta – Amazon merilis tiga alat baru yang termasuk ke dalam Alexa Skills Kit. Alat-alat ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pengalaman yang dikembangkan untuk Alexa.

Ketiga alat itu adalah Natural Language Understanding (NLU) Evaluation Tool and Utterance Conflict Detection, yang meningkatkan akurasi model suara secara keseluruhan, serta Get Metrics API yang mendukung analisis metrik penggunaan aplikasi pada platform agregat pihak pertama atau ketiga. Dua alat pertama saat ini sudah tersedia bagi publik, sementara alat yang terakhir disebutkan masih berupa versi beta.

“Alat-alat ini membantu melengkapi rangkaian pengujian keterampilan dan alat analisis Alexa […] dan membantu Anda memperbaiki keterampilan Anda dari waktu ke waktu,” kata manajer pemasaran produk Amazon, Leo Ohannesian, dikutip dari Venture Beat, Jumat (11/10/2019).

NLU Evaluation Tool dapat menguji kumpulan ucapan dan membandingkan bagaimana mereka ditafsirkan oleh model Natural Language Processing. NLU Evaluation Tool juga mendukung pengujian regresi, yang memungkinkan pengembang untuk membuat dan menjalankan evaluasi setelah menambahkan fitur baru ke aplikasi suara.

Sementara Utterance Conflict Detection dimaksudkan untuk mendeteksi ucapan yang secara tidak sengaja dipetakan ke beberapa intensi, faktor lain yang dapat mengurangi akurasi model NLP.

2 dari 2 halaman

Tanggapan Gojek Soal Desas-desus Suntikan Dana dari Amazon

Diwartakan sebelumnya, Amazon dikabarkan akan menyuntik dana investasi ke Gojek. Menurut sumber dari Bloomberg, langkah ini dapat menjadi salah satu upaya yang tepat guna meningkatkan eksistensi Amazon di kawasan Asia Tenggara.

Menanggapi hal tersebut VP Head of Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengatakan pihaknya tidak bisa mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar.

“Kami (Gojek) tidak dapat mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar di pasar,” katanya melalui pesan singkat kepada Tekno Liputan6.com, Jumat (20/8/2019) di Jakarta.

Diwartakan Bloomberg, Amazon hingga saat ini belum dapat dihubungi. Upaya ini diprediksi dapat menjadi fondasi kuat Amazon di pasar Indonesia yang potensial.

Sebelumnya, Amazon telah berekspansi ke Singapura pada 2017 dengan Amazon Prime Now.

(Why/Ysl)