Amazon dan Microsoft Bersaing Pikat Hati Pentagon

Liputan6.com, Jakarta – Amazon.com melalaui anak usahanya, Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Corp terpilih melanjutkan kompetisi penyedia layanan cloud computing untuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS). Kontrak ini kemungkinan besar bernilai sekira USD 10 miliar.

Dilansir Reuters, Jumat (12/4/201), terpilihnya Amazon dan Microsoft membuat Oracle Corp dan IBM Group keluar dari kompetisi untuk kontrak Joint Enterprise Defense Infrastructure Cloud (JEDI) Kementerian Pertahanan.

Kontrak ini merupakan bagian dari modernisasi sistem Teknologi Infomat (TI) Pentagon.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa AWS dan Microsoft merupakan perusahaan yang memenuhi persyaratan minimum yang diuraikan dalam Request for Proposals,” ungkap juru bicara Pentagon, Elissa Smith, dalam pernyataan resmi.

Kontrak sebagai penyedia cloud computing Pentagon tersebut akan bernilai sekira USD 10 miliar dalam jangka waktu 10 tahun.

Menurut sejumlah eksekutif industri, AWS, IBM, Microsoft, dan Oracle, dipertimbangkan sebagai calon terdepan untuk kontrak tersebut.

AWS sebelumnya hanya satu-satunya perusahaan yang disetujui oleh pemerintah untuk menangani data rahasia top dan rahasia.

Keputusan terkait pemenang yang lolos, kemungkinan akan diumumkan pada pertengahan Juli.

Hal ini terutama disebabkan ukuran dan kompleksitas perjanjian, potensi protes litigasi, dan penyelidikan yang sedang berlangsung.

Menurut Smith, penyelidikan menentukan bahwa tidak ada konflik kepentingan yang memengaruhi proses kesepakatan.