5 Teori Sains yang Diterapkan dalam Pemilu 2019

Mungkin ini adalah praktik yang paling sering digunakan dalam dunia politik. Ini adalah pola berkomunikasi di mana seseorang menggambarkan sesuatu dalam bingkai (frame) yang ia buat sendiri.

Aplikasinya dalam dunia politik pernah dicoba dilakukan dalam sebuah penelitian yang dihelat para akademisi di Stanford. Ratusan partisipan dibagi dua kelompok, lalu diminta membaca sebuah paragraf pendek yang pada dasarnya memiliki cerita yang sama.

Paragraf tersebut menceritakan tentang sebuah kota yang diserang binatang. Perbedaannya, kelompok pertama tertulis penyerangnya adalah binatang buas, yang kedua penyerangnya adalah hama.

Jika kita pikirkan, tentu ini hanya sekedar pemilihan diksi yang berbeda, tapi memiliki objek yang sama. Namun, hasilnya di pembaca ternyata berbeda.

Tanggapan partisipan terhadap solusi ternyata berubah drastis tergantung bacaan mana yang ia baca. 71 persen menyerukan penegakan hukum ketika membaca soal binatang buas, tapi turun ke 54 persen ketika membaca soal hama.

Pembingkaian ini bisa dibilang sering digunakan untuk mendistorsi suatu fakta untuk terlihat seakan-akan lebih buruk.

Contohnya, kebijakan pro-imigrasi paling sering dibingkai sebagai ancaman karena lapangan kerja bagi warga negara asli akan terancam.