5 Sosok Berpengaruh di Balik Kesuksesan Kamera Leica

Liputan6.com, Wetzlar – Nama Leica sudah sangat tersohor di kalangan pecinta fotografi. Kepopuleran Leica tak lepas dari jaminan kualitas fotonya yang ciamik. Tentu, ada kisah dari perjalanan kesuksesan perusahaan asal Jerman itu.

Ketika Tekno Liputan6.com memasuki museum Leica di Wetzlar, Jerman, terlihat lima patung wajah pria terpampang di sebuah sudut ruangan.

“Inilah lima pria hebat yang berpengaruh dalam perusahaan Leica. Lima pria hebat yang membuat Leica terkenal dengan kualitas kameranya yang andal,” ujar Lukas Hofmann, salah seorang pemandu museum Leica, Kamis (29/3/2019).

Pertama, Lukas menyebut Oskar Barnack, seorang insinyur di perusahaan Leitz. Dialah yang merancang kamera 35 mm pertama yang sukses dijual secara komersial.

Dia berupaya membuat kamera kecil untuk memenuhi hasratnya memotret banyak objek di banyak tempat. Padahal, kala itu dia juga menderita asma.

Pada 1923, Barnack berhasil meyakinkan bosnya, Ernst Leitz, untuk memproduksi kamera. Pada 1925, kamera Leica pertama dipamerkan di Pameran Musim Semi Leipzig.

“Dialah orang pertama yang merancang kamera untuk Leitz sehingga disebut Leitz Camera atau disingkat Leica,” kata dia.

Kemudian Lukas menyebutkan pria hebat lain, yakni Max Berek.

“Dia adalah funny man. Kamu bisa lihat kan, patungnya dibuat tersenyum. Kata orang dia itu lucu dan bertalenta,” ujar Lukas. 

Apa kiprah Berek dalam perusahaan Leica? Ahli mineral dan matematika asal Jerman ini, terkenal dalam perkembangan aplikatif mikroskop. Dialah yang mendesain lensa untuk Leica 35 mm.

Ketika Barnack membuat prototipe kamera dalam format kecil 24x36mm, Berek menghitung lensa yang memenuhi persyaratan khusus fotografi 35mm.

Pria tangguh ketiga yaitu Ernst Leitz I, founder perusahaan Leitz yang kemudian menjadi Leica. Ahli optik membangun perusahaan Leitz yang awalnya memproduksi mikroskop.

Pada mulanya, Leitz merupakan pemegang saham bisnis produsen mikroskop pada 1865. Namun, dia mengambil alih sebagai pemilik tunggal pada 1869.